Trending

Kaget! Bukan China, ternyata negara ini yang jadi ancaman besar buat Amerika

Amerika Serikat dikenal memiliki hubungan yang panas dengan China sejak bertahun-tahun. Namun demikian, ternyata ancaman terbesar bagi keamanan Amerika Serikat (AS) di masa mendatang bukanlah negeri Tirai Bambu tersebut, melainkan negara terbesar di dunia, Rusia.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, Colin Kahl saat berbicara dalam Konferensi Militer Baltik yang diadakan di Lithuania. Bahkan bukan hanya bagi AS, Rusia juga disebut bakal menjadi ancaman nyata bagi Eropa.

“Di tahun-tahun mendatang, Rusia mungkin benar-benar mewakili tantangan keamanan utama yang kita hadapi dalam hal militer untuk Amerika Serikat dan tentu saja untuk Eropa,” kata Kahl dilansir Sputniknews, Senin 20 September 2021.

Bendera Amerika Serikat dan Rusia. Foto: Modern Diplomacy
Bendera Amerika Serikat dan Rusia. Foto: Modern Diplomacy

“Rusia adalah musuh yang semakin tegas yang tetap bertekad untuk meningkatkan pengaruh globalnya dan memainkan peran yang mengganggu di panggung global, termasuk melalui upaya untuk memecah belah Barat,” tambah Kahl.

Pejabat Pentagon itu mengatakan bahwa sementara China mungkin menjadi ‘ancaman yang berjalan cepat’ bagi Washington dan sekutunya, Rusia mungkin menjadi masalah yang lebih besar dalam jangka pendek dilihat dari perilakunya di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan dunia maya.

“Terlalu sering, Moskow mengikis transparansi dan prediktabilitas, menggunakan kekuatan militer untuk mencapai tujuannya, mendukung kelompok proksi untuk menabur kekacauan dan keraguan, hingga merusak tatanan internasional,” katanya.

Kahl juga menambahkan bahwa Amerika Serikat akan terus memantau pergerakan Rusia di sepanjang sisi timur NATO–kawasan Baltik– dan juga di wilayah Laut Hitam, sebuah laut di antara Turki dan Ukraina.

Presiden Rusia, Vladimir Putin. Foto: Smotrim
Presiden Rusia, Vladimir Putin. Foto: Smotrim

Kahl juga menyebut, AS akan berinteraksi dengan Rusia dari posisi kekuatan kolektif, seraya menambahkan bahwa pasukan militer AS di Eropa tetap kuat dan fleksibel, guna memastikan pencegahan yang kredibel dan efektif.

Menurut pejabat Pentagon, pemerintah AS tidak mengesampingkan opsi untuk melanjutkan dialog dengan Moskow jika pemerintah Rusia mengubah perilakunya.

Konferensi Militer Baltik sendiri adalah acara tahunan tentang keamanan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Lithuania dan Akademi Militer Jenderal Jonas Zemaitis. Tahun ini, konferensi tersebut berjudul “Barat di Era Baru Persaingan Kekuatan Besar” dan berfokus pada respons transatlantik terhadap tantangan keamanan yang ditimbulkan oleh Rusia dan China.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close