Trending

Ada Sultan mau beli Partai Demokrat hingga kudeta, SBY tergiur?

Polemik Partai Demokrat ternyata tak hanya soal kudeta saja, mengingat ada yang ingin membeli partai yang sedang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono. Hal tersebut diungkap SBY yang menegaskan ada pihak yang ingin membeli Partai Demokrat selain adanya aksi kudeta yang masih terjadi saat ini.

Menurut Ketua Majelis Tertinggi Partai Demokrat itu, pihak yang ingin membeli Partai Demokrat tersebut merupakan orang diluar partai. Namun secara tegas SBY menjawab adanya pihak yang ingin membeli partainya tersebut dengan jawaban ‘Not for Sale’.

Pihak yang ingin membeli partai Demokrat tersebut bisa dikatakan setara dengan sultan, namun tidak diperjelas oleh SBY gerakan membeli partai Demokrat dalam arti ingin menghancurkan atau hanya untuk kudeta seperti kabar sebelumnya.

Mantan Presiden SBY. Foto: Ist.
Mantan Presiden SBY. Foto: Ist.

“Pada kesempatan ini, bagi orang luar yang punya ambisi untuk merebut dan membeli partai Demokrat, saya katakan dengan tegas dan jelas, partai Demokrat ‘Not For Sale’,” tegas SBY melalui video Bakomstra Demokrat kepada media.

Partai Demokrat, lanjut SBY tidak untuk diperjualbelikan, meski diakui SBY, Demokrat bukanlah partai yang kaya raya dari segi materi. Karena Partai Demokrat tidak akan tergiur dengan uang sebesar apapun.

“Partai kami bukan untuk diperjual belikan. Meskipun partai Demokrat bukan partai yang kaya Raya dari segi materi, kami tidak tergiur dengan uang anda, berapapun besarnya,” katanya.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Foto Instagram @pdemokrat

Kudeta untuk rusak Partai Demokrat

Terkait isu kudeta tersebut, SBY menyebut jika adanya gerakan yang dilakukan untuk merusak partai Demokrat yang sebelumnya terungkap. Menurut SBY tujuan dari kudeta yang sebelumnya dihembuskan, karena elektabilitas Partai Demokrat yang terus meningkat.

“Bagai halilintar di siang bolong ada gerakan dan permufakatan jahat untuk merusak Partai Demokrat. Saya yakin saudara semua telah mendengarnya. Ada gerakan kudeta kepemimpinan partai demokrat yang ingin mengambil alih kepemimpinan partai yang sah,” kata SBY.

SBY pertanyakan tujuan

Tak hanya memberikan informasi masih adanya gerakan kudeta yang dilakukan, namun SBY juga memberikan informasi terkait tujuan dari kudeta yang sebelumnya dihembuskan, karena elektabilitas Partai Demokrat yang terus meningkat.

Namun disebut para pelaku gerakan jika partai Demokrat dalam keadaan hancur lebur, secara logika SBY mengutarakan, mana ada orang yang mau ambil alih Partai Demokrat jika memang kondisi partai benar-benar hancur.  

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. Foto Instagram @pdemokrat

Tentu para kader di seluruh Tanah Air mesti sadar dan mengerti, justru gerakan dan perilaku segelintir orang inilah yang bisa merusak dan menghancurkan partai. “Jangan mau kita diperdaya, dan ditipu oleh akal busuk mereka,” seru SBY.

“Itulah sebabnya saudara-saudara, meskipun sejak Kongres Demokrat tahun 2020 yang lalu saya tidak lagi aktif dalam kegiatan sehari-hari partai, namun kali ini, menghadapi gerakan ini, sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai, saya harus turun gunung,” tegasnya.

Meskipun masanya telah lewat di Demokrat, SBY merasa harus berjuang bersama pimpinan dan seluruh kader partai di mana pun berada. Gerakan liar ini tidak boleh dibiarkan, harus dicegah dan digagalkan aksi-aksi mereka.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close