Trending

Seperti Abu Nawas, anak Akidi Tio pantas jadi tersangka?

Drama sumbangan 2 triliun Akidi Tio terus menjadi ulasan, lantaran sampai hari ini belum jelas kapan cairnya duit 2 triliun yang diniatkan untuk sumbanga. Penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Drama ruwet duit 2 T Akidi Tio ini dianggap sama dengan riwayat Abu Nawas lho.

Namun demikian, publik mestinya jangan sepenuhnya menyudutkan keluarga Akidi Tio yang komitmen menyumbangkan duitnya. Niatnya baik meski ada kendala dalam pencairan.

Akidi Tio seperti Abu Nawas

Keluarga Akidi Tio usai menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik reserse kriminal umum di Mapolda Sumatera Selatan. Foto: Antara
Keluarga Akidi Tio usai menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik reserse kriminal umum di Mapolda Sumatera Selatan. Foto: Antara

Anggota DPR Jazilul Fawaid menilai drama ruwet duit 2 T Akidi Tio ini mirip dengan kejadian pujangga Arab Persia, Abu Nawas ingin terbang.

Fawaid mengatakan dalam suatu kisah, Abu Nawas yang dikenal pujangga yang kocak, sesumbar ingin terbang seperti burung. Masyarakat lingkungan Abu Nawas sampai Khalifah Harun Ar-Rasyid pun terkejut dan penasaran. Khalifah Harun memanggil Abu Nawas, memastikan apakah Abu Nawas itu ngelawak atau memang ingin terbang. Maka langsung saja, Abu Nawas diperintahkan naik ke gedung tinggi, masyarakat mau lihat coba bagaimana dia bisa terbang atau tidak.

Setelah sampai di puncak gedung, Abu Nawas mengepakkan kedua tangan layaknya burung terbang. Tapi tak bisa terbang. Masyarakat heboh kecewa dan menuntut kepada Khalifah Harun untuk hukum Abu Nawas. Tapi si pujangga itu berdalih, dia kan menyatakan ingin terbang bukan bisa terbang.

Pesan moral kisah Abu Nawas ini adalah jangan lah menelan mentah-mentah sebuah informasi yang muncul.

“Jadi ini (drama Akidi Tio) seperti Abu Nawas mau terbang semua orang ingin saksikan. Jadi pak Aki mau bantu tapi kan ini orang-orang belum ada yang mau (bantu sampai 2T). Masalahnya 2 T nggak jelas ada di mana karena masih mau (masih rencana). Cerita-cerita yang begini begini ini banyak,” kata Fawaid dikutip dari wawancara tvOne, Rabu 4 Agustus 2021.

Dia menghargai niat baik dari Akidi Tio yang mana ingin menyumbangkan hartanya bagi kondisi krisis. Namun yang jadi kontroversi kan, orang sudah niat mau menyumbang kok barang atau duitnya belum disiapkan.

Sayangnya juga, pihak-pihak yang dimintai tolong dalam komitmen sumbangan 2 T itu juga kenapa nggak inisiatif menelusuri detail duit triliunan tersebut, kenapa tidak mengecek duitnya ada atau tidak.

Mau lelucon atau susah tarik 16 T

Jazilul Fawaid PKB. Doc. Antara

Setelah menyimak dinamika duit 2 T Akidi Tio, Fawaid menduga anak pengusaha asal Aceh itu ada pamrih dari duit triliunan yang akan disumbangkan tersebut. Dia menduga duit 2 T itu adalah bonus setelah duit 16 triliun Akidi Tio di Singapura bisa dicairkan anak Akidi Tio.

“Masalahnya logikanya bagaimana, logika keluarga Akidi itu kan warisan di Singapura ada 16 T. Itu kemudian kalau yang dimaui adalah tolong bantu cairkan 16 T, nanti dapat 2 T,” ujar Fawaid menduga.

Kata anggota Komisi III itu berpandangan semisal nanti akhirnya duit 2 triliun itu cair, lantas keluarga Akidi menarik niat sumbangan, ya itu adalah hak mereka sih. Kan itu duit duit mereka, ya suka suka mereka lah.

Masalahnya adalah nanti masyarakat akan menilai motif anak Akidi Tio gembar-gembor mau nyumbang 2 triliun itu apa sih. Jangan salahkan masyarakat kalau jadinya bersikap begini.

“Ini keluarga mau buat lelucon, atau ada kesulitan mau tarik 16 T. Dugaan saya keluarga itu kesulitan mau tarik 16 T,” katanya.

Fawaid mencermati masyarakat merasa kena prank sumbangan Akidi Tio. Dan polisi pun bergerak, dan ada kemungkinan anak Akidi Tio, Heryanty akan dipenjara lantaran menyiarkan kebohongan yang bikin gaduh publik.

Terkait hal ini, Fawaid sih nggak setuju kalau orang mau niat baik nyumbang duit kok malah ujungnya dipenjara.

“Masak orang mau nyumbang lewat Polda disalahkan? Kalau ternyata ini mustahil, ya nggak usah saling menyalahkan. Masyarakat kita sedang butuh, jangankan 2T duit Rp200 ribu saja berharga kok. Jadi jangan ada orang pikiran baik jadi tersangka,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close