Hobi

Terungkap! Ada kelompok elit rahasia yang diistimewakan Facebook, boleh lakukan hal terlarang ini

Raksasa media sosial Facebook dikenal memiliki sederet aturan yang harus dipatuhi penggunanya saat memposting konten di dalam platform tersebut. Namun demikian, ternyata aturan itu tidak berlaku merata ke seluruh pengguna di dunia. Baru-baru ini sebuah laporan menyebut Facebook mengecualikan sejumlah elit alias pengguna VIP di platform-nya dan membuat mereka ‘kebal aturan’.

Menurut dokumen perusahaan yang ditinjau oleh The Wall Street Journal, Facebook secara diam-diam membangun sistem membebaskan pengguna kelas atas alias elit dari beberapa atau semua aturan yang mereka punya.

Program tersebut disebut sebagai XCheck, kependekan dari ‘cross check’, yang membebaskan jutaan pengguna VIP, termasuk atlet dan politisi, dari aturan konten normal Facebook.

Melansir Market Watch, Kamis 16 September 2021, beberapa pengguna dimasukkan ke daftar putih, yang berarti ‘kebal aturan’. Sementara yang lain diizinkan untuk memposting materi yang melanggar aturan sambil menunggu ulasan karyawan Facebook, yang seringkali tidak pernah datang.

Ilustrasi aplikasi Facebook. Foto: The Verge
Ilustrasi aplikasi Facebook. Foto: The Verge

Akibatnya, postingan yang menampilkan materi yang biasanya diklasifikasikan sebagai porno atau informasi yang salah, tetap bisa dibagikan oleh pengguna elit itu ke jutaan pengguna lainnya di Facebook.

Dokumen itu juga menunjukkan, kadang-kadang, XCheck telah melindungi figur publik yang postingannya mengandung pelecehan atau hasutan untuk melakukan kekerasan. Padahal konten seperti itu adalah sebuah pelanggaran yang biasanya mengarah pada sanksi bagi pengguna biasa.

Pada 2019 misalnya, XCheck memungkinkan bintang sepak bola internasional Neymar jr. untuk mengunggah foto telanjang seorang wanita, yang menuduhnya melakukan pemerkosaan, kepada puluhan juta penggemarnya sebelum konten itu akhirnya dihapus oleh Facebook. Jika konten serupa diunggah oleh pengguna biasa, sudah barang tentu itu akan mendapat cekalan dari Facebook.

Tinjauan internal pada tahun 2019 tentang praktik daftar putih Facebook, menemukan perlakuan istimewa kepada para pengguna elit tersebut tersebar luas dan tidak dapat dipertahankan secara publik.

Ilustrasi aplikasi Facebook dan Messenger. Foto: Alexander Shatov di Unsplash
Ilustrasi aplikasi Facebook dan Messenger. Foto: Alexander Shatov di Unsplash

“Kami tidak benar-benar melakukan apa yang kami katakan kami lakukan di depan umum,” kata tinjauan rahasia itu.

Tinjauan itu juga menyebut tindakan perusahaan sebagai “pelanggaran kepercayaan”. Tinjauan itu menambahkan, “Tidak seperti komunitas kami lainnya, orang-orang ini dapat melanggar standar kami tanpa konsekuensi apa pun.”

Laporan The Wall Street Journal juga menyebut bahwa XCheck tumbuh untuk memasukkan setidaknya 5,8 juta pengguna pada tahun 2020.

Namun demikian, menukil Independent, ketika dimintai komentar akan laporan tersebut, Facebook membela diri terhadap kebijakan itu dan diklaim saat ini, program XCheck sudah tidak selonggar sebelumnya. Menurut mereka, sebagian konten harus disikapi secara hati-hati.

“Kebijakan ini didesain untuk alasan penting, yaitu agar kami bisa secara akurat menegakkan aturan pada konten yang membutuhkan lebih banyak pemahaman,” kata juru bicara Facebook.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close