Fit

Mirip reaksi alergi ini 3 gejala covid-19 yang muncul di kulit

Gejala covid-9 bisa muncul ruam hingga bintik merah.

Setelah hampir satu tahun berlalu, ternyata para peneliti masih terus melakukan studi untuk menggali banyak informasi tentang virus SARS CoV 2 atau covid-19.

Sebuah penelitian terbaru telah diterbitkan The American Journal of Surgical Pathology. Dalam jurnal itu disebutkan bahwa ada beberapa gejala baru yang bisa diidentifikasikan dari perubahan kondisi kulit.

Ada tiga perubahan kulit yang dapat menandakan awal gejala atau permulaan Covid-19.

foto ruam gatal iritasi
Ilustrasi ruam gatal dan iritasi. Foto: PIxabay

Penelitian yang dilakukan di klinik Salamanca di Madrid itu menemukan bintik-bintik, ruam, dan gatal-gatal merupakan indikasi infeksi virus corona.

Penelitian juga menunjukkan adanya pola perkembangan gejala nonklasik tersebut. Menurut para ilmuwan, reaksi kulit bisa muncul sebelum gejala biasa, seperti batuk dan hilangnya indera perasa atau penciuman, muncul.

Hasil ini merupakan analisis dari data pasien usia 7-13 tahun dan 28-83 tahun selama gelombang pertama pandemi.

Dalam pernyataannya, rumah sakit Madrid Metropolitan mengatakan lima jenis manifestasi kulit yang terdaftar adalah 11 lesi akroiskemik atau chilblains, 9 eksantema atau ruam, 2 proses purpura, 1 ruam seperti gatal, dan 2 nonspesifik.

“Penelitian juga menemukan keberadaan virus di sel endotel dapat mengaktifkan mekanisme yang memicu munculnya peradangan, yang menyebabkan lesi dermatologis,” kata rumah sakit dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Express UK.

Para peneliti mengatakan sebagian besar lesi kulit di bagian kaki dan ekstremitas bawah tubuh. Namun, mereka juga menemukan ada beberapa kasus terisolasi di mana gejala ini muncul dan ditemukan di bagian tangan pasien.

Para peneliti sejauh ini tidak menemukan korelasi antara masalah kulit dan tingkat keparahan kondisi pernapasan yang disebabkan oleh infeksi. Adapun, semua responden yang mengikuti penelitian menunjukkan gejala Covid-19 pada saat pengambilan sampel.

Pengujian PCR akan memberi tahu apakah orang mengalami infeksi Covid-19 atau tidak. Para peneliti menyarankan deteksi dini dari masalah kulit ini dapat mengingatkan pada beberapa kasus virus corona baru dan dengan demikian dapat melakukan upaya pencegahan.

Selain muncul pada kulit, ada 8 gejala baru covid-19 yang tak boleh diabaikan

Sepanjang 11 bulan berlalu gejala covid-19 lekat dengan kondisi demam, batuk, hingga sesak napas.
Salah satu tanda-tanda gejala COVID-19 terbaru yang belum lama diketahui adalah parosmia atau gangguan pada indra penciuman pasien Corona. Berikut ini 8 tanda-tandanya;

Parosmia

Dikutip dari Healthline, parosmia atau distorsi penciuman ini menyebabkan penderitanya mengalami ‘halusinasi penciuman’. Misalnya bau harum mungkin akan tercium busuk di indra penciumannya.

Delirium

Tanda-tanda gejala COVID-19 terbaru lainnya adalah delirium. Ini merupakan gejala mental yang membuat pengidapnya mengalami kebingungan berat dan kesadaran yang berkurang akibat terganggunya sistem saraf pusat. Umumnya, gejala COVID-19 terbaru ini muncul pada kelompok lanjut usia atau lansia.

Ilutrasi Perawatan Kulit. Foto: chezbeate di Pixabay

Kelelahan

Kelelahan juga termasuk ke dalam tanda-tanda gejala COVID-19 terbaru yang banyak dialami pasien Corona. Berdasarkan studi yang di publikasi di Journal of the American Medical Association (JAMA), ini jadi salah satu gejala yang bisa bertahan lama setelah seseorang terinfeksi COVID-19.

Sakit mata

Berdasarkan studi di Anglia Ruskin University (ARU), Inggris, sebanyak 18 persen pasien Corona mengalami salah satu gejala baru yaitu fotofobia atau sensitivitas cahaya.

Masalah pencernaan

Sebuah studi mengungkapkan infeksi virus Corona bisa mengakibatkan masalah pencernaan, seperti diare dan muntah-muntah. Umumnya, tanda-tanda gejala COVID-19 terbaru ini terjadi disertai dengan gejala Corona lainnya.

Nyeri otot

Penelitian yang dipublikasi di The Journal Annals of Clinical and Translational Neurology menemukan sebanyak 44,8 persen relawan yang berpartisipasi dalam studi ini mengalami nyeri otot akibat COVID-19.

Ruam kulit

Tanda-tanda gejala COVID-19 terbaru yang juga sudah dialami pasien COVID-19 adalah ruam di kulit. Namun, cenderung bersifat ringan dan tidak berisiko fatal.

Hilang kemampuan indra penciuman dan perasa

Bahkan butuh waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai fungsi indra tersebut kembali normal.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close