Sains

4 Akibat fatal jika daratan dan lautan bertukar posisi

Pernahkah kalian membayangkan, apa yang akan terjadi jika daratan dan lautan di permukaan bumi saling bertukar posisi?

Menurut para peneliti, planet bumi yang kita huni telah terbentuk dan berusia 4,54 miliar tahun, namun kehidupan di permukaan bumi baru muncul sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu.

Secara keseluruhan, luas permukaan bumi mencapai 510.072.000 kilometer persegi, 70,8% di antaranya terdiri dari perairan dengan luas daratannya hanya sekitar 29,2%.

Baca juga: Peneliti LIPI temukan hubungan kisah Nyi Roro Kidul dengan tsunami Jawa

Jika luas perairan dengan daratan bertukar posisi, dengan kata lain, luas daratan akan lebih luas dibandingkan lautan.

Para ilmuwan menjelaskan, apabila hal itu terjadi, kemungkinan besar suhu di planet bumi akan meningkat secara ekstrem dan menyebabkan terjadinya peningkatan populasi karnivora khususnya dari keluarga reptilia.

Dilansir dari Bright Side, kira-kira inilah kemungkinan yang akan terjadi pada planet bumi jika daratan dan lautan saling bertukar posisi.

Suhu bumi meningkat drastis

Wilayah perairan di bumi, dikenal memiliki kemampuan untuk menyerap paparan panas matahari yang berlebihan. Perairan di bumi menjadi sumber penguapan air yang membantu proses terjadinya hujan. Oleh sebab itu, perairan dianggap mampu memengaruhi bumi dalam mengatur cuaca dan suhu.

Kondisi tanah yang terpapar panas berlebihan. Foto: Pexels
Kondisi tanah yang terpapar panas berlebihan. Foto: Pexels

Makanya, keberadaan perairan yang lebih luas daripada daratan sangat membantu bumi dalam menjaga suhunya agar tetap stabil. Jika pertukaran tersebut terjadi, maka suhu di bumi akan mengalami peningkatan secara cepat dan suhu permukaannya menjadi semakin panas. Bukan tak mungkin hal itu akan mengakibatkan kekeringan berkepanjangan, bencana kelaparan, hingga memusnahkan sebagian besar mahluk hidup.

Mengubah peradaban manusia

Air merupakan salah satu sumber kehidupan bagi mahluk hidup termasuk manusia. Ketika air menjadi sumber daya alam yang langka, maka negara-negara di dunia akan berusaha mengendalikan pasokan air. Kebutuhan pada air akan melebihi ketergantungan sumber daya minyak bumi seperti saat ini.

Ilustrasi peperangan. Foto: Pexels
Ilustrasi peperangan. Foto: Pexels

Eksplorasi perebutan sumber air dapat mengakibatkan perang dunia, perekonomian negara pun ikut terpengaruh. Negara yang lemah dan kalah dalam perebutan sumber air, akan bersiap mengalami bencana kelangsungan hidup yang cukup serius.

Merubah pola hidup flora dan fauna

Persediaan air yang semakin menipis berdampak pada pola kehidupan mahluk hidup di bumi seperti tumbuhan dan hewan. Suhu yang meningkat secara signifikan membuat oksigen di atmosfer menurun, dan meningkatkan karbon dioksida.

Agar bisa bertahan hidup, mahluk hidup harus berevolusi menyesuaikan kondisi lingkungan yang memanas. Hampir sebagian besar tumbuhan yang bergantung pada air akan mati kekeringan.

Salah satu hewan berjensi reptil yang dapat bertahan hidup. Foto: Pexels
Salah satu hewan berjensi reptil yang dapat bertahan hidup. Foto: Pexels

Hal tersebut membuat tumbuhan yang menjadi sumber bahan makanan bagi hewan herbivora menurun. Cepat atau lambat, para herbivora akan punah karena kelaparan. Tidak hanya itu, hal ini juga akan memengaruhi hewan karnivora, sebab makanan mereka berupa hewan lain yang biasanya berasal dari hewan-hewan herbivora.

Kondisi cuaca ekstrem akan membuat hewan berdarah dingin seperti reptil bertahan hidup, dan mahluk hidup berdarah panas yakni keluarga mamalia akan mengalami pengurangan populasi.

Oksigen akan berkurang

Ilustrasi kebakaran hutan. Foto: Pexels
Ilustrasi kebakaran hutan. Foto: Pexels

Suhu di permukaan bumi yang semakin panas, membuat tumbuhan sebagai salah satu pemasok oksigen mati kekeringan. Bahkan di sejumlah titik terjadi kebakaran hutan. Selain itu, lautan juga berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida yang kita hembuskan ke atmosfer.

Jika luas perairan lebih sedikit dibandingkan daratan, maka karbon dioksida akan semakin meningkat. Layaknya berada di sebuah ruangan tertutup yang diisi banyak orang, pada satu sisi kita akan kekurangan oksigen dan di sisi lain karbon dioksida akan meningkat dalam lingkup udara kita. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
X
Close