Hot

Daripada dipenjara 15 tahun, 10 ribu siswa di Korea Utara pilih serahkan diri ke polisi usai nonton drakor Korsel

Selain K-Pop, Korea Selatan juga dikenal dengan produksi dramanya yang bagus. Drakor bahkan saat ini menjadi salah satu hiburan yang banyak digandrungi orang-orang, terutama anak muda, di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia.

Aktor dan aktris keren, plot bagus, hingga sinematografi yang ciamik menjadi sejumlah faktor mengapa drama Korea punya banyak penggemar dan jadi salah satu hiburan populer saat ini.

Tapi, tidak seperti di negara lain, di negara tetangga Korea Selatan, yakni Korea Utara, menonton drama Korea Selatan adalah sebuah tindakan ilegal yang dilarang oleh hukum. Maka itu, biasanya masyarakat Korea Utara yang ingin menonton drakor, harus melakukan secara diam-diam.

Dan baru-baru ini, Gukmin Ikbo melaporkan bahwa terdapat sekitar 10.000 siswa di Korea Utara menyerahkan diri ke polisi lantaran menonton drama dan film Korea Selatan. Laporan itu juga menyebutkan, terdapat sekitar 5.000 pemutar DVD yang diserahkan ke pihak berwenang.

Sejumlah orang berkumpul di depan Kumusan Palace of the Sun, Korea Utara. Foto: Micha Brandli di Unsplash
Sejumlah orang berkumpul di depan Kumusan Palace of the Sun, Korea Utara. Foto: Micha Brandli di Unsplash

Ribuan siswa ini menyerahkan diri dengan harapan mendapatkan hukuman yang lebih ringan daripada ditangkap oleh polisi secara langsung.

Jadi, untuk menerima hukuman yang lebih ringan, seseorang dapat mengakui kesalahan mereka ke Pusat Keamanan Masyarakat atau Kantor Polisi.

Menurut Koreaboo, dilansir Jumat 30 April 2021, jika seseorang tertangkap atau digerebek oleh polisi, dan kedapatan sedang menonton drakor atau film dari Korsel, maka bisa mendapat hukuman yang berat.

Hukuman hingga 15 tahun penjara dimungkinkan bagi mereka yang menonton konten dari Korea Selatan atau melihat foto dan buku-buku Korea Selatan.

Drakor Love Alarm
Drakor Love Alarm. Foto: Instagram

Kemudian, bagi orang yang menggunakan bahasa Korea Selatan, maka bisa mendapat hukuman hingga 2 tahun penjara.

Korea Utara memang dikenal sangat mengawasi konten yang dikonsumsi oleh warganya. Pemerintah dengan tegas melarang konten dari Selatan untuk disebarkan, dilihat atau ditonton.

Selain menindak konten dari Selatan, dikatakan juga bahwa pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kini telah mulai menindak pakaian kasual para pemuda di Korea Utara.

Namun demikian, belum diketahui lebih lanjut bagaimana nasib 10 ribu siswa yang menyerahkan diri ke polisi itu, mengingat terbatasnya akses informasi terkait negara tersebut.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close