Fit

Pemerintah pastikan 6 vaksin ini bakal beredar di RI, sontek bocoran harganya

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan secara resmi menetapkan 6 jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 mulai tahun depan.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9860 tahun 2020 tertanggal 5 Desember 2020.

Keenam vaksin tersebut diproduksi oleh Bio Farma, Astrazeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac Biotech.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyatakan pemerintah akan terus menjalankan diplomasi dengan berbagai negara untuk mendatangkan vaksin Covid-19 selain vaksin buatan perusahaan bioteknologi Sinovac Biotech, China yang tiba pada Minggu 6 Desember 2020 lalu.

Saat ini Retno bersama dengan kementerian kesehatan dan kementerian keuangan terus melakukan diplomasi multilateral di Jenewa, Swiss untuk pengadaan vaksin multilateral.

“Sebagaimana diketahui, Indonesia termasuk satu dari 92 negara COVAX AMC yang akan memperoleh vaksin sebesar 3-20 persen dari jumlah penduduk yang berasal dari GAVI COVAX Facility,” kata Retno dilansir Suara.com Selasa 8 Desember 2020.

Meski telah ditetapkan 6 vaksin tersebut, namun Retno memastikan ada beberapa proses administrasi dan persiapan teknis yang harus dilakukan, terutama oleh Kemenkes dan Kemenkeu.

Proses tersebut di antaranya pengiriman vaccine request form kepada COVAX Facility yang telah dilakukan pada 7 Desember sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing.
Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing, China, 11 April 2020. Foto ANTARA Xinhua/Zhang Yuwei/pras)

“Sementara dari sisi kesehatan, diplomasi bekerja untuk memperlancar ketersediaan alat diagnostic, therapeutic, dan vaksin untuk keperluan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, diharapkan vaksin multilateral juga bisa masuk secara bertahap ke Indonesia pada 2021.

Kemudian, masih ada beberapa tahapan yang masih harus dilakukan sampai akhir 2020, seperti kedatangan vaksin Covid-19 dari Sinovac. Tahapan berikutnya sebanyak 15 juta dosis bahan baku vaksin dalam bentuk curah bulan ini, serta 1,8 juta dosis vaksin jadi dan 30 juta dosis bahan baku vaksin dalam bentuk curah pada Januari 2021.

Pada Agustus lalu, Retno bersama Menteri BUMN Erick Thohir ditugaskan untuk membuka akses kerjasama dengan beberapa pengembang vaksin, termasuk Sinovac.

Harga vaksin yang bakal tersedia di Indonesia beragam

Dari keenam vaksin covid-19 yang bakal beredar di Indonesia, ada beberapa yang sudah menyelesaikan uji klinis dengan efektivitas melebihi 90 persen.

Dilansir berbagai sumber, berikut penjelasan beberapa vaksin COVID-19 di Indonesia termasuk efektivitas dan harganya.

Sinovac

Vaksin Covid-19 dari Sinovac
Vaksin Covid-19 dari Sinovac . Foto Instagram @siteanotabahia

Pemerintah Indonesia melobi Kerjasama dengan vaksin yang diproduksi oleh raksasa perusahaan biofarmasi Tiongkok, Sinovac Biotech Ltd.

Vaksin Sinovac menggunakan inactivated virus atau metode virus yang telah dilemahkan. Berdasarkan laporan terakhir uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac memicu antibodi usai empat pekan suntik.

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto pada Rapat dengan Komisi IX DPR RI Jakarta, Selasa 17 November 2020 mengungkap harga per dosis vaksin COVID-19 Sinovac berada di kisaran RP200 ribu.

Pfizer

Vaksin ini berasal dari perusahaan farmasi di Amerika Serikat, Pfizer yang juga bekerjasama dengan perusahaan Jerman, BioNTech SE.

Vaksin Pfizer memiliki efektivitas 95 persen di hasil akhir uji klinis yang dilaporkan. Vaksin COVID-19 ini menggunakan teknologi baru mRNA dan perlu disimpan dalam suhu minus 70-80 derajat Celcius karena mudah degradasi.

Perkiraan harga vaksin COVID-19 Pfizer adalah US$20 per dosis atau setara dengan Rp283 ribu.

Moderna

Sama seperti Pfizer, Moderna termasuk vaksin COVID-19 yang menggunakan teknologi baru mRNA. Vaksin ini dikembangkan oleh perusahaan farmasi yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, AS.

Hasil akhir uji klinis vaksin COVID-19 Moderna dilaporkan melebihi 90 persen. Perkiraan harga Moderna berada di US$10-50 per dosis atau setara Rp141-700 ribu.

AstraZeneca

AstraZeneca merupakan vaksin buatan perusahaan Inggris bekerjasama dengan Oxford University. Vaksin ini dilaporkan memiliki efektivitas 70 persen di hasil awal uji klinis mereka.

Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan, namun beberapa relawan vaksin COVID-19 AstraZeneca umum seperti rasa nyeri sendi ringan di bagian suntikan hingga merasa kedinginan.

Perkiraan harga vaksin COVID-19 AstraZeneca di bawah US$4 per dosis atau sekitar Rp56 ribu.

Sinopharm

Sinopharm merupakan vaksin corona covid-19 yang dikembangkan oleh Grup Farmasi Nasional China. Perusahaan ini mengatakan bahwa vaksin COVID-19 mereka dibanderol Rp2,1 juta untuk dua kali suntik.

Vaksin COVID-19 menggunakan metode inactivated vaccine. Sementara ini, tidak ada efek samping serius yang dilaporkan dialami para relawan.

Merah Putih (PT Bio Farma)

Sebagai produsen lokal dari Indonesia, PT Bio Farma juga beberapa kali menyinggung soal harga vaksin COVID-19 Sinovac. Pihak PT Bio Farma mengatakan harga yang dibandrol untuk satu dosisnya adalah sekitar Rp200 ribu.

Vaksin yang diberi nama Merah Putih ini ditargetkan akan selesai 2021 dan didistribusikan pada awal 2022.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close