Trending

Abu Janda dijamin gak masuk penjara? Operasi intelijen main sih

Masih ingat kan kasus yang menjerat Permadi Arya alias Abu Janda? Belakangan isunya agak meredup. Nah ada analisis nih, kasus Abu Janda ini memang cuma pengalihan untuk menutupi kebohnya kasus korupsi bantuan sosial yang menjerat sejumlah politikus PDI Perjuangan, bahkan elite PDIP yang disebut-sebut madam Bansos.

Bahkan ada analisis lanjutannya lho, Abu Janda sudah digaransi gak masuk penjara lho. Yang menganalisis ini adalah mantan orang dalam Istana gitu. Apa iya sih gitu atau bagaimana?

Abu Janda dijamin gak masuk penjara

Permadi arya alias Abu Janda
Permadi arya alias abu Janda Foto: Antara

Sebuah akun yang mengaku sebaga mantan orang dalam Istana, @DalamIstana mengumbar analisisnya soal kasus Abu Janda. Menurut akun ini, kasus Abu Janda ini cuma pengalihan dari kabar korupsi bansos yang membuat menteri Jokowi dicopot.

Operasi pengalihan ini memanfaatkan hebohnya sorotan masyarakat pada kicauan Abu Janda di media sosial. Permadi Arya terseret kasus dugaan rasisme dan penodaan agama.

Akun ini menganalisis ribut-ribut kasus Abu Janda kemarin adalah kreasi dari oknum elite intelijen di Indonesia.

“Kemarin netizen ke pancing, ikut ribut-ribut Abu Janda sama Haris Pratama. Padahal itu cuma drama yg disetting BG saja. Abu Janda sudah digaransi gak bakal masuk penjara. Malahan duitnya makin banyak. Haris Pratama sudah disiapkan jabatan komisaris BUMN. Brengsek bener!” tulis akun tersebut dikutip Selasa 16 Februari 2021.

Operasi penyelamatan Abu Janda

Foto Abu Janda dan Natalius Pigai
Foto Abu Janda dan Natalius Pigai. Foto Twitter @Dennysiregar7

Kemarin kan Abu Janda sudah bertemu dan kopi darat dengan Natalius Pigai, yang jadi korban kicauan rasis dari Abu Janda.

Nah menurut akun ini, pertemuan itu merupakan operasi penyelamatan Abu Janda supaya nggak makin terancam bui gitu.

Makanya kok agak berurutan tuh, setelah ribut-ribut Abu Janda tensinya turun dan pertemuan Abu Janda dengan Pigai terjadi pada waktu hampir beriringan.

“Ribut-ribut Abu Janda sama Haris Pratama sengaja diturunin tensinya karena publik sudah mulai jenuh. Karena itu dilakukan operasi penyelamatan Abu Janda via Dasco Gerindra. Terus dibikin isu baru buat mengalihkan isu Madam Bansos,” tulis akun itu.

Dalam postingan di akun Instagramnya, Abu Janda mengunggah foto selfie dengan Pigai. Dalam postingan itu dia menuliskan sepetik perbincangannya dengan Pigai kemarin malam.

Abu Janda menegaskan ke Pigai nggak ada niatan mau rasis kepada tokoh HAM dan kemanusiaan itu. Abu Janda menceritakan dia pernah terbang ke kamp pengungsi di Jayapura waktu pecah kerusuhan Wanena pada 2019.

Abu Janda mengatakan ke Pigai, langkahnya terbang ke Jayapura itu untuk wawancara dan mendalami apakah benar kabar siapa sih penyerangan dalam kasus kerusuhan Wamena. Dari penelusuran saksi mata kerusuhan itu, Abu Janda mengatakan justru warga Wamena yang menolong warga pendatang.

“Saya lakukan itu agar tidak ada tensi antar etnis, jadi tak mungkin aku rasis ke kaka apalagi ke saudara Papua,” ujar Abu Janda ke Pigai.

Nah mendengar cerita Abu Janda, apa kata Pigai. Ternyata mantan Komisioner HAM itu tahu apa yang dilakukan Abu Janda waktu itu.

“Ka Pigai jawab: “saya ngerti itu! bahkan di TV saya bilang tolong jaga Abu Janda, dia orang baik.” Ka Pigai juga mengaku tidak kenal dengan yang melaporkan saya. Lalu kita sepakat untuk saling rukun guyub dan bersama membangun negeri. Terima kasih kaka,” tulis Abu Janda ke Pigai sudah rukun.

Madam Bansos

bantuan sosial covid-19 dari pemerintah
Bantuan sosial covid-19 yang diberikan pemerintah kepada rakyat Foto: antara

Akun tersebut menilai operasi ribut-ribut Abu Janda ini merupakan skenario kedua dari pengalihan madam Bansos dari jerat hukum kasus korupsi bansos. Target operasi ini adalah menyasar media massa dan media sosial, meramaikan kasus Abu Janda supaya nama Madam Bansos nggak muncul kembali gitu.

Selain itu operasi pengalihan melalui media massa ini juga mendapatkan momentum wafatnya Ustaz Maaher At Thuwailibi beberapa pekan lalu.

“Wafatnya Ustadz Maheer sengaja dimanfaatkan polisi buat membangun kebencian publik kepada polisi. Informasi sengaja dibikin kabur bin buram. Biar banyak yang slip lidah. Biar bisa jadi alasan buat nangkap orang lagi,” tulis akun itu.

Abu Janda tersangkut kasus hukum gara-gara cuitan soal evolusi ke Pigai di Twitter. Akibatnya, beberapa orang mengatasnamakan KNPI pada Kamis 28 Januari 2021 melaporkan Abu Janda terkait cuitannya yang diduga mengandung rasisme terhadap Natalius Pigai.

Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim dengan laporan bernomor: LP/B/0052/I/2021/Bareskrim. Abu Janda dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 25 ayat (2) dan/atau Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan (SARA), Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP.

Yang dilaporkan adalah dugaan adanya ujaran kebencian dalam kicauan ABu Janda pada 2 Januari 2021 yang menyebut “Kau @nataliuspigai2 apa kapasitas kau, sudah selesai evolusi kau,”.

Kalau menurutmu Sobat Hopers, bagaimana dengan analisis ini? Kamu punya analisis lain boleh dong komentarmu.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close