Trending

AM Hendropriyono tak pernah sebut ada potensi jutaan umat turun ke jalan

Mantan kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono menyatakan tidak pernah mengungkapkan ada potensi ribuan atau bahkan jutaan orang turun ke jalan meminta Habib Rizieq Shihab dibebaskan dari penjara. Hal itu sebagai bantahan atas satu kalimat di berita “Eks BIN urai ancaman negara di balik penahanan HRS: Jangan sampaiā€¦”

Berita itu kami ambil dan tulis ulang dari opini AM Henropriyono yang berjudul Pesan untuk Hadapi Manuver Pro Radikalisme di laman SenayanPost. Pembuatan artikel sudah sesuai prosedur jurnalistik, hanya saja kami mendapati kekhilafan satu kalimat yang menyinggung profesor intelijen itu.

Artikel ini sebagai permintaan maaf kami, Redaksi Hops.ID, terhadap Jenderal TNI (Purn.) Prof Dr Abdullah Mahmud Hendropriyono, S.T., S.H., M.H. Kami juga sudah mencabut berita tersebut di atas.

Untuk meluruskan, kami sertakan opini AM Hendropriyono yang dimuat di SenayanPost:

Pesan untuk Hadapi Manuver Pro Radikalisme

Oleh AM Hendropriyono

Keberadaan Abubakar Baasyir (ABB) dan Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dalam tahanan saat ini dapat dimanfaatkan para politikus tertentu untuk mengail di air keruh. Mereka akan (bahkan sudah mulai) mengambil kesempatan ini untuk kepentingan politik pribadinya. Jangan sampai manuver-manuver mereka yang menyesatkan itu, memperbudak pikiran kalian terutama dari generasi muda.

Yang perlu dipahami, jika terorisme merupakan pohon, maka akarnya adalah radikalisme. Radikalisme dikembangkan oleh ABB yang kini dalam penjara dan ternyata didukung oleh MRS. Dengan ditangkapnya imam Front Pembela Islam (FPI) tersebut saya perlu mengingatkan kepada segenap komponen bangsa.

Kepada anak-anak kita kaum muda bangsa agar segera sadar dan kembali kepada dirimu sendiri. Jangan mau terus dipengaruhi untuk berbuat syirik. Mengutip kata KH Mustofa Bisri, berhentilah mempertuhankan dirimu sendiri, dengan mengadili orang lain sebagai berbuat ma’ruf atau munkar. Berhentilah membenci, menyakiti atau menghukum orang lain.

Mereka adalah mahluk ciptaan Allah, bukan ciptaan kamu. Kalian dan tak seorang pun dari kita pernah mendapat mandat dari Allah, tidak juga dari hukum negara atau mandat dari rakyat Indonesia. Kalian hanya terjebak oleh para politikus, yang menyalahgunakan keimananmu.

Jangan kau dengar lagi pidato yang berkobar-kobar, ceramah atau dakwah yang menghasut dan menyebarkan berita bohong yang simpang siur. Jika kini para politikus berteriak membakar hatimu, seolah-olah membela kamu, pura-pura membela pemimpinmu dan seperti membela agama kita, sejatinya mereka hanya mau menunggangi kamu, untuk keperluan politiknya atau nafsu pribadinya.

Kepada kaum ibu tolong menerangi hari depan anak-anak kita, cerahkan pikiran mereka agar mampu berpikir cerdas dan bijak demi keselamatan dan keberhasilan anak-anak kita dalam menjalani hidup.

Anak-anakku generasi penerus bangsa Indonesia, pulanglah kamu ke lubuk hatimu masing-masing. Tinggal dan beribadahlah di rumah untuk menghindari penyakit covid-19 yang sangat berbahaya ini, yang bisa merenggut nyawamu atau orang-orang yang kamu cintai sewaktu-waktu.

Hentikan keluar rumah, turun ke jalan, mengamuk melampiaskan emosi, yang sebenarnya tidak ada gunanya bagi kamu semua. Jangan sampai terperangah oleh provokasi siapapun. Berhentilah berbuat yang merusak nasibmu sendiri, menggelapkan masa depan anak-anak dan keturunanmu sendiri.

Mari kita berdoa, semoga Tuhan YME memberikan petunjukNya kepada kita, sebagaimana yang diberikan kepada mereka yang telah memperoleh petunjuk, sehingga negara mereka kini maju sebagai bangsa adidaya di dunia. Yang kita harap-harapkan adalah mendapat ridho, perlindungan dan kasih sayang.

*Jenderal TNI (Purn) Prof Dr AM Hendropriyono, Guru Besar Intelijen, mantan Kepala BIN.

Demikian permohonan maaf ini kami sampaikan. Kami juga memohon maaf kepada pembaca Hops.ID atas kekhilafan ini.

Salam,
Redaksi

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close