Trending

2 hari sebelum penyerangan Mabes Polri, ternyata Polisi temukan barang ini

Beberapa hari sebelum aksi penyerangan di Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri), polisi sempat melakukan aksi penangkapan serta penggeledahan di sejumlah tempat dan temukan barang ini.

Khususnya yang ditemukan di Kabupaten Sukabumi, polisi melakukan penggeledahan di sekitar rumah seorang terduga teroris di Kampung Limbangan RT 14 / 03, Desa Cibodas Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi.

Ketika melakukan penyisiran di tempat itu, polisi menemukan benda yang diduga sebagai black powder di rumah BS, terduga teroris yang sempat ditangkap di Jakarta, pada Senin, 29 Maret 2021.

Ilustrasi pasukan ISIS. Foto: The Muslim Post
Ilustrasi teroris. Foto: The Muslim Post

Menyitat Suara, adapun barang-barang tersebut kemudian dibawa ke Polsek Parungkuda untuk diperiksa dan diidentifikasi.

Nah dari foto yang didapat jurnalis saat melakukan penggeledahan, terlihat ada bubuk hitam di dalam toples plastik bening yang tengah ditimbang oleh petugas. Ada juga pipa besi dan paralon, serta sejumlah jenis pakaian termasuk topi.

Informasi yang didapatkan, barang-barang yang diamankan dari rumah BS antara lain: Black Powder, Arang, Golok, Pipa besi dilapisi paralon, Paralon 2 Inchi, dan atribut berupa baju, topi dan figura foto.

Identitas pelaku penyerangan Mabes Polri

Setelah aksi penyerangan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sejumlah isu mengenai pelaku yang diduga sebagai teroris tersebut beredar luas di kalangan publik, di antaranya soal generasi milenial hingga latar belakang pendidikan.

Mengutip Suara, menurut informasi yang beredar di kalangan wartawan, pelaku penyerangan Mabes Polri disebut berinisial ZA.

Teroris perempuan berjilbab serang Mabes Polri, Jakarta Selatan. Foto: Istimewa
Teroris perempuan berjilbab serang Mabes Polri, Jakarta Selatan. Foto: Istimewa | 2 hari sebelum penyerangan Mabes Polri, ternyata Polisi temukan barang ini

Usut punya usut, ternyata pelaku ZA merupakan generasi milenial yang artinya lahir di antara rentan waktu 1981 hingga 1996. Sedangkan kabar yang beredar mengatakan bahwa ZA merupakan seorang wanita yang lahid di bulan September tahun 1995.

Adapun alamat tempat tinggalnya disebut berada di kawasan Jakarta Timur dengan status pernikahan ‘belum menikah’.

Selain itu, perempuan yang memiliki pendidikan terakhir di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) ini dikabarkan merupakan sosok terdidik lantaran menempuh pendidikan lanjutan di perguruan tinggi. Artinya ZA ini adalah mahasiswa di sebuah kampus.

Kendati demikian, tidak diketahui lebih lanjut kebenaran dari informasi yang beredar terkait terduga teroris pelaku penyerangan Mabes Polri.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close