Fit

Sempat ditetapkan jadi tanaman obat, ini 7 manfaat ganja untuk kesehatan

Belakangan ini ramai dibicarakan ketetapan pemerintah yang mengkategorikan ganja sebagai tanaman obat. Namun tak berselang lama ketetapan itu kembali dicabut. Tapi siapa sangka, di balik pandangan buruk masyarakat tentang tanaman ini, ganja ternyata memang memiliki sederet manfaat untuk kesehatan lho.

Ganja sejatinya telah digunakan sebagai obat depresan di beberapa negara. Ganja diketahui memiliki kandungan zat Tetrohidrokanibinol (THC), yang merupakan salah satu dari 400 zat kimia yang dapat menyebabkan efek perubahan suasana hati.

Muslima Fest

Baca juga: Olahraga sambil mendengarkan musik, 5 manfaat ini bisa kamu dapat

Kandungan inilah yang disebut menjadi satu dari beberapa manfaat ganja dalam dunia kesehatan. Namun selain itu, melansir laman hellosehat, ternyata ganja memiliki sederet manfaat lho. Berikut ulasannya.

Mencegah glukoma

Tanaman ganja bisa digunakan untuk mengatasi dan mencegah mata dari penyakit glukoma. Menurut penelitian dari National Eye pada awal 1970-an, ganja dapat menurunkan intraocular pressure (IOP), alias tekanan bola mata, pada orang dengan tekanan normal dan orang – orang dengan glukoma. Efek ini mampu memperlambat proses terjadinya penyakit ini sekaligus mencegah kebutaan.

Meningkatkan kapasitas paru

Tidak seperti merokok, ketika seseorang yang mengisap ganja, maka itu tidak akan merusak fungsi paru-paru. Bahkan dalam sebuah studi yang diterbitkan di Journal of the American Medical Association pada 2012, disebutkan bahwa ganja justru dapat meningkatkan kapasitas paru-paru.

Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa para perokok tembakau kehilangan fungsi paru-parunya sepanjang waktu tersebut, tapi pengguna ganja justru malah memperlihatkan peningkatan kapasitas paru-parunya.

Ilustrasi tanaman ganja
Ilustrasi tanaman ganja. Foto: TinaKru dari Pixabay

Namun demikian, tetap saja paparan asap ganja dalam jangka panjang dan penggunaan dengan dosis yang tinggi dapat merusak paru-paru.

Mencegah kejang karena epilepsi

Sebuah studi pada tahun 2003 menyebut bahwa ganja dapat mencegah kejang karena epilepsi. Seorang ilmuwan dari Virginia Commowealth University, Robert J. De Lorenzo memberikan ekstrak tanaman tersebut dan bentuk sintetisnya pada tikus epilepsi yang kejang selama 10 jam.

Hasilnya, cannabinoid dalam tanaman ini dapat menendalikan kejang dengan cara menahan sel otak responsif untuk mengendalikan rangsangan dan mengatur relaksasi.

Mematikan sejumlah sel kanker

Salah satu manfaat kesehatan terbesar ganja adalah kemampuannya untuk mematikan sel kanker. Kandungan dalam ganja yang bernama cannabidiol disebut mampu menghentikan kanker dengan mematikan gen yang disebut Id-1.

Bukti ini didapat dari sebuah studi yang dilakukan peneliti dari California Pacific Medical Center di San Fransisco pada tahun 2007. Dalam sejumlah kasus, ganja dipercaya mampu mematikan sel-sel kanker. Selain itu, ganja juga diketahui mampu melawan efek mual dan muntah akibat kemoterapi.

Mengurangi nyeri kronis

Kandungan cannabinoid pada ganja juga disebut mampu mengatasi rasa sakit yang kronis. Menurut Harvard Health Publishing, tanaman ini juga bisa meringankan rasa sakit akibat multiple sclerosis, nyeri saraf dan sindom iritasi usus.

Mengatasi masalah kejiwaan

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Psychology Review menunjukkan bukti bahwa ganja memiliki manfaat untuk masalah kejiwaan tertentu. Para peneliti menemukan bukti bahwa tanaman ini bisa membantu menghilangkan stres akibat depresi dan gejala gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Tanaman ganja berguna di dunia medis
Tanaman ganja di dunia medis bermanfaat Foto: Hallosehat

Namun demikian, ganja bukanlah obat yang tepat untuk masalah kesehatan jiwa seperti gangguan bipolar dan psikosis. Hal ini karena ganja justru dapat memperparah gejala orang yang memiliki gangguan bipolar.

Memperlambat perkembangan alzheimer

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa THC dari tanaman ini dapat membantu memperlambat pertumbuhan plak amiloid. Plak-plak yang terbentuk ini bisa membunuh sel-sel otak yang berkaitan dengan alzheimer. Nah kerja dari THC ini adalah membantu menghalangi enzim pembuat plak tersebut di otak agar tidak jadi terbentuk.

Itulah tadi beberapa manfaat ganja untuk kesehatan. Meski memiliki sejumlah manfaat baik, namun ganja tidak boleh dipakai sembarangan, apalagi jika hanya untuk bersenang-senang. Ingatlah bahwa di Indonesia ganja termasuk dalam kategori obat-obatan terlarang.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close