Trending

Ancaman serius Gibran, ada praktik Tijitibeh sapu bersih pendukung

Ancaman serius mengadang Gibran Rakabuming Raka, bakal calon Walikota Surakarta yang diusung PDI Perjuangan. Sebab di tubuh PDIP Surakarta terjadi praktik Tijitibeh alias mati siji mati kabeh atau mati satu mati semua. Ada upaya bersih-bersih pendukung Gibran di struktur ranting PDIP Surakarta.

Ancaman Tijitibeh itu disampaikan oleh Komunitas Banteng Solo Bergerak atau BSB. Komunitas ini merupakan wadah pergerakan sejumlah kader PDIP Solo mengendus adanya aksi bersih-bersih struktur ranting PDIP dari pendukung Gibran Rakabuming Raka.

Baca juga: Alasan Rizky Nazar lebih pilih Syifa Hadju dibanding Michelle Ziudith

Ancaman serius Gibran, ada praktik Tijitibeh

Gibran Rakamubing Raka
Gibran Rakabuming Raka berada di kantor PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah. Foto ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc.

Dikutip dari Solopos, praktik bersih-bersih pendukung Gibran di struktur PDIP Surakarta ini terlihat dari rangkaian beberapa Musyawarah Ranting yang digelar dari Kamis 6 Agustus 2020 sampai Senin 10 Agustus 2020.

Tercatat pada Kamis, Musyawarah Ranting digelar untuk ranting di wilayah Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Pasar Kliwon.

Sehari setelahnya, yakni Jumat 7 Agustus 2020 malam, Musran digelar di wilayah PAC Serengan. Sedangkan Musran untuk wilayah PAC Jebres dan PAC Banjarsari berturut-turut digelar pada Sabtu 8 Agustus 2020 malam dan Minggu 9 Agustus 2020 siang.

“Kemarin [Kamis-Jumat] dalam penataan struktur ranting Serengan dan Pasar Kliwon praktik sapu bersih dilakukan. Juga kemarin [Sabtu] terulang kembali di PAC Jebres,” ujar Ketua BSB, Ariyanto RS, di Warung Makan Karonsih kemarin.

Praktik bersih-bersih pendukung Gibran diyakini Banteng Solo Bergerak juga akan terjadi dalam Musran PAC PDIP Banjarsari hari Minggu dan PAC PDIP Laweyan pada Senin. Aksi bersih-bersih itu dinilai Ariyanto sebagai ancaman serius bagi Gibran Rakabuming selaku cawali Solo.

“Ini adalah ancaman serius untuk Gibran sebagai penerima rekomendasi DPP PDIP sebagai cawali Solo. Praktik ini memperjelas praktik Tijitibeh [mati siji mati kabeh] yang akrab disampaikan Ketua DPC di setiap pertemuan,” kata dia.

Janggal

Pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa
Pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa di Surakarta. Foto ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Ariyanto mengungkapkan sejumlah kejanggalan selama pelaksanaan Musran PDIP di Solo empat hari terakhir yang membuat Banteng Solo Bergerak mencurigai adanya upaya bersih-bersih pendukung Gibran.

Seperti adanya pengurus ranting dan PAC aktif yang tidak diundang, termasuk dirinya selaku pengurus PAC PDIP Banjarsari.

Selain itu dalam pelaksanaan Musran tidak dibacakan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (aturan) tata cara pemilihan pengurus ranting. Musran juga dinilai Ariyanto tak dilengkapi dengan prasarana pendukung yang memadai.

“Prasarana berupa ruang khusus persidangan yang cukup. Mengingat Musran di satu gedung terdiri beberapa ranting secara bersamaan dan yang terjadi suara pemimpin musyawarah tidak terdengar. Ini beberapa catatan kami,” kata dia.

Sementara itu hingga berita ini diunggah belum konfirmasi dari struktural PDIP soal adanya dugaan bersih-bersih pendukung Gibran tersebut.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close