Trending

8 Anggota KAMI ditangkap, Rocky: Gatot diuji sebagai militer

Ditangkap-nya delapan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) belakangan disorot publik. Tak kalah menarik, lantaran publik seolah menunggu sikap Gatot Nurmantyo atas ditangkap-nya sejumlah anggotanya oleh Polisi, lantaran dituduh berusaha rusuh, dalam aksi demo.

Terkait hal ini sejumlah pihak pun menyampaikan pendapat. Salah satunya adalah pengamat politik Rocky Gerung. Menurut Rocky, Gatot memang diuji sebagai militer atas ditangkap-nya para anggota KAMI, di mana tiga di antaranya merupakan anggota Komite Eksekutif.

Baca juga: Habib Rizieq is back! Refly: Semoga jadi angin segar bagi Indonesia

Lalu apa penjelasannya?

Sebelum ke Gatot dan ditangkap-nya delapan anggota KAMI, Rocky menyinggung Demokrat dan SBY terlebih dahulu. Di mana, sebelumnya pihak berkuasa telah menuding Susilo Bambang Yudhoyono sebagai salah satu bohir alias penyandang dana dari sejumlah aksi penolakan UU Omnibus Law di Tanah Air.

Apalagi, belakangan Partai Demokrat nampak all out menyuarakan penolakannya atas peluncuran UU Omnibus Law, termasuk Cipta Kerja.

Padahal, kata Rocky, sebenarnya Demokrat mencoba memberi masukan secara konsepsional kepada Pemerintah.

“Itu yang coba diterangkan Demokrat, ngapain tuduh Demokrat. Padahal semua orang juga tahu, kalau UU ini membatalkan harapan buruh tentang masa depan. Jadi kalaupun paralel, karena Demokrat juga menganggap kebijakan Pemerintah tidak menghasilkan harapan pada masa depan,” katanya disitat dalam saluran Youtube-nya, Rabu malam, 14 Oktober 2020.

Rocky Gerung. Foto: Youtube ILC
Rocky Gerung. Foto: Youtube ILC

Jadi kesetaraan persepsi itu, kata Rocky, jangan malah disebut sebuah penunggangan. Sebab itu merupakan pemikiran yang kacau, seperti yang dituduhkan pada SBY belakangan.

Singgung Gatot

Menurut Rocky, keterangan sejumlah pihak termasuk menteri yang menuding ada orang di balik maraknya aksi demo ini adalah bentuk kepanikan.

Seperti usai SBY, penguasa berusaha menekan oposisi dengan menangkap sejumlah deklarator KAMI. Kata Rocky, bisa jadi dengan ditangkap 8 anggota KAMI, dengan maksud menakut-nakuti Gatot Nurmantyo yang tak lain berkedudukan sebagai Presidium.

“Nurmantyo itu, Gatot Nurmantyo itu kalau soal takut enggak takut, dia diuji sebagai militer. Tapi kemudian Gatot menganggap bahwa ini hiburan saja sebenarnya tuh.”

Presidium KAMI. Foto: Dok Galamedia.
Presidium KAMI. Foto: Dok Galamedia.

“Karena Gatot enggak pernah merasa itu penting untuk ditanggapi (tudingan aktor di belakang demo),” kata Rocky.

Rocky melanjutkan, rezim ini belakangan makin frustasi, sehingga makin mencari cara untuk menandingi narasi dari oposisi. Bisa ditandingi, namun narasinya harus lebih keren ke depan.

Gatot sengaja dipancing

Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane melihat ditangkap-nya sejumlah aktivis KAMI merupakan manuver rezim untuk memancing Gatot Nurmantyo.

Neta mengatakan rezim pemerintahan Jokowi sudah gerah dengan eksistensi KAMI. Makanya berbagai modus dilakukan rezim untuk mematikan KAMI, mulai dari gerakan penolakan sampai penangkapan aktivis KAMI.

Neta menganalisis, ada tiga tujuan penangkapan Syahganda Nainggolan Cs oleh Polri. Salah satunya adalah memancing Gatot Nurmantyo.

Neta mengatakan tiga tujuan penangkapan 8 aktivis KAMI. Pertama yaitu mengalihkan konsentrasi buruh dalam melakukan aksi demo dan menolak UU Ciptaker atau UU Omnibus Law.

Tujuan kedua, Neta menduga, sebagai terapi kejut bagi KAMI dan jaringannya agar tidak melakukan aksi-aksi yang ‘menjengkelkan’ rezim Jokowi.

Dan kemungkinan lainnya, menguji nyali Gatot Nurmantyo sebagai tokoh KAMI, apakah dia akan berjuang keras membebaskan Syahganda Cs atau tidak.

“Jika dia terus bermanuver bukan mustahil Gatot juga akan diciduk rezim, sama seperti rezim menciduk sejumlah purnawirawan di awal Jokowi berkuasa di periode kedua kekuasaannya sebagai presiden,” kata Neta.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close