Trending

Alasan Haris Azhar sebut seragam Satpam mirip Polisi ide konyol

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memberikan instruksi untuk segera mengubah seragam Satpam menjadi warna coklat menyerupai polisi. Seragam itu sedianya juga disertai dengan kepangkatan.

Menurut Polri, tujuan dari diubahnya seragam Satpam menjadi mirip Polisi, agar menambah kedekatan emosional keduanya. Kemudian, memuliakan profesi Satpam. Dan terpenting, menambah pergelaran Kepolisian di tengah masyarakat.

Baca juga: Rocky: Bayangkan, Buya Syafii yang pendukung Jokowi saja akhirnya…

Menurut Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, meski seragam Satpam akan dibuat menyerupai Polisi, namun ada beberapa hal yang membedakan. Sebut saja di saku kiri atas, akan ada tulisan Polri dan Satpam, sesuai dengan identitas mereka.

Kemudian, akan tertulis wilayah yang dia jaga sesuai dengan tempat kerjanya. Misal Satpam di Bank A atau B, akan tertulis di seragamnya.

“Selanjutnya, baik anggota Polri dan anggota Satpam akan memiliki pangkat. Anggota Polri pangkatnya mulai dari Tamtama, Bintara, Perwira pertama, menengah, dan Polri.”

“Sedangkan Satpam pangkatnya ada tiga: Manajer, supervisor, dan pelaksana. Dan bentuk pangkatnya berbeda. Akan tetap jelas terlihat mana pakaian Polisi dan Satpam,” kata dia dalam talkshow di tvOne, dikutip Kamis, 17 September 2020.

terkait filosofi, Ahmad Ramadhan bilang pemakaian warna coklat sebagai manifestasi dari kelir tanah. Coklat dianggap merupakan warna bumi, warna tanah, yang melambangkan kebersahajaan, stabilitas, rasa nyaman dan aman.

“Dengan senadanya seragam, kemudian diharap bisa menumbuhkan kebanggan sebagai Satpam, yakni pelaksana kepolisian terbatas,” kata dia lagi.

Ide konyol

Di lain sisi, belum lama rencana ini bergulir, sudah banyak pihak yang kontra. Sebab, dikhawatirkan akan memunculkan masalah besar, dari perubahan seragam Satpam ini.

Seperti yang disampaikan Pemerhati Hukum dan HAM Haris Azhar. Menurut dia, perubahan seragam Satpam mirip Polisi ini adalah ide konyol. Sebab, tidak ada urgensinya Polisi menginstruksikan hal itu.

Haris Azhar. Foto: Instagram Haris.
Haris Azhar. Foto: Instagram Haris.

“Paling enggak ada dua alasan ya, soal estetik dan etik. Kalau dari estetik tadi penjelasannya warna tanah. Mungkin ini solusi untuk menjawab banyaknya masalah tanahnya masyarakat, tanahnya rakyat yang sudah diambil oleh investor, pengusaha, oleh negara.”

“Jadi rakyat itu memang kehilangan kesempatan untuk melihat tanah, melihat warna coklat, jadi diganti dengan diperbanyaknya warna coklat tersebut. Menurut saya ini konyol kalau itu yang jadi alasan mengganti seragamnya Satpam menjadi Polisi,” kata dia.

Lembaga Kepolisian bersama Satpam. Kapolres Bangka, AKBP Aris Sulistyono memberikan nasi tumpeng ke personel Satpam. Foto: Antara
Lembaga Kepolisian bersama Satpam. Foto: Antara

Padahal, menurutnya, yang paling penting diperbaiki saat ini adalah kualitas, dan kapasitas dari Satpam. Sementara dengan perubahan seragam, belum menjawab persoalan.

Sedangkan dari sisi etik, soal kebutuhan Satpam di masyarakat itu seperti apa. “Kok malah sekadar mengganti seragam, lalu pertanyaan berikutnya, duitnya dari mana? Kalau duitnya dari negara lgi, lah katanya sekarang semua orang lagi rebudgeting untuk covid. Kok ini malah kepolisian mau mengagendakan merubah seragam,” kata Haris.

Cuma menakut-nakuti

Atas hal itu, Haris pun menilai apa yang dilakukan Polri tidak logis. Sebab hanya akan menakut-nakuti masyarakat karena seolah ada Polisi di mana-mana.

Dari sisi pendekatan humaniter pun dianggap tak masuk akal, walaupun Indonesia tidak dalam situasi perang.

“Kita sih enggak dalam situasi perang, cuma dalam hal-hal tertentu kita perlu penanda-penanda kehadiran polisi jangan disaat-saat tertentu kita perlu Polisi hadir, lalu dari kejauhan kita lihat sudah ada, ternyata itu malah cuma satpam.”

“Karena urusan yang remeh temeh, tulisan kan enggak kelihatan dari jauh. Menurut saya ide ini tidak valid, tidak ada urgensinya, tidak penting, tidak ada kebutuhannya,” tegasnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close