Trending

‘Ancaman sadis’ Rocky Gerung ke BIN dan Polisi yang ngintipin KAMI

Beberapa waktu lalu, polisi merilis isi grup chat WA KAMI Medan. Perilisan tersebut bersamaan dengan penangkapan para tersangka yang merupakan anggota ormas KAMI.  Mereka diduga terlibat dalam aksi ricuh menolak UU Omnibus Law.

Rocky Gerung sebagai salah satu proklamator, menegaskan kalau KAMI bukan merupakan organisasi sentral. Keanggotaannya pun bersifat bebas dan terbuka. Makanya mereka sadar rawan disusupi.

Baca juga: UU Ciptaker lagi jadi polemik, Puan Maharani malah ke Bali, ngapain?

Sadar KAMI disusupi Polisi dan BIN

Saat berbincang dengan Rocky, Hersubeno Arief menyebut kalau KAMI merupakan bagian dari social movement. Pernyataan itu diiyakan oleh Rocky. “KAMI menghasilkan pembicaraan. Lalu orang menganggap kalau KAMI itu organisasi sentral. Enggak, KAMI itu adalah kumpulan kesepakatan jadi sangat longgar,” kata Rocky dalam kanal YouTube-nya yang diunggah Sabtu, 17 Oktober 2020.

Karena terbuka, maka siapa pun bisa bergabung malah berpotensi ‘disisipi’. “Maka itu sangat potensial dan aktual pasti bisa disusupi BIN,” sambung Rocky. Apalagi semua bisa bergabung sebagai deklarator, “Kan semua orang bisa mendaftar jadi deklarator BIN yang di daerah bisa bikin sendiri tuh. Disisipin BIN, disisipin istana, disisipin orang KSP biasa aja kita tahu itu.”

Deklarasi KAMI
Deklarasi KAMI. Foto Instagram @faatimaseven

Yang disesalkan olehnya, KAMI menjadi kambing hitam kericuhan. “Dan sekarang mau di-frame seolah-olah kejahatan atau kekacauan demonstrasi itu diorganisir oleh KAMI. Ya, kalau KAMI organisasi yang utuh tak mungkin hal itu terjadi,” sambungnya.

Dengan membuka keanggotaan, deklarator KAMI sadar risikonya. “Tapi justru KAMI membuka semua perspektif semua orang untuk bergabung. Dengan konsekuensi semua aparat ada di situ.”

Tapi tetap saja, mengintip ‘dapur’ KAMI tidak etis. Sehingga Rocky pun memberikan ‘ancaman sadis’ sambil guyon. “Ngintip WA grup dari KAMI yang sebetulnya enggak hanya berbahaya tapi sebenarnya enggak sopan. Itu sama kayak masuk ruang makan nerobos ruang tidur. Kalau saya ada di situ saya cemplungin ke WC sekalian, dikunci di situ. Kan enggak boleh dong itu, etika begituan itu,” kata Rocky.

Polisi beberkan isi chat WA KAMI Medan

Terkait anggota KAMI yang diamankan dalam aksi demo, polisi membeberkan mereka sudah merencanakan aksi berbahaya. Sebagai bukti, Polisi pun membongkar bukti isi chatting grup WA KAMI.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, dari jejak chatting di grup WA KAMI, terpantau kalau sejumlah orang memang tengah berniat melakukan aksi rusuh.

Aparat menduga ada yang tak beres dengan aksi rusuh. Pasalnya, ada sejumlah Polisi yang dibuat luka, vandalisme dengan perusakan fasilitas umum seolah massif, kendaraan aparat kena sasaran, sampai bakar-bakaran. Dengan bantuan intelijen, terkuak sejumlah aktivitas mencurigakan, mulai dari hasutan di media sosial, sampai chatting di grup WA KAMI Medan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono. Foto: Antara
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono. Foto: Antara

“Dari Medan ini kita menemukan ada dua laporan Polisi, ada empat tersangka. Kita lakukan penangkapan dan penahanan. Inisalnyta KA, JG, NZ, dan WRP. Dari empat tersangka ini, KA ini perannya adalah sebagai admin WA Grup KAMI Medan,” kata Argo, dalam siaran langsung melalui Youtube Mabes Polri, dikutip beberapa waktu lalu.

Di dalam salah satu HP anggota KAMI Medan, ada sebuah gambar Gedung DPRD yang kemudian dishare dengan kata-kata tajam di grup itu.“Tulisannya dijamin komplet. Kantor sarang maling dan setan. Kemudian juga dari pengiriman KA ini, ada tulisannya untuk mengumpulkan saksi untuk melempari DPRD dan melempari Polisi.”

“Kemudian juga ada, tulisannya kalian jangan takut dan jangan mundur. Ada di WA grup ini, kita jadikan barang bukti,” kata Argo menjelaskan.

Argo kemudian menyebut peran tersangka JG dalam WA grup tersebut. Kata dia, JG berusaha mengkompori untuk menggunakan molotov sebagai alat perjuangan di lapangan.

“Kalau batu cuma kena satu orang, tapi bom molotov bisa puluhan orang, dan bensin bisa berceceran. Ada yang menyatakan, buat skenario 98. Penjarahan toko China dan rumah-rumah, serta preman diikutkan menjarah. Semua kita jadikan barang bukti. Termasuk bom molotovnya,” kata Argo lagi.

Untuk Tersangka inisial NZ, dia sampaikan bahwa Medan cocoknya didaratin. Di mana dia, dianggap melakukan penghasutan di sosial media. Dan satu lagi berinisial WRP, di grup WA KAMI itu, dia sampaikan bahwa para peserta aksi wajib membawa molotov. “Ini saya sampaikan salah satunya saja,” kata Argo di hadapan sejumlah media.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close