Fit

5 Negara dengan tradisi lebaran terunik, Turki mirip halloween

Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan, umat muslim kerap merayakan tradisi lebaran sebagai bentuk kemenangan. Biasanya, setelah pulang ibadah ied di masjid, masyarakat Tanah Air bakal mengunjungi rumah tetangga, saudara, dan handai taulan untuk sekadar berjabat tangan dan meminta maaf.

Namun sayang, mewabahnya pandemi corona di berbagai belahan dunia membuat perayaan tradisi lebaran tahun ini tak seramai biasanya. Bahkan, sepanjang Hari Raya, kebanyakan umat muslim hanya menghabiskan waktu di dalam rumah.

Baca juga: Ucapkan selamat Lebaran, Luhut: Momen tepat saling menjaga anak bangsa

Jauh sebelumnya, ketika corona belum mewabah di dunia, lebaran bukan hanya ramai di Indonesia, melainkan juga luar negeri. Menariknya, bentuk perayaan di masing-masing negara sangat berbeda, tergantung bagaimana budaya serta kebiasaan warga setempat.

Nah, biar tidak penasaran, berikut kami rangkum daftar lima negara dengan perayaan lebaran terunik, dikutip dari Eton Insitut dan sumber lain, Senin 25 Mei 2020.

UAE

Perayaan di Uni Arab Emirate atau UAE sebenarnya tak terlalu berbeda dengan Indonesia. Di sana, setelah menyelesaikan ibadah ied di masjid, umat muslim bakal berkumpul dengan keluarga dan teman terdekat di kediaman sosok yang dituakan.

Lalu, jika di Indonesia kita mengenal ketupat dan opor ayam sebagai hidangan wajib lebaran, di UAE punya harees atau bubur gandum dengan daging, serta balaleet atau sejenis bihun manis yang dipadukan dengan telur dadar.

Menariknya, di negeri bergurun pasir itu, kalimat yang diucapkan ketika bertemu keluarga dan saudara saat Idul Fitri, bukan ‘maaf lahir batin’, melainkan ‘asakum min awada’ yang berarti: semoga kamu bersama kami lagi di lebaran berikutnya.

Kondisi Makkah yang masih tertutup dari jamaah
Kota Makkah akan terus tertutup hingga lebaran Foto: Daily Sabah

Turki

Negara yang terletak di benua Eropa itu termasuk yang paling ramai ketika lebaran datang. Di Turki ada perayaan yang disebut Seker Bayrami atau festival permen. Uniknya, secara konsep, festival tersebut terlihat mirip Halloween. Hanya saja, tanpa kostum seram dan mencolok.

Jadi, setelah menjalani salat ied, anak-anak bakal berkunjung ke rumah tetangga dengan membawa keranjang. Nantinya, pemilik rumah yang dikunjungi bakal memberikan permen atau makanan manis lain sebagai bentuk hadiah atau THR layaknya di Indonesia.

India

Jika di Indonesia lebaran identik dengan pakaian putih, maka berbeda dengan di India. Biasanya, saat Hari Raya datang, sebagian umat muslim di Negeri Hindustan bakal mengenakan pakaian mencolok dan bercorak ramai. Terutama para wanitanya.

Selain pakaian penuh warna, wanita di India juga senang mengenakan perhiasan, seperti gelang dan kalung yang jumlahnya cukup banyak. Mereka juga melukis tangannya dengan mehndi atau pacar dengan pola meliku khas Timur Tengah.

Bukan hanya tubuh dan pakaian, rumah umat muslim di Negeri Barata juga mendapat perlakuan ekstra saat Hari Raya tiba. Sang pemilik bakal mengecat ulang seluruh ruangnya, menambahkan lampu warna-warni, serta pajangan yang diletakkan di berbagai sudut.

China

Meski di China Islam merupakan agama minoritas, namun bukan berarti perayaan Lebarannya jauh dari kesan ramai. Hingga akhir 2018, ada 25 juta umat muslim di Negeri Tirai Bambu yang berasal dari suku Uyghur dan Hui. Saat Idul Fitri tiba, mereka ramai-ramai pergi mengunjungi makam Sayyid Ajjal.

Sekadar diketahui, Sayyid Ajjal Shams Al Din Omar adalah gubernur pertama provinsi Yunan yang memperkenalkan Islam sekaligus memperaktekkan toleransi beragama di daerah tersebut. Di sana, para muslim akan bahu membahu untuk membersihkan makam dan kemudian membaca Quran bersama.

Afghanistan

Saat mendengar Afghanistan, hal pertama yang terlintas di kepala kita adalah perang dan kondisi negara yang kurang aman. Namun siapa sangka, di sana perayaan Lebarannya terbilang seru, bahkan unik dan berbeda.

Umat muslim di Afghanistan punya tradisi unik yang disebut Tokhm-Jangi atau perang telur. Setelah melakukan salat ied bersama, orang-orang akan berkumpul di taman dan saling memecahkan telur rebus milik tetangga di sekitarnya. (Jalaludin Rumi)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close