Fit

Dulu dipecat Terawan, ini alasan Jokowi lantik Achmad Yurianto jadi Ketua Pengawas BPJS-K

Masih ingat dengan Achmad Yurianto? Di awal pandemi ia mewakili Kemenkes dan Pemerintah untuk menyampaikan update terkini seputar covid-19.

Dr Yuri, begitu sapaannya kerap dijuluki ‘si pembawa berita kematian’ karena hampir setiap hari ia wara-wiri di televisi menayampaikan angka kematian covid-19 di Indonesia.

Hari ini, Senin 22 Februari, dr Yuri akan dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masa jabatan 2021-2026.

dr. Reisa Broto Asmoro bersama Achmad Yurianto Jubir Gugus Tugas COVID-19. Foto: Twitter @Reisa_BA
dr. Reisa Broto Asmoro bersama Achmad Yurianto Jubir Gugus Tugas COVID-19. Foto: Twitter @Reisa_BA

Turut membantunya, Jokowi juga melantik 7 nama Dewan Pengawas BPJS Kesehatan telah ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 37 Tahun 2021. Masing-masing nama mewakili unsur yang berbeda.

Selain dr Yuri, juga dilantik 8 Direktur BPJS Kesehatan yang telah ditetapkan melalui Keppres Nomor 37 Tahun 2021 yang dikepalai Ali Ghufron Mukti sebagai Direktur Utama.

Nama dr Yuri sebelumnya cukup diperhitungkan, saat menjadi jubir penanganan COVID-19, Yuri menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, di bawah kepemimpinan mantan Menkes Terawan Agus Putranto.

Kiprah dr Yuri selama menjabat jubir covid-19 disebut cukup baik. Ia juga dengan sigap berkoordinasi dengan BNPB dan sektor lainnya untuk menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat dan tim medis.

Bahkan selama aktif bekerja, dr Yuri juga kerap meluruskan anggapan-anggapan dan berita hoaks yang beredar di masyarakat.

Kinerjanya bisa dibilang berbuah hasil, lalu pada 9 Maret 2020, Menteri Terawan melantik Yuri sebagai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes.

140 Jadi Dirjen langsung ‘dipecat’ Terawan

Jabatan sebagai Dirjen hanya berlangsung sejak awal Maret hingga pertengahan Oktober 2020. Sayangnya setelah 140 hari pada 20 Juli, posisi dr Yuri digantikan oleh Wiku Adisasmito.

Dr Yuri digeser Terawan sebagai Staf Ahli Menkes Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi.

Hal itu tentu menimbulkan tanda tanya di masyarakat kenapa dr Yuri diganti, menimbang kinerjanya yang cukup apik.

Menteri Kesehatan Terawan
menteri Kesehatan Terawan Foto: Antara

Meluruskan hal itu, Terawan menyebut bahwa rotasi jabatan merupakan hal yang biasa dalam lingkup organisasi.

“Hal ini dilakukan semata-mata sebagai upaya pembenahan dan pemantapan organisasi yang dilakukan dalam rangka peningkatan kinerja guna mencapai pelayanan yang maksimal,” ujar Terawan sebagaimana dilansir dari siaran pers Kemenkes pada 2020 silam..

Pasca keputusan Terawan , menyusul diterbitkannya Perpres Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dalam Perpres itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 juga dibubarkan. Fungsinya kini diemban oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Tak lama dipecat terawan, nama dr Yuri disebut masuk dalam daftar lolos seleksi administrasi Calon Anggota Dewan Pengawas dan Calon Anggota Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tahun 2021-2026.

Banyak yang menduga, dr Yuri telah dipersiapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengatasi permasalahan di tubuh lembaga BPJS Kesehatan.

Sementara itu, Lembaga riset Indonesia Indicator (I2) juga pernah menobatkan Achmad Yurianto sebagai top influencer isu COVID-19, mengalahkan Terawan bahkan Presiden Jokowi.

Meski pernyataan yang ia lontarkan beberapa kali sempat menuai kontroversi, namun Yuri dinilai mampu mengembalikan kepercayaan publik sehingga kembali menduduki peringkat pertama.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close