Trending

Fakta baru! Insiden penembakan Cengkareng, 3 korban dan pelaku ternyata satu suku

Insiden penembakan Cengkareng yang melibatkan anggota TNI dan Polisi ternyata makin pelik. Meski pelakunya yaitu Bripka CS (Bripka Cornelius) sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun publik masih penasaran dengan kasus ini.

Sebuah fakta baru atas insiden ini terungkap. Ternyata ketiga korban hingga pelaku berasal dari satu suku yaitu Batak.

Seperti diketahui, umum di masyarakat bahwa ‘perantau’ atau keturunan satu suku di Indonesia memiliki jalinan ikatan dan kedekatan tersendiri.

Dalam kasus penembakan Cengkareng ini pelaku adalah Bripka CS atau Cornelius bermarga Siahaan. Sedangkan 3 korban lainnya yaitu Martinus bermarga Sinurat.

Bripka Cornelius
Bripka Cornelius foto: Suara

Berdasarkan penelusuran HOPS, Martinus bernama lengkap Martinus Riski Kardo Sinurat tergabung dalam Kompi Pengawal Detasemen Markas Komando Cadangan Stragis Angkatan Darat (Kostrad).

Menurut data di Surat Izin Mengemudi (SIM) tipe C miliknya, Martinus beralamat di Asmil Yonif 412 Pangenrejo RT 1 RW 1 Purworejo.

Sedangkan menurut KTP-nya yang dikeluarkan di Jakarta Selatan, ia beralamat di Petukangan Utara, Pesanggrahan.

Martinus diketahui lahir di Padangsidempuan, 3 Maret 1991. Artinya, ia akan berulang tahun yang ke-30 hari Rabu pekan depan.

Selain Martinus, dua korban lainnya yang juga tewas ditembak mati di tempat adalah pelayan kafe bernama Feri Saut Simanjuntak dan kasir kafe bermarga Manik. Selain itu, manajer kafe bermarga Hutapea, juga kena tembak, namun tidak tewas, namun mendapat luka serius.

Kronologi kejadian, Bripka CS gelap mata karena disodori tagihan kafe

Dilansir laman Suara, Kabid Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus aksi Bripka CS menembak satu anggota TNI dan dua pegawai kafe dalam kondisi mabuk. Sebelum menembak korbannya, dia sempat terlibat cekcok dengan pegawai kafe.

Ia menjelaskan bagaimana kronologi insiden penembakan yang menewaskan tiga orang itu.

Peristiwa itu bermula tatkala Bripka CS mendatangi kafe tersebut sekira pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Selanjutnya, sekira pukul 04.00 WIB salah satu pegawai kafe menagih pembayaran terhadap tersangka sejumlah Rp3,3 juta.

Ilustrasi penembakan. Foto: Suara.
Ilustrasi penembakan. Foto: Suara.

Kemudian, tersangka tak terima lantaran merasa tagihan tersebut terlalu mahal. Cekcok pun terjadi, hingga akhirnya Bripka CS menembak mati dua pegawai kafe dan satu anggota TNI yang bertugas sebagai keamanan.

Dalam perkara ini Bripka CS telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memastikan akan menindak tegas oknum anggotanya tersebut. Selain terancam sanksi pidana, yang bersangkutan juga terancam diberhentikan secara tidak hormat.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close