Trending

Akhirnya Puan ngaku matikan mikrofon, bukan disengaja tapi diminta

Pada Rapat Paripurna Pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Oktober lalu, ada kejadian yang bikin riuh. Ketua DPR Puan Maharani kedapatan mematikan mik pada saat Irwan Fecho dari Fraksi Partai Demokrat menyampaikan interupsi.

Setelah Puan Maharani matikan mik, muncul banyak reaksi negatif dari publik. Putri Megawati Soekarnoputri itu dianggap ‘membungkam’ kebebasan berpendapat. Setelah situasinya mereda, Puan akhirnya angkat bicara.

Baca juga: Neno Warisman soal Habib Rizieq: Siapa sebenarnya engkau ini?

Baca Lainnya

  • Kronologi Puan Maharani matikan mik

    Setelah sempat bungkam, akhirnya Puan Maharani ngaku memang bener mematikan mik Irwan Fecho. Hal itu dia sampaikan dalam kanal YouTube Boy William yang diunggah pada 12 November 2020.

    Puan dan Boy berkeliling gedung DPR hingga sampai di ruang sidang. “Ini ruang sidang Paripurna yang happening itu lho,” kata Puan.

    Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Antara.
    Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Antara.

    Ketua DPR RI wanita pertama itu menjelaskan ke Boy William yang kelihatan takjub kalau kursi di deretan paling depan untuk fraksi besar. Obrolan beralih ke insiden mik.  “Kasus mik kok bisa mati, sih?” tanya Boy.

    Puan lalu menjelaskan kalau ada beberapa pimpinan di DPR. “DPR itu punya aturan tata tertib. Kita yang pimpin itu ada lima dan siapa yang akan pimpin (rapat) itu kesepakatan dari rapat pimpinan,” jelas Puan. Meski begitu, pimpinan tetap berkewajiban untuk mengatur jalannya rapat.

    Dia lalu menjelaskan posisi duduk, bahwa kursi pimpinan berada di tengah. Puan juga menjelaskan tata cara rapat di DPR. “Jadi kalau satu orang sudah mendapat kesempatan berbicara seharusnya kemudian tidak mengulang lagi, tetapi ia memberi kesempatan yang lain untuk berbicara.”

    Selama rapat berlangsung, hanya ada satu mikrofon yang bisa aktif dalam ruang sidang. Maka ketika anggota sedang berbicara, mik pimpinan rapat otomatis mati.  “Kalau floor sedang berbicara, yang di atas itu tidak bisa ngomong karena memang otomatis.”

    Puan mengaku harus menyudahi interupsi Irwan untuk memberikan kesempatan pada yang lain. “Karena ngomong terus tentu saja sebagai pimpinan sidang harus mengatur agar semua dapat kesempatan dan waktu berbicara.“

    Diminta matikan mik oleh pemimpin rapat

    Dijelaskan oleh Puan, secara teknis pimpinan yang bisa mengatur seseorang untuk berbicara.  

    Puan Maharani
    Puan Maharani. Foto: Instagram @puanmaharaniri

    Tapi pada saat sidang, bukan Puan yang bertindak sebagai pemimpin rapat. “Saat kejadian yang heboh itu lho sebenarnya yang mimpin di sebelah kanan saya. Tapi saat yang bersangkutan mau berbicara, karena yang di floor pencet mik terus jadi yang di sana mati”.

    Puan mengklaim diminta buat mematikan mik Irwan. “Nah makanya kemudian pimpinan sidang meminta kepada saya untuk mengatur jalannya sidang ‘bisa enggak saya berbicara’. Ya saya kemudian mematikan mik tersebut”.

    Pada saat itu, Azis Syamsuddin  sebagai wakilnya sekaligus Ketua Sidang Paripurna UU Ciptaker yang memimpin rapat.

    “Jadi sengaja matikan mik ya,” tanya Boy. Dijawab oleh Puan Maharani, “Bukan disengaja tapi untuk mengatur jalannya persidangan agar bisa berjalan baik dan lancar. Karena waktu itu kan sudah diberikan kesempatan berbicara tapi ingin berbicara lagi, berbicara lagi.”

    Sebelumnya pernyataan Puan tersebut, Azis Syamsuddin sudah memberikan keterangan serupa. Dia mengaku meminta Puan mematikan mikrofon demi menjaga ketertiban sidang.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close