Trending

Anies sebut penyebab Dirut DKI korupsi gegara kebutuhan hidup, DS: Gajinya Rp100 juta!

Pegiat media sosial Denny Siregar mengomentari terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengungkapkan bahwa penyebab korupsi Direktur Utama (Dirut) nonaktif Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan karena kebutuhan hidup.

Denny mengatakan, padahal gaji seorang Dirut yang bekerja di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar seratus juta rupiah (Rp100 juta).

Penghasilan sebesar itu pun, kata Denny, belum termasuk fasilitas dan tunjangan lainnya.

“Gaji Dirutnya 100 juta rupiah per bulan. Belum tunjangan-tunjangan dan fasilitas lainnya,” kata Denny dalam keterangan tertulis, dikutip Hops pada Jumat, 9 April 2021.

Denny Siregar. Foto: YouTube CokroTV
Denny Siregar. Foto: YouTube CokroTV

Denny pun mengaku heran dengan alasan soal kebutuhan hidup yang dilontarkan Anies tersebut. Bahkan dia menyindir, apa perlu pejabat di Pemprov makan emas.

“Kebutuhan hidup apalagi? Apa dia makanannya emas?,” imbuhnya.

Soal pernyataan Anies sebut penyebab Dirut DKI korupsi gegara kebutuhan

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara panjang lebar mengenai penyebab korupsi di lingkup pemerintahan. Salah satunya adalah karena kurang mampunya memenuhi kebutuhan hidup layak.

Ia menyebut upah yang didapatkan tidak sebanding dengan nilai kebutuhannya. Karena itu, seseorang akhirnya memilih untuk melakukan korupsi.

Hal ini dikatakan Anies dalam acara diskusi bertajuk Membeda Praktik Korupsi Kepala Daerah, yang digelar secara daring, pada Kamis, 8 April 2021.

“Kalau kebutuhan hidup layak tidak bisa dipenuhi di tempat ia bekerja maka tanggung jawab di rumah yang harus ditunaikan, dia harus cari peluang lain untuk bisa menutup kebutuhannya” ujar Anies, mengutip Suara.

Direktur Utama nonaktif Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. Foto: Antara
Direktur Utama nonaktif Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. Foto: Antara

Belum lama ini, nama baik Pemprov DKI tercoreng karena Direktur Utama nonaktif Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan tersandung kasus korupsi. Anak buah Anies itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mantan Mendikbud itu tidak menjelaskan ihwal korupsi Yoory dalam acara itu. Namun ia menyebut seharusnya jika ada kebutuhan yang perlu dicukupi, bisa mencari uang tambahan dengan cara yang aman, bukan korupsi.

“Bila peluang yang dilakukan itu di luar kegiatan kantor untuk tambahan masih aman. Tapi bila kewenangan yang dimilikinya kemudian dipandang sebagai cara untuk mendapatkan pendapatan tambahan di situlah masalahnya,” jelasnya.

Ia mencontohkan kebutuhan hidup seorang pegawai Rp10 juta perbulan tetapi pendapatannya hanya Rp7 juta. Dengan demikian pegawai itu bakal berupaya mencari kekurangan dana yang ada untuk menambal kebutuhannya.

“Maka Rp 3 juta ini dia harus cari dan selisih Rp3 juta ini bisa jadi diambil lewat kewenangan yang dimiliki dipakai untuk mendapatkan tambahan mengisi uang yang kosong. Inilah jenis korupsi karena kebutuhan,” kata Anies.

“Itu solusinya adalah dengan ditingkatkan pendapatannya sehingga kebutuhannya tertutup,” tambahnya menjelaskan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close