Trending

Fahri Hamzah: Dear Anies dan Jokowi ayo bersatulah jangan bikin malu!

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah prihatin perseturuan pemerintah pusat dengan pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam penanganan Covid-19. Fahri meminta agar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Presiden Jokowi bertemu langsung menangkis polemik silang sikap soal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) di Jakarta. Fahri meminta Anies Jokowi ayo bersatulah jangan bikin malu!

Fahri meminta menteri Jokowi serta Jokowi untuk berhenti menampilkan perpecahan dengan Anies. Sebaiknya mereka bertemu duduk bersama dan mengedepankan yang terbaik dalam penanganan Covid-19.

Baca juga: Kelompok ini nekat ubah lambang Garuda Pancasila jadi begini bentuknya

Pesan ke Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Foto: Instagram

Dalam cuitannya di akun media sosial Twitternya, Fahri Hamzah meminta Anies langsung saja mengontak Jokowi, menyelesaikan masalah perseturuan pusat dan DKI soal PSBB. Fahri mengajak Anies Jokowi ayo bersatulah.

“Pak @aniesbaswedan yth, Minta waktu ketemu presiden
@jokowi langsung pak. Sampaikan data yg bapak punya, bapak pernah dekat dengan beliau. Janganlah kesalahan data peminpin lalu mereka bersengketa di depan takyat yang jadi korban. Banyak orang meregang nyawa hari-hari ini,”
tulis Fahri dikutip Sabtu 12 September 2020.

Gubernur DKI Jakarta wali kota besar

Dokumentasi Gurbenur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika berada di lapangan. Foto: Antara
Dokumentasi Gurbenur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika berada di lapangan. Foto: Antara

Fahri memahami bagaimana perbedaan sudut pandang dan posisi sentral Gubernur DKI Jakarta dengan pemerintah pusat. Namun dia mengatakan Gubernur DKI Jakarta dalam konteks sini punya data yang bisa menjadi acuan dalam penanganan Covid-19.

Baca juga: Wanita Emas saksi mesra PDIP PKS

Fahri menyebutkan Gubernur DKI Jakarta sebagai wali kota besar, beda dengan gubernur daerah lainnya. Gubernur DKI memilih wali kota tanpa pilkada artinya bisa relatif dikendalikan, sedangkan gubernur daerah lainnya bisa beda afiliasi politik dengan bupati atau wali kota yang mana dipilih melalui Pilkada.

“Maka, ia (Gubernur DKI) mengakses data yang nyata. Ia memegang data yang mencemaskan. Lalu ia sampaikan menjadi dasar kebijakan baru, pembatasan ruang gerak manusia di ibukota. Tapi mengapa pemerintah pusat seperti berbeda? Apakah data mereka beda? Apakah ada sesuatu yang rahasia?” kata Fahri.

Anies Jokowi ayo bersatulah

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah. Foto Instagram @fahrihamzah

Fahri menilai Anies dan Jokowi merupakan teman sekaligus sahabat yang baik, saling mengenal satu sama lainnya. Untuk itu dalam perbedaan sudut pandang pusat dan DKI Jakarta, kok kedua tokoh itu tak ada tanda bergerak bersatu. Fahri meminta Anies dan Jokowi bersatulah dalam Covid-19.

“Pak @aniesbaswedan dan pak @jokowi dua sahabat yang baik. Mengapa kalian tidak bisa bersatu selamatkan ibukota? Kita dalam krisis dan reputasi sebuah ibukota tidak saja mempengaruhi daerah lain tapi citra kita di tingkat dunia. Blokade kepada Indonesia di mulai dari ibukota,” tulis Fahri.

Menteri Jokowi jangan bantah Anies dong

Politikus asal Nusa Tenggara Barat ini meminta menteri Jokowi jangan bantah Anies. Fahri meyakini Anies punya data dan landasan kuat mengambil langkah PSBB.

Ade Armando benarkan Sumbar tak pancasilais, bela Puan Maharani?

Untuk itu menteri Jokowi lebih baik bicara baik-baik soal kondisi DKI kepada Presiden.

“Wahai para menteri, jangan bantah Gubernur DKI. Datanglah, bawa kabar kepada kepala negara bahwa DKI dalam bahaya. Lalu bikinlah pertemuan kabinet khusus, undang mantan anggota kabinet itu. Bicaralah. Bicaralah data dan sampaikan rencana kepada rakyat semua,” tulisnya.

Anies Jokowi ayo bersatulah rakyat menunggu

Fahri mengingatkan menteri Jokowi bahwa tanpa data akan lemah sekali mengambil sikap dan kebijakan lho. Jangan sampai rakyat menjadi korban karena salah menerapkan kebijakan.

Dia merasakan rakyat menunggu menteri Jokowi, Anies dan Jokowi duduk bersama memastikan data penanganan Covid-19 yang akurat.

“Lalu mengambil keputusan yang berat. Tak mengapa, rakyat akan sabar dan terima; kebebasan dilarang, ekonomi terjun curam, tambah miskin dan kena PHk. Tak mengapa. Ayo bersatu, jangan bikin malu!” tulis Fahri.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close