Trending

Ada Allahu Akbar di pesawat tempur KFX, disaksikan Prabowo Subianto

Ada yang menarik saat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri langsung peluncuran pesawat tempur Korean Fighter Experimental/Indonesian Fighter Experimental (KFX/IFX) di Korea Selatan, Jumat lalu. Pesawat tempur KFX/IFX tampil di depan Prabowo.

Nah dalam peluncuran yang disiarkan langsung di televisi Korea Selatan itu, pesawat tempur itu muncul dengan tulisan Allahu Akbar pada bodi pesawat itu. Tulisan Allahu Akbar ini dalam bentuk pantulan cahaya. Apa sih itu?

Allahu Akbar dari sini

Peluncuran pesawat tempur KFX/IFX
Peluncuran pesawat tempur KFX/IFX . Foto Youtube South Korean Military Channel

Ada yang menerka-nerka kenapa kok bisa ada pantulan cahaya Allahu Akbar di bodi pesawat tempur itu.

Tulisan Allahu Akbar itu ternyata diduga muncul dari bendera Iran. Sebab sebelum muncul Allahu Akbar itu, tampil bendera Korea Selatan dan bendera negara lainnya.

Ada yang menduga bendera-bendera itu adalah negara yang bekerja sama dengan Korea Selatan untuk pembuatan pesawat tempur yang dimaksud.

Pesawat tempur KFX kerja sama Korea Indonesia

Peluncuran pesawat tempur KFX
Peluncuran pesawat tempur KFX. Foto Antara/HO-Kedubes Korea Selatan

Prabowo Subianto dalam akun pribadinya di Instagram memosting foto bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Y M Suh Wook. Foto itu dalam rangka menghadiri undangan Roll-Out Fighter Jet KF-X/ IF-X.

Dikutip dari Antara, pesawat tempur KFX/IFX itu diberi nama KF-21 Boramae itu merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan.

Dalam pertemuannya dengan Menhan Korsel Suh Wook pada Kamis 8 April 2021 Prabowo mengatakan Kementerian Pertahanan RI siap membangun hubungan kerja sama pertahanan yang lebih kuat dengan Korea Selatan.

Prabowo berharap hubungan bilateral Indonesia-Korea Selatan di bidang pertahanan dapat memberikan kontribusi yang positif, tidak hanya untuk kepentingan nasional kedua negara, tetapi juga untuk menjaga keamanan, perdamaian dan stabilitas kawasan.

Ia juga melihat masih banyak peluang kerja sama pertahanan yang perlu dijajaki bersama, terutama dalam rangka membangun rasa saling percaya dan meningkatkan kerja sama industri pertahanan.

Seperti diketahui, proyek pengembangan pesawat tempur KFX/IFX sempat tertunda sekitar tahun 2009. Kemudian pada 7 Januari 2016 Indonesia dan Korea Selatan menandatangani cost share agreement. Terdapat tiga fase pembuatan KF-X/IF-X. Pertama, yakni pengembangan teknologi atau pengembangan konsep, pengembangan rekayasa manufaktur atau pengembangan prototipe, dan proses produksi massal.

Targetnya, pada 2020 pesawat tempur sudah bisa diproduksi dan pada 2025 diharapkan sudah bisa beroperasi. KFX/IFX merupakan proyek jangka panjang Indonesia dan Korsel. Total investasi kedua negara mencapai 8 miliar dolar AS.

Proyek ini akan melibatkan APBN masing-masing negara. Dalam kerja sama ini, pemerintah Korea menanggung 60 persen biaya pengembangan pesawat, sisanya ditanggung perusahaan pembuat pesawat Korea (KAI) 20 persen, sementara pemerintah Indonesia hanya 20 persen.

Kedua negara menargetkan produksi 168 unitpesawat KFX/IFX dengan pembagian yang disesuaikan dengan kontribusi masing-masing yakni 120 unit untuk Korea Selatan dan 48 unit untuk Indonesia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close