Fit

Lari di tengah polusi atlet lari Adinda Sukardi kena mengi, ini bahayanya

Mengi juga bisa muncul karena alergi, infeksi, atau iritasi pada jalan napas.

Olahraga merupakan aktivitas sehat untuk melatih otot tubuh dan membarui metabolisme tubuh. Namun akan berakhir buruk jika tidak dilakukan di tempat yang tepat.

Muslima Fest

Hal itu pula yang terjadi pada atlet lari Adinda Sukardi. Ia membagikan pengalaman dirinya terkena mengi saat melakukan latihan rutin.

Baca juga: Selalu sugesti merasa demam, batuk dan sesak napas, dokter: itu reaksi psikosomatik wabah corona

Dilansir laman ANTARAnews, Adinda meceritakan soal pengalamannya mengalami mengi saat berada di Shanghai, China untuk menjenguk ayahandanya.

Pada pagi hari, di tengah musim dingin, dia berlari tanpa berpikir kualitas udara di sana saat itu.

“Saya lari hanya 4 km, saat itu musim dingin. Cuaca di luar agak abu-abu, enggak berpikir itu karena polusi. Saya lari dalam kondisi dingin. setelah lari 4 km saya bersuara mengi. Saya enggak pernah dalam kondisi asma,” kata dia dalam webinar “Mau Olahraga? Pantau Kualitas Udara”, Selasa 16 November 2020.

Kondisi mengi dialami Adinda bahkan hingga dua tahun, diikuti sesak napas dan performa larinya semakin menurun. Padahal, sebelumnya dia berada dalam kondisi tubuh terbaik selama menjadi atlet, karena mempersiapkan kompetisi penting.

Kini, terutama di tengah pandemi COVID-19, dia mengaku memastikan kondisi kualitas udara sebelum berlari di luar ruangan.

Adinda Sukardi
Adinda Sukardi foto: Instagram

“Bangun tidur cek kualitas udara, keluar rumah setelah jam 9.00 untuk mendapatkan matahari dan berolahraga di luar 30-40 menit. Sorenya di rumah olahraga,” tutur dia.

Mengi juga bisa berbahaya

Mengi adalah istilah untuk menggambarkan suara bernada tinggi yang terdengar saat sedang bernapas. Dilansir laman Web MD, mengi merupakan gejala dari gangguan pernapasan serius.

Disarankan jika kamu mengalaminya, sebaiknya segera mencari pertolongan dokter sesegera mungkin.

Kondisi tersebut ditandai dengan bunyi napas seperti bersiul, dan bisa disertai dengan sesak napas atau terkadang demam. Mengi umumnya terdengar jelas saat penderita menghirup atau menghembuskan napas.

ILustrasi lari menggunakan masker
Pelari menggunakan masker Foto: klik dokter

Namun, ada pula yang baru terdengar saat dokter melakukan pemeriksaan stetoskop. Penyebab mengi diketahui karena penyempitan dan peradangan saluran pernapasan di tenggorokan maupun yang menuju ke paru-paru.

Mengi juga bisa muncul karena alergi, infeksi, atau iritasi pada jalan napas. Pada beberapa kasus, benda asing yang tidak sengaja terhirup juga dapat memicu.

Baca juga: Alergi sinar matahari, wanita ini terpaksa hidup seperti vampir, kisahnya pilu

Kamu dianjurkan segera mengunjungi dokter, terutama jika mengalami kondisi seperti baru pertama kali mengalami mengi, sering kambuh, muncul setelah digigit binatang, misalnya lebah kondisi itu muncul setelah mengonsumsi obat atau makanan tertentu diiringi sesak napas yang parah, hingga daam kondisi tersedak.

Jangan sepelekan mengi, karena bisa menjadi gejala dari penyakit serius, terlebih jika yang kamu alami derita disertai dengan gejala sesak napas, hingga merasa seperti tercekik, pusing, batuk darah, hingga nyeri hebat di bagian dada, demam, hingga kulit dan bibir tampak kebiruan (sianosis).

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close