Fit

8 Gejala covid-19 langka yang tak terdaftar di WHO, bengkak testis hingga jari melepuh

Gejala covid-19 langka dialami beberapa orang di dunia.

Seperti yang banyak dilaporkan pihak medis, gejala covid-19 umumnya meliputi demam, batuk kering, hingga kelelahan. Beberapa orang bahkan mengeluhkan sakit tenggorokan, hidung tersumbat, mata merah, diare hingga ruam kulit.

Namun ada beberapa gejala pasien covid-19 yang tidak umum beberapa di antaranya mengalami masalah pada mata hingga kulit.

Apa saja gejalanya? Dilansir Suara dan berbagai sumber berikut ini daftar gejala covid-19 langka.

Sariawan

Profesor epidemiologi genetik di King’s College London mengatakan terjadi peningkatan jumlah pasien yang menderita gejala aneh seperti lidah Covid (Covid tongue) dan sariawan.

Dilansir dari The Health Site, peneliti berhipotesis bahwa banyaknya reseptor ACE2 (angiotensin converting enzyme) di jaringan mulut dapat membuat mulut menjadi area yang rentan terhadap virus corona.

Ilustrasi lidah
Ilustrasi lidah foto: Pixabay.

Rambut rontok

Sejumlah besar pasien Covid-19 mengalami penipisan rambut dalam beberapa hari atau minggu sejak diagnosis awal.

Para ahli mengatakan ini disebut telogen effluvium, yakni masalah kepala sementara yang disebabkan oleh syok pada sistem seperti demam atau penyakit.

Masalah kulit

Masalah kulit juga tidak ada dalam daftar gejala CDC, tetapi sangat umum. Masalah kulit dialami sekitar 20 persen orang dengan Covid-19 melaporkan perubahan kulit, termasuk ruam atau gatal-gatal.

Ilutrasi Perawatan Kulit. Foto: chezbeate di Pixabay

Lidah dan mulut melepuh

Peneliti yang sama dari King’s College juga menyebut kemungkinan area dalam mulut menjadi melepuh juga rentan terjadi akibat jaringan mulut yang rentan terhadap virus.

Konjungtivitis

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam BMJ Open Ophthalmology menemukan bahwa hampir sepertiga dari pasien Covid-19 melaporkan gejala mata mencakup konjungtivitis (mata merah muda), mata sakit, mata gatal, atau fotofobia (kepekaan terhadap cahaya).

Tinitus

Coronavirus dapat menyerang telinga bagian dalam, menyebabkan pusing, vertigo, pingsan, tinitus atau telinga berdenging dan gangguan pendengaran. Penelitian telah menemukan bahwa satu dari sepuluh pasien Covid-19 melaporkan tinnitus atau penurunan pendengaran.

Nyeri dan bengkak pada testis

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Emergency Medicine, melaporkan bahwa seorang pria berusia 37 tahun di San Antonio, Texas, mengalami nyeri testis dan bengkak selama tiga hari setelah didiagnosis terpapar virus corona.

Para peneliti menulis bahwa beberapa komplikasi genitourinari telah dilaporkan terkait Covid-19, termasuk masalah pembekuan darah yang dapat menyebabkan priapisme (ereksi yang menyakitkan dan berkepanjangan).

Gangren

Ganggren adalah matinya jaringan tubuh akibat infeksi bakteri yang berat. Sebuah kasus terjadi di Italia menimpa wanita berusia 86 tahun.

European Journal of Vascular & Endovascular Surgery, menyebut kondisi itu menjadi studi kasus manifestasi terparah dari penyakit COVID-19.

Penyebabnya adalah kerusakan jaringan pembuluh darah Beberapa jari tangan wanita itu menghitam karena COVID-19, yang menyebabkan pembekuan parah dan memutus suplai darah ke ekstremitasnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close