Trending

AHY teriak-teriak soal buzzer, Irma balas bongkar rahasia Demokrat

Ruang publik beberapa waktu belakangan diramaikan dengan statemen Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengeluhkan keberadaan pendengung politik alias buzzer. Menurut AHY, keberadaan buzeer di Tanah Air saat ini telah sukses memecah demokrasi dan memecah belah bangsa.

Dia juga menyebut, keberadaan buzzer lebih banyak negatifnya, karena selalu memproduksi hoaks, menerapkan politik fitnah, politik hitam, dan sering membunuh karakter seseorang.

Muslima Fest

Terkait hal ini, politisi Nasdem Irma Suryani Chaniago kemudian menanggapinya. Menurut dia, apa yang dikatakan AHY soal buzzer berlebihan. Sebab, kata dia, penggunaan buzzer dalam dunia politik sangatlah wajar.

“Buzzer itu wajar dalam politik. Demokrat pasti paham, karena mereka pernah jadi partai penguasa,” kata dia, dikutip dalam webinar, Senin 13 September 2021.

Irma: AHY jangan sembunyi soal buzzer

Ilustrasi buzzer. Foto: Law justice
Ilustrasi buzzer. Foto: Law justice

Lebih jauh pada kesempatan itu, Irma mencoba mengungkap rahasia Demokrat yang tak diketahui banyak orang. Di mana partai yang dikomandoi AHY itu, kata dia, juga memelihara buzzer. Maka itu dia kemudian menyingir kalau ‘AHY jangan lempar batu sembunyi tangan’.

“Kan Demokrat pernah jadi penguasa, harusnya mereka paham, mahfum kenapa ada buzzer-buzzer dalam perpolitikan di RI bahkan di seluruh dunia. Enggak usah juga menuduh satu pihak punya buzzer, dan seolah mereka ngaku jadi korban. Karena mereka (Demokrat) juga pakai.”

Bukan cuma Demokrat, Irma juga mengakui buzzer-buzzer politik kerap dimiliki pula oleh banyak parpol di Indonesia. Ini digunakan untuk bagian dari sosialisasi, agitasi, propaganda, pencitraan, hingga membunuh lawan politiknya.

Ketua Umum Partai Demokrat AHY
Ketua Umum Partai Demokrat AHY Foto: Antara

“Oposisi mungkin perlu buzzer untuk mendapat simpati publik, sementara pemerintah mungkin juga pakai buzzer untuk menangkis serangan oposisi,” katanya.

Menurut Irma, adapun buzzer-buzzer yang ada di parpol, biasanya merupakan kader yang fanatik dan memang sudah disiapkan oleh partai. Sementara kedua, adalah orang-orang profesional yang memang dibayar baik oleh oposisi atau pemerintah untuk bekerja mengamankan citra mereka.

“Saya enggak menafikkan, tapi jangan baper, karena semua pihak punya buzzer,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close