Trending

Abaikan Pemerintah, Bupati Karanganyar siap pimpin salat Idul Fitri berjamaah

Kebijakan kontroversial ditempuh Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Juliyatmono. Warga Karanganyar diperbolehkan menggelar salat Idul Fitri berjemaah, baik di lapangan, masjid, maupun musala.

Bahkan, Juliyatmono sedianya akan bertindak selaku khatib salat Idul Fitri di salah satu lokasi di Karanganyar. Hal itu ditegaskan sang bupati saat ditemui awak media.

Baca Juga: Habib Bahar ditangkap lagi, netizen ramai-ramai tanya di mana Panglima Kumbang?

Jamaah Masjid Tiban di Gedongmulyo, Lasem, Rembang. Foto: Santri Bean Wetan via PicasaPicasa
Jamaah Masjid Tiban di Gedongmulyo, Lasem, Rembang. Foto: Santri Bean Wetan via PicasaPicasa

“Kami percaya, yakin. Masyarakat sudah mengatur sendiri-sendiri. Manfaatkan dengan baik. Artinya ya silakan ditata. Saya pimpin nanti di Alun-Alun dengan mengerahkan Satpol PP untuk memastikan protokol pencegahan persebaran Covid-19 betul-betul dilaksanakan,” tutur dia disitat Suara, Rabu 20 Mei 2020.

Juliyatmono mengingatkan agar para warga tetap jaga diri berkaitan dengan covid-19, dengan melengkapi masker, sejadah sendiri, dan jaga jarak saf.

Dia juga telah menyiapkan protokol untuk ditaati para warganya, termasuk soal isi khotbah yang diminta dipersingkat.

“Jika menghendaki salat Id di tanah lapang, masjid, dan musala, kami mengizinkan dengan tetap mematuhi protokol. Cuci tangan pakai sabun dan pada air mengalir, pakai masker, bawa sajadah sendiri, jaga jarak saf, persingkat khotbah,” katanya.

Hagia Sophia, bangunan bekas basilika di Istanbul Turki, yang dijasikan masjid pasa Khilafah Ottoman. Sekarang bangunan ini dijadikan museum. Foto Pixabay.
Hagia Sophia, bangunan bekas basilika di Istanbul Turki, yang dijasikan masjid pasa Khilafah Ottoman. Sekarang bangunan ini dijadikan museum. Foto Pixabay.

Pertimbangan Bupati

Kebijakan membolehkan warga Karanganyar untuk salat Idul Fitri penuh dengan berbagai pertimbangan. Sang bupati merasa persebaran kasus covid-19 di wilayahnya bisa dikendalikan.

“Pertimbangan sederhana. Persebaran Covid-19 terkendali. Lokus sudah diketahui dan stagnan atau mengalami perlambatan, sudah terkendali. Kami identifikasi dan memberikan pilihan pada masyarakat.”

Meski demikian, pihaknya melarang warga Karanganyar melakukan anjangsana dan berhalal bihalal setelah salat Idul Fitri. Juliyatmono menegaskan halal bihalal bisa dilakukan lewat telepon seluler.

Ilustrasi salat Jumat di Pakistan. Foto: Reuters.
Ilustrasi salat Jumat di Pakistan. Foto: Reuters.

“Hindari berkerumun halal bihalal setelah salat Id. Biasanya kan setelah salat Id itu berkumpul di satu lokasi, lalu bersalam-salaman, berkunjung ke rumah orang lain. Itu yang saya minta dihindari. Tak perlu silaturahmi ke tempat lain, bisa lewat handphone.”

Pada kesempatan itu, Juliyatmono juga menegaskan kalau dia tak bakal menyelenggarakan open house di Rumah Dinas Bupati Karanganyar maupun kediaman pribadi. Begitu pula dengan agenda Pemkab Karanganyar yang tidak menyelenggarakan open house.

“Pemerintah tidak membuka open house. Rumah dinas juga tidak ada open house. Semua tetap mematuhi protokol kesehatan, tidak ada halal bihalal, pertemuan. Semua ditiadakan. Silaturahmi melalui teknologi, handphone,” katanya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close