Trending

3 Fakta peran Prasetijo di pelarian Djoko Tjandra, auto kena pasal berlapis

Mabes Polri telah resmi menetapkan Brigjen Pol Prasetijo Utomo sebagai tersangka dalam membantu pelarian Djoko Tjandra. Terdapat 3 fakta peran Prasetijo yang secara langsung membantu pelarian buronan Bank Bali tersebut keluar masuk Indonesia.

Karopenmas Divhumas Brigjen Awi Setiyono mengatakan, Prasetijo seperti sebelumnya diungkapkan Kabareskrim memiliki peran lengkap dalam membantu pelarian Djoko Tjandra selama ini. Tercatat disebutkan 3 peran yang dilakukan Prasetijo untuk memuluskaan buronan tersebut keluar masuk Indonesia.

“Dan tentunya sudah ada gambaran kan mulai kita sangkakan pemalsuan surat. Kemudian terkait membantu pelarian yang bersangkutan, dan terus menyembunyikan pelaku kejahatan. Itu semua ada konsekwensi hukumnya,” beber Awi.

Brigjen Prasetijo Utomo. Foto: dpp-iphi.com
Brigjen Prasetijo Utomo. Foto: dpp-iphi.com

Terkait adanya motif lain, ia menambahkan belum mendapatkan informasi dari penyidik , dan akan menanyakan hal tersebut ke penyidik untuk mengetahui motif tersangka dalam membantu kaburnya Djoko  Tjandra.

“Motif nanti kita tanyakan lebih lanjut ke penyidik, namun sebelumnya Pak  Kabareskrim telah menyampaikan pasal-pasal berlapis hingga tiga pasal untuk menjerat beliau,” katanya.

Diketahui, Prasetijo dikenakan 3 pasal berlapis diantaranya  Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 E KUHP, Pasal 426 ayat 1 KUHP, dan Pasal 221 ayat 1 ke 2 KUHP.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah)
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah). Foto FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Kabareskrim periksa ketat Prasetijo

Kabareskrim Komjen Listyo mengatakan penetapan tersangka Prasetijo ini berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik pada Senin pagi yang dihadiri oleh Itwasum Polri, Divisi Propam Polri, Rowassidik Polri, para direktur dan seluruh penyidik yang tergabung dalam Tim Khusus pengungkapan kasus surat jalan Djoko Tjandra.

Menurut dia, penetapan tersangka terhadap Prasetijo dilakukan setelah tim penyidik mengumpulkan keterangan para saksi dan bukti-bukti.

Baca juga: Lebaran Idul Adha tak ada larangan mudik, pemerintah pesan begini

“Kami telah melakukan pemeriksaan beberapa keterangan saksi dan kami mendapatkan barang bukti sekaligus kami dalami terkait obyek dimaksud yaitu Surat Jalan Nomor 77 tanggal 3 Juni 2020, Surat Keterangan Covid Nomor 990, Surat Jalan Nomor 82 tanggal 19 Juni 2020 atas nama DST, dimana dua surat jalan tersebut dibuat atas perintah tersangka PU (Prasetijo Utomo),” katanya.

Kemudian Surat Keterangan Pemeriksaan Covid Nomor 1561 dan Surat Rekomendasi Kesehatan Nomor 2214 yang dibuat di Pusdokkes Polri.

“Dengan konstruksi pasal tersebut, maka tersangka PU telah menyuruh membuat dan menggunakan surat palsu tersebut di mana Saudara AK dan DST berperan menggunakan surat palsu tersebut,” tutur jenderal bintang tiga itu.

Djoko Tjandra
Djoko Tjandra dalam persidangan. Foto ANTARA FOTO/Str/Irham/aa.

Prasetijo sempat hilangkan barang bukti

Kabareskrim mengungkapkan begitu kabar surat jalan membantu Djoko Tjandra ramai perhatian masyarakat, Brigjen Prasetijo Utomo berupaya menghilangkan barang bukti surat tersebut.

Upaya ini, kata Kabareskrim, melanggat ketentuan pelanggaran pasal 221 ayat 1 ke-2 KUHP, yang mana yang Brigjen Prasetijo telah menghalangi dengan menganjurkan dan menghilangkan sebagaian barang bukti yang dikuatkan oleh pengakuan saksi.

“Tersangka BJP PU sebagai pejabat Polri menyuruh Kompol Joni Andrianto untuk membakar surat yang telah dipergunakan dalam perjalanan oleh saudara AK (Anita Kolopaking) dan JST (Djoko Tjandra), termasuk juga oleh yang bersangkutan,” ujar Kabareskrim di Markas Bareskrim, Jakarta, Senin 27 Juli 2020, dikutip Suara.

Kabareskrim Listyo Sigit mengungkapkan, institusinya telah mengusur aliran dana dari buronan Djoko Tjandra di balik munculnya surat jalan tersebut.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close