Trending

Alasan Amerika cabut dari WHO disebut karena Trump baper

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan meninggalkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 6 Juli 2021.

Keputusan itu ternyata telah diberlakukan sebulan lalu sejak PBB menerima surat pemberitahuan resmi keputusan hengkang yang ditandatangai oleh Presiden AS, Donald Trump.

Baca Juga: Kongo digempur 3 wabah sekaligus, WHO: Ancaman bukan hanya corona

“Kini Sekjen PBB sedang melakukan proes verifikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia. Tapi apakah semua persyaratan untuk penarikan seperti itu dipenuhi?” Ujar Stephane Dujarric juru bicara PBB.

Keputusan pisahnya Amerika dengan WHO awalnya didasari tuduhan Trump bahwa WHO lebih berpihak pada China sejak masa pandemi corona. Banyak pihak juga menilai bahwa keputusan ini hanya berdasarkan emosi, ego dan Trump yang terbawa perasaan semata (Baper).

Bos WHO Tedros Adhanom. Foto: Reuters.
Bos WHO Tedros Adhanom. Foto: Reuters.

Padahal Amerika tercatat telah bergabung lebih dari 70 tahun. Trump sejak awal pandemi sudah menuduh WHO menjadi boneka China di tengah pandemi virus Corona. Di lain sisi, Amerika juga menuding China sebagai dalang penyebaran corona ke seluruh dunia (muncul pertama kali muncul di kota Wuhan, Cina akhir tahun lalu).

Dilansir laman Reuters, untuk benar-benar keluar dari WHO, Trump harus memberikan pemberitahuan satu tahun sebelumnya.

Sedangkan dalam resolusi bersama Kongres AS 1948, mewajibkan Washington membayar dukungan keuangan dan saat ini negara tersebut berutang kepada WHO lebih dari 200 juta dolar AS.

Presiden China Xi Jinping. Foto: NBCnews.
Presiden China Xi Jinping. Foto: NBCnews.

Sejak menarik dirinya dari WHO, Trump telah menghentikan pendanaan untuk organisasi beranggotakan 194 negara itu pada April 2020.

Dalam suratnya 18 Mei lalu, dia memberi kesempatan kepada WHO selama 30 hari untuk berkomitmen melakukan reformasi. Dia mengumumkan AS akan berhenti dari keanggotaan WHO kurang dari dua pekan kemudian.

WHO adalah badan internasional independen yang bekerja dengan PBB. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan bahwa WHO sangat kritis terhadap upaya dunia untuk memenangkan perang melawan Covid-19.

Trump telah lama mencela multilateralisme karena berfokus pada agenda “Amerika Pertama”. Sejak menjabat, dia telah keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB, badan budaya PBB, perjanjian global untuk menangani perubahan iklim, dan kesepakatan nuklir Iran.

Dia juga telah memotong dana populasi PBB dan lembaga PBB yang membantu para pengungsi Palestina.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close