Trending

Aksi sadis pembantu, celupkan tangan anak balita majikan ke air mendidih

Hops.id – Seorang pembantu rumah tangga/PRT terpaksa harus berurusan dengan polisi usai melakukan aksi keji terhadap anak majikannya. Aksi sadis pembantu dengan memasukan tangan anak majikannya berulang kali ke air mendidih.

Alhasil, anak balita tersebut mengalami luka bakar serius tingkat dua hingga mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Muslima Fest

Peristiwa ini terjadi di Singapura. Kasus menjadi superheboh usai rekaman closed circuit television (CCTV) aksi sadis pembantu itu beredar di laman Facebook.

Seperti dikutip The Strait Times, Selasa malam 28 Januari 2020, kejadian berawal saat kedua orang tua meninggalkan dua anaknya –16 bulan dan 8 tahun– ke ART barunya, 14 Januari lalu.

Baca juga: ABG Depok jadi sasaran prostitusi apartemen, dirayu di medsos

Orang tua si anak, Amy Low (40 tahun) tak menaruh curiga saat meninggalkan kedua anaknya pada si PRT. Tetapi sekira pukul 17.20, suami Low mendapat telepon dari anak sulungnya. Dia mengatakan kalau adik perempuannya mengalami luka bakar di tangan.

PRT menyiksa anak majikan. Photo: The Straits Time

Low dan suaminya lantas membawa anak malang itu ke rumah sakit. Dokter memberi tahu Low bahwa putrinya menderita luka bakar tingkat dua. Dalam penjelasan kepada Low, si pembantu asal Taiwan itu mengaku kalau anaknya memegang panci panas saat tengah digendong.

“Sejak pelayan itu mulai bekerja, kami memberitahu bahwa prioritasnya adalah selalu merawat anak-anak kami dan tidak kami perbolehkan membawa mereka ke dapur,” kata Low. “Kita selalu bisa masak sendiri atau menyiapkan makanan sendiri, jadi tidak perlu baginya untuk memasak.”

Ketika itu, Low percaya saja pembantunya berkata demikian. Dia menganggap ini bagian dari kecerobohan. Namun dia merasa janggal, saat paginya si pembantu justru mengemasi seluruh barangnya dan bersikeras untuk kembali ke agen tenaga kerja tempatnya disalurkan.

“Aku terus meyakinkannya bahwa kita tidak menyalahkan dia, karena itu hanya kecelakaan. Dan dia masih bisa bekerja untuk kita. Tapi, dia tetap sangat ngotot untuk pulang, sampai akhirnya saya menelepon agensi,” kata Low lagi.

Agensi akhirnya menyatakan setuju untuk mengambil kembali pembantu tersebut dan mengembalikan sejumlah uang yang telah dibayarkan Low untuk menutupi pinjaman pembantunya.

Merasa ada sesuatu yang janggal, Low kemudian memeriksa rekaman dari CCTV tersembunyi yang berada di dapur. Dan alangkah terkejutnya dia saat mendapati rekaman si pembantu berulang kali mencelupkan tangan anaknya di air mendidih. Pembantu tersebut bahkan disebutkan Low nampak mengabaikan tangisan kesakitan dari anaknya.

Selidik punya selidik, rupanya aksi ini sengaja dilakukan si PRT agar bisa pulang ke kampung halamannya di Myanmar. Dia ternyata berharap dipecat. Dalam catatan, pembantu itu berusia 30 tahun. Dia mulai dipekerjakan Low pada 7 Desember 2019.

Karena tak terima dengan lakon buruk si PRT, Low akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi. “Sejak kejadian itu, putri saya terus menangis. Dia masih terlalu muda. Jadi kami tak tahu seperti apa penderitaannya,” kata Low.

Sementara itu Menteri Ketenagakerjaan Singapura (MOM) dalam penjelasannya di Facebook mengaku sudah mendapat kabar soal kejadian itu. “Saat ini, kementerian tengah menyelidiki apakah agensi si pembantu sudah melanggar UU Ketenagakerjaan,” ujar MOM. (Wren Jonah)

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close