Hobi

3 Pengaturan WhatsApp ini ternyata kurang aman, sudah tahu?

Aplikasi pesan instan WhatsApp dewasa ini memang tengah populer. Berbagai kemudahan ditawarkan dari aplikasi bernuansa warna hijau ini. Fitur yang beragam dan pengaturan yang dapat memudahkan pengguna menjadi faktor mengapa WhatsApp banyak dipakai orang di berbagai belahan dunia.

Tapi ternyata, di balik kemudahan dari fitur dan pengaturan yang ditawarkan, ada sejumlah titik yang membuat obrolan di WhatsApp jadi tidak aman.

Baca juga: Gampang, begini cara mengaktifkan Dark Mode di WhatsApp Web

Melansir The Sun pada Selasa 24 November 2020, terdapat tiga pengaturan WhatsApp yang tidak aman dan membahayakan pengguna. Apa saja itu? Simak ulasan berikut ini.

Simpan foto otomatis

Dalam aplikasi WhatsApp atau yang biasa disingkat kebanyakan orang Indonesia jadi WA ini memiliki pengaturan untuk mengunduh gambar secara otomatis ke galeri handphone.

Pengaturan ini dianggap banyak orang memudahkan karena tidak perlu repot-repot mengunduh satu per satu gambar yang dikirim oleh orang lain.

Tapi ternyata, menyimpan gambar secara otomatis dari WhatsApp ke galeri HP bukanlah ide yang bagus.

Ilustrasi aplikasi WhatsApp. Foto: Webster2703 di Pixabay
Ilustrasi aplikasi WhatsApp. Foto: Webster2703 di Pixabay

Gambar yang diterima bisa jadi merupakan ‘Trojan horse’ dan berisi kode untuk hacker meretas perangkat.

Diduga, jika hanya melihat gambarnya di dalam WhatsApp maka akan aman, tapi jika gambar aneh masuk ke ponsel itu lain cerita dan bisa jadi kamu mengalami masalah.

Nah, sebaiknya kamu mengetahui dengan jelas siapa si pengirim file dan menyadari jika gambar tersebut aman, untuk terhindar dari masalah peretasan.

Kamu harus waspada dan curiga jika ada seseorang yang tidak dikenal mengirim suatu gambar aneh yang tidak kamu ketahui.

Untuk menonaktifkan pengaturan penyimpanan gambar secara otomatis, kamu bisa masuk ke Settings dan klik Chats. Lalu nonaktifkan Save to Camera Roll.

Cadangan iCloud WhatsApp

Opsi cadangan alias backup iCloud WhatsApp tidak menawarkan end-to-end encryption. Hal ini terjadi karena begitu percakapan dicadangkan ke iCloud, maka itu bukan lagi jadi tanggung jawab WhatsApp, melainkan tanggung jawab Apple.

Jika kamu pengguna iPhone dan mencadangkan obrolan iPhone WhatsApp di iCloud, obrolan menjadi tidak terenkripsi. Hal ini dapat memungkinkan penjahat siber bisa meretas iCloud untuk kemudian melihat obrolan tersebut.

Tapi untungnya, Apple memiliki metode sendiri untuk menjaga data pengguna tetap aman.

Pesan menghilang otomatis

Jika dilihat dari namanya, pengaturan dissapearing messages alias pesan menghilang otomatis mungkin terdengar aman. Namun, ternyata itu tidak seaman kedengarannya.

WhatsApp baru-baru ini menambahkan fitur yang memungkinkan pengguna mengirim teks yang bisa hilang setelah jangka waktu tertentu. Mirip dengan Snapchat, fitur ini meningkatkan privasi pesan agar tidak disalahgunakan. Saat mengaktifkan fitur ini pesan tersebut akan hilang setelah tujuh hari.

Dissapearing Messages WhatsApp. Foto: The Verge

Tetapi setidaknya ada tujuh cara seseorang dapat melihat pesan kamu sebelum dihapus.

Pertama, pratinjau pesan masih dapat ditampilkan dalam notifikasi hingga aplikasi WhatsApp dibuka. Kedua, jika pesan kamu dikutip, teks kutipan tersebut masih bisa ada di obrolan.

Ketiga, jika pesan diteruskan ke obrolan maka pesan masih bisa dibaca. Keempat, jika pengguna membuat cadangan sebelum pesan menghilang, maka pesan itu akan dimasukkan ke dalam cadangan. Namun, pesan tersebut akan dihapus jika pengguna memulihkan WhatsApp mereka dari cadangan.

Seseorang dapat meneruskan atau mengambil tangkapan layar dari pesan kamu yang menghilang sebelum dihapus. Mereka juga dapat menyalin dan menyimpan konten dari pesan sebelum itu menghilang. Dan juga memungkinkan untuk mengambil foto dari sebuah pesan dengan menggunakan kamera sebelum pesan kamu menghilang.

Nah, itu dia tadi tiga pengaturan WhatsApp yang berbahaya. Tentunya kamu nggak mau kan obrolan pribadi dan hal privasi lain milik kamu terekspos oleh orang lain, apalagi jika dimanfaatkan oleh orang jahat yang tidak bertanggung jawab, ih serem. Hati-hati ya guys!

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close