Trending

Ancam bantai ulama, Jenderal Dudung hingga Panglima TNI diimbau sikat Habib Bahar: Membahayakan negara!

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB), Rudi S Kamri mengungkapkan bahwa sosok pendakwah yang baru saja bebas dari penjara, yakni Habib Bahar bin Smith bisa membahayakan negara apabila ceramah provokasinya dibiarkan terus-menerus.

Apalagi belakangan ini tersiar kabar Habib Bahar dalam ceramahnya mengaku tak segan-segan menghabisi para ulama yang mengkhianati atau tidak membela Habib Rizieq Shihab.

Habib Bahar bin Smith. Foto: Instagram
Habib Bahar bin Smith. Foto: Instagram

Oleh sebabnya Rudi menilai, pemerintah harus segera kembali menegakan aturan agar kewibawaan negara tak luntur ditelan kelompok intoleran.

“Saya hanya mengimbau kepada pemerintah untuk kembali menegakan aturan, marwah kewibawaan negara,” kata Rudi dalam sebuah video yang dilihat Hops.id pada Kamis, 25 November 2021.

Kemudian Rudi juga mengaku merindukan sosok tokoh nasional yang berani menentang adanya kelompok radikalisme di tanah air.

Sekitar setahun yang lalu atau tepatnya pada 2020, sempat ada sosok fenomenal yang datang dari pejabat tinggi di TNI AD, yakni Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman.

Petinggi militer yang terkenal vokal terhadap gerakan anti toleransi tersebut kini sudah menjadi Kepala Staf Angkatan Darat sehingga status pangkatnya naik jadi Jenderal.

Rudi pun berharap sosok Jenderal Dudung bisa kembali berkontribusi menjaga keamanan masyarakat, meskipun tidak secara langsung.

“Dulu pada waktu akhir tahun 2020, kita punya sosok yang sangat fenomenal, yang jadi acuan kita, Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman,” ujar Rudi.

“Sekarang dia sudah naik tingkat jadi KASAD, mudah-mudahan Jenderal Dudung ini memberikan kembali kontribusinya. Mungkin tidak secara langsung tentara menghadapi massa, tetapi bisa memberikan penguatan kepada Polri, karena tentara memang tidak berfungsi untuk menjaga Kamtibmas,” sambungnya.

KASAD Jenderal Dudung Abdurachman. Foto: Tangkapan Layar YouTube
KASAD Jenderal Dudung Abdurachman. Foto: Tangkapan Layar YouTube

Terlebih sejauh ini narasi yang dilontarkan Habib Bahar sangat berbahaya bagi keutuhan dan persatuan di Indonesia.

“Tapi menurut saya apa yang diucapkan Bahar Smith narasi-narasinya itu sudah ada alarm membahayakan negara. Kalau membahayakan negara, pasti TNI ikut peduli. Saya punya harapan kuat, sosok jenderal Dudung masih ada di depan kita, masih ada membela kita,” tegas Rudi.

Selain itu pihaknya juga berharap kepada para tokoh lainnya, seperti Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Andika Perkasa untuk serius menanggapi ujaran semacam ini.

“Ada Kapolri, Panglima TNI, dan ada beberapa tokoh lain, itu kita harapkan bisa melindungi rasa aman dan nyaman masyarakat. Jangan sekali-kali kelompok intoleran ini diberikan panggung dan merajalela. Negara tidak lagi boleh membiarkan,” imbuhnya.

Habib bahar tak segan-segan habisi ulama hingga habib

Habib Bahar bin Smith telah bebas dari penjara Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Dia telah menjalani hukumannya dalam kasus penganiayaan sopir taksi daring. Kini, usai bebas, Bahar bin Smith menjalani safari dakwah ke beberapa tempat.

Pada salah satu agenda dakwahnya, Habib Bahar bin Smith terlihat mengecam dan mengancam orang-orang yang mengkhianati Habib Rizieq Shihab. Hal itu terlihat dalam video yang beredar di dunia maya baru-baru ini. Video itu disebut-sebut warganet sebagai ceramah pertama Bahar bin Smith setelah bebas dari penjara.

Dalam video ceramah tersebut, Bahar terlihat berapi-api dan berbicara dengan nada yang tinggi seperti orang mengamuk, menyampaikan ancaman kepada siapapun yang mengkhianati Habib Rizieq.

Kata Bahar, dia siap menghabisi siapapun orang yang mengkhianati Habib Rizieq, tidak peduli siapa orang tersebut, bahkan habib atau ulama sekalipun.

“Ente (Anda) orang, para habaib, para kyai, para ulama, siapapun ente, siapapun ente, mau anaknya wali, anaknya ulama, ente mengkhianati Habib Rizieq, bakal ana (saya) habisi satu-satu,” kata Bahar bin Smith, dilihat Hops.ID, Kamis 25 November 2021.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close