Fit

Keluar benang dari wajah, Anggita Sari laporkan klinik kecantikan abal-abal ke polisi

Belakangan perawatan kecantikan tanam benang kerap digandrungi masyarakat terutama yang peduli pada penampilan. Begitu juga para selebriti Indonesia yang melakukan tanam benang demi menunjang profesi.

Namun tak selalu berakhir baik, beberapa kasus tanam benang justru berbahaya. Seperti yang dialami model Anggita Sari. Ia menceritakan proses tanam benang di wajahnya, yang berujung rasa sakit kepala hebat.

Tak cuma itu, yang bikin ngeri adalah momen ketika dirinya melihat sutas benang muncul dari balik kulit wajahnya. Padahal menurut penuturannya, kegiatan tanam benang ini dilakukan oleh klinik milik dokter kecantikan ternama.

Anggita menjelaskan, kondisi itu sudah dialaminya selama enam bulan ini. Sang dokter juga tidak merespons dengan baik.

“Karena keadaannya parah, benang aku nonjol dan ini sudah mau 6 bulan. Benang layangan kali ya, yang dipasang, korbannya sudah sudah banyak di klinik tersebut,” ungkap Anggita di Instagram Story miliknya.

Anggita Sari foto: Instagram
Anggita Sari foto: Instagram

Dia mengaku awalnya malas mempersoalkan masalah ini, karena sempat terikat kontrak sebagai brand ambassador di klinik tersebut.

“Banyak yang DM gue pas jadi BA-nya. Gue cuma bisa diam karena terlanjur kontrak. Kenapa gua mau kontrak? Ya gue kemakan lah dia kan waktu itu lagi booming-boomingnya sama artis gede. Gue pikir pasti bagus dong,” sebutnya.

Anggita Sari foto: Instagram
Anggita Sari foto: Instagram

Apa yang dirasakan Anggita akhirnya memuncak saat benang yang ditanam di wajahnya itu menimbulkan sakit kepala yang hebat.

Anggita memastikan bakal membawa kasus ini ke ranah hukum, jika hasil dari cek ke dokter lain, tentang sakit kepalanya di bagian tanam benang itu berdampak kepada kesehatannya. “Ada yang sampai benangnya keluar gini, pasien loh ini bukan lu endorse. Gemes mau speak up/diam. Kepala gue sakit tahu,” kata Anggita.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close