NewsSains

Ada alasan ngeri kenapa laptop diawasi super ketat di bandara

Kalau kamu membawa peralatan elektronik di bandara, khususnya laptop, jangan kaget jika barangmu diawasi ekstra oleh petugas bandara. Bahkan di Amerika, setiap orang wajib mengeluarkan laptop mereka dari tas ataupun koper dan menjalani pemeriksaan. Lalu, apa alasan di balik regulasi ini?

Hal ini lantaran laptop rentan berisi bom ataupun senjata tajam yang diselundupkan. Oleh karenanya, Administrasi Keamanan dan Transportasi mewajibkan agar laptop dikeluarkan dari tas dan melewati scanner tanpa terhalang apa pun. Jadi, mesin dapat melacak muatan laptop dan menentukan apakah ada material eksplosif di dalamnya.

Tak hanya itu, mengeluarkan laptop juga memudahkan kerja X-ray untuk mengidentifikasi seluruh barang di dalam tas.

Baca Juga: Istrinya santai bayar listrik Rp38 juta sebulan, Stefan William tajir banget

Ilustrasi laptop di dalam pesawat
Ilustrasi laptop di dalam pesawat Foto: The Irish Times

Salah satu peristiwa yang memicu regulasi ini adalah kecelakaan pesawat Pan Am Flight 103 di Lockerbie, Skotlandia pada 1989 lalu. Insiden ini disebabkan oleh bom yang tersembunyi di dalam alat pemutar musik boombox. Akibatnya, sebanyak 243 penumpang, 16 kru pesawat, serta 11 orang warga tewas dalam kecelakaan.

Setelah insiden ini, pemerintah sempat mewacanakan pelarangan alat elektronik di dalam kabin. Namun, FAA mengusulkan agar handphone, radio, jam alarm, komputer, serta laptop diawasi lebih ketat di bandara.

Meski telah diterapkan di banyak bandara, regulasi mengenai screening laptop belum diaplikasikan secara menyeluruh. Hingga pasca peristiwa 9/11 di Amerika, peraturan ini mulai ditetapkan sebagai standar prosedur di seluruh bandara Amerika.

Isi laptop yang dimodifikasi dengan material eksplosif
Isi laptop yang dimodifikasi dengan material eksplosif Foto: The NY Times

Di Indonesia sendiri, ada 13 bandara yang menerapkan aturan ini. Di antaranya adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, Juanda, Sultan Hasanuddin, Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Frans Kaisiepo, Sam Ratulangi, Syamsudin Noor, Ahmad Yani, Adisutjipto, Adi Soemarmo, International Lombok, Pattimura, dan Bandara El Tari.

Kendati lebih aman, namun regulasi ini juga memiliki kekurangan. Pasalnya, laporan kehilangan barang oleh calon penumpang pesawat meningkat secara drastis. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close