Fit

Jangan sok kuat, anak muda bisa kena corona tanpa gejala lalu tulari orang lain

Kasus COVID-19 di Tanah Air masih bertambah setiap harinya. Per kemarin, Sabtu 21 Maret 2020 tercatat 450 warga positif terjangkit virus corona. Jumlah itu bertambah 81 kasus dibandingkan sehari sebelumnya. Padahal untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, pemerintah sudah memberlakukan beberapa kebijakan mulai dari isolasi di rumah, social distancing hingga menutup sejumlah fasilitas umum. Mereka dengan imunitas lemah, seperti yang berusia lanjut dan memiliki penyakit terdahulu rentan terhadap COVID-19. Tapi, anak muda juga bisa kena corona tanpa gejala.

Jangan anggap remeh social distancing

Memang sih, imunitas dan higienitas jadi modal utama melawan virus corona. Tapi, jangan kamu merasa muda dan sehat lalu menganggap remeh, ya. Social distancing diperlukan bukan cuma untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang di sekitar kamu. Sudah ada beberapa kasus, orang usia muda yang merasa sehat dan tidak merasakan gejala apa pun ternyata setelah dites positif COVID-19. Contohnya, aktor Hollywood Idris Elba dan aktor Indonesia Detri Warmanto.

Kementerian Kesehatan wanti-wanti soal pentingnya social distancing. “Tadi sudah dibicarakan social distancing dan pada variabel orang muda. Jangan kemudian sok gagah-gagahan. Meskipun tubuhnya kuat, tapi dia juga bisa menularkan ke orang tua. Buat dia sih nggak ada masalah, tapi buat orang tua yang menjadi masalah,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto, dikutip dari Detik.com.

Meremehkan social distancing bisa membuat penyebaran COVID-19 semakin massif. Hal itu terjadi di China dan Italia. “Justru itu data yang direkap dari seluruh dunia, termasuk di China, termasuk di Korea. Karena memiliki daya tahan tubuh lebih baik, dia merasa nggak sakit, padahal dia sudah terinfeksi. Untuk dia gejalanya minimal, tetapi jangan lupa bahwa dia membawa penularan untuk anggota keluarganya yang tua,” katanya.

Baca juga: Aktor Detri Warmanto positif corona tanpa rasakan gejala

Ilustrasi anak muda. Photo by Nicolas Lobos on Unsplash

Anak muda jadi carrier

Yuri menyatakan dari data yang dimiliki secara global, kelompok usia muda memiliki daya tahan yang lebih baik dibanding mereka yang berusia lanjut. Tapi bukan berarti anak muda kebal COVID-19. Mereka bisa kena corona tanpa gejala. Merasa sehat, anak muda yang sebenarnya sudah terjangkit kemudian tidak melakukan isolasi diri dan social distancing.

“Inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor cepatnya penyebaran. Karena kita terkena dan tanpa gejala dan kemudian tidak melakukan isolasi diri. Problem inilah yang kemudian menjadi hal mendasar dan pesebarannya jadi cepat. Apabila ini menyebar ke saudara-saudara kita yang usianya lebih tua dan rawan, maka ini akan menjadi permasalahan yang serius untuk keluarga kita,” ujar Yuri.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mengingatkan anak muda untuk membatasi kontak dengan orang lain. “Itu yang menjadi kesulitan kita pada saat kemudian penyebaran ini sampai di mana. Yang sangat membantu untuk bisa mengurangi kontak supaya tidak menjadi asymptomatic carrier (pembawa gejala) menjadi asymptomatic carrier tetapi tidak menular ke orang lain, ya stay at home, jaga jarak, adalah upaya tidak banyak kontak dengan komunitas, dengan orang lain dalam waktu tertentu,” kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Mohammad Adib Khumaidi.

Enggan menjalankan isolasi dan social distancing membuat pelacakan virus corona jadi lebih sulit. “Jadi dia carrier karena bisa menjadi menyebarkan virus, tetapi dia sendiri nggak ada gejala. karena apa? daya tahan tubuhnya bagus dan tidak sampai menimbulkan gejala,” ujar Dr Adib.

Jadi, meski kamu muda dan merasa sehat, enggak ada salahnya lakukan isolasi dan social distancing buat orang yang kamu sayangi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close