Fit

Alami Anosmia? Coba cara ini untuk pulihkan kembali penciuman yang hilang karena virus corona

Pasien Covid-19 tanpa gejala biasanya disarankan melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Jika alami kehilangan indra penciuman atau anosmia saat isoman, begini cara mengatasinya…

Meningkatnya kasus Covid-19 membuat banyak rumah sakit penuh hingga tidak bisa lagi menampung pasien. Sebagai alternatifnya kebijakan isolasi mandiri untuk para pasien Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala diberlakukan.

Mereka dianggap masih bisa ditangani tanpa memerlukan peralatan khusus. Tetapi gejala seperti kehilangan indra penciuman seringkali membuat banyak pasien isoman merasa khawatir dan bingung untuk mengatasinya.

Ternyata mengatasi kehilangan indra penciuman saat isoman di rumah bisa dengan mudah dilakukan hanya dengan bahan-bahan dan peralatan yang ada di rumah. Bumbu dapur juga dapat membantu para penyintas Covid-19 mengembalikan indra penciuman yang hilang.

Berikut ini 4 tips mengembalikan indra penciuman atau anosmia saat isoman seperti dikutip dari beritaterheboh, Jumat (16/7/2021).

1. Latihan Mencium Aroma

“Melatih indra penciuman menjadi pengobatan utama. Dalam proses melatih indra penciuman, penyintas harus mencoba memancing penciuman dengan empat macam jenis aroma yang bisa ditemukan di rumah, salah satunya essential oil. Pada setiap aromanya coba hirup selama 20 detik. Kemudian ulangi proses ini sebanyak tiga kali dalam sehari selama enam minggu atau hingga indra penciuman kembali sempurna,” kata Dr. Aaronson selaku ahli THT.

Ilustrasi mencium masakan. Foto: Ist
Ilustrasi mencium masakan. Foto: Ist

Tidak hanya dengan minyak esensial atau essential oil, beberapa bahan-bahan yang ada di dapur bisa digunakan untuk melatih indra penciuman. Pertama-tama pilih bahan-bahan yang memiliki aroma cukup menyengat.

Dr. Aaronson merekomendasikan untuk menggunakan kopi bubuk, buah yang asam, perisa kue seperti vanila essences atau bahkan eucalyptus yang ada pada kandungan minyak kayu putih. Pada setiap jenis bahan, coba untuk hirup dan hembuskan perlahan selama 20 detik.

Dr. Aaronson mengingatkan bahwa pada masa pemulihan ini penyintas mungkin saja akan mulai mencium bau-bau yang tidak sedap. Misalnya pada beberapa bahan tersebut justru tercium bau seperti karet terbakar atau sampah busuk. Tetapi jangan khawatir karena ini merupakan bagian dari tahap pemulihan yang akan berlangsung sementara saja.

2. Menggunakan minyak castor

“Secara alami minyak castor (minyak jarak) telah digunakan sejak lama untuk mengembalikan indra penciuman, hal ini berkaitan dengan komponen aktifnya yaitu asam risinoleat. Asam risinoleat mampu membantu melawan infeksi. Kandungan tersebut juga membantu mengurangi sumbatan pernapasan dan inflamasi yang disebabkan oleh flu atau demam,” kata Dr. El Hajj selaku ahli pengobatan Naturopathic.

Dr. El Hajj begitu menyarankan minyak castor bagi penyintas dengan gejala anosmia atau kehilangan indra penciuman. Ia juga mengatakan bahwa minyak castor sudah sejak lama digunakan sebagai bahan herbal yang digunakan oleh para praktisi pengobatan alternatif untuk mengatasi gangguan pernapasan hingga hilangnya indra penciuman.

Cara untuk menggunakannya pun cukup mudah. Pertama-tama siapkan minyak castor dan hangatkan. Saat suhunya dirasa sudah cukup hangat dan sebelum minyak tersebut mendingin teteskan sebanyak dua tetes pada setiap lubang hidung setiap harinya sebelum tidur. Cara ini dinilai cukup ampuh untuk mengatasi anosmia dan mengembalikan indra penciuman.

3. Minum teh jahe

Jahe memiliki aroma yang sangat bermanfaat untuk melatih pernapasan. Jika tidak memiliki jahe segar, jahe dalam bentuk yang sudah menjadi bubuk sekalipun masih sangat bisa digunakan untuk membantu mengatasi anosmia.

Ilustrasi air jahe. Foto: Ist
Ilustrasi air jahe. Foto: Ist

Dr. El Hajj bahkan juga merekomendasikan untuk meminum teh jahe secara rutin selama anosmia. Komponen antiinflamasi yang ada pada jahe dinilai sangat membantu untuk mengembalikan indra penciuman bagi penyintas Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Secara naturopathic, minum teh jahe dapat meredakan inflamasi pada rongga pernapasan, dengan cara mengurangi kotoran yang dapat menghalangi saluran pernapasan dan menyebabkan hilangnya indra penciuman,” kata Dr. El Hajj.

Teh jahe bisa dibuat sendiri dengan mudah di rumah. Cukup kupas jahe segar dan cuci bersih. Kemudianmemarkan satu sendok makan jahe dan seduh pada air panas. Diamkan selama 15 menit kemudian minum hingga habis.

4. Bersihkan hidung dengan air garam

Membersihkan rongga hidung untuk membantu mengembalikan indra penciuman juga penting untuk dilakukan. Cukup dengan menggunakan campuran air dengan garam dikatakan sudah cukup untuk membersihkan rongga hidung.

Bukan hanya bagi penyintas Covid-19 yang mengalami anosmia, membersihkan hidung dengan air garam ini juga bermanfaat untuk penyintas sinusitis atau bagi mereka yang memiliki alergi. Campuran air garam ini dikatakan ampuh untuk membantu mengeluarkan alergen dan gangguan pada rongga hidung.

Ilustrasi cuci hidung. Foto: Antara
Ilustrasi cuci hidung. Foto: Antara

Membersihkan rongga hidung dengan air garam ini juga cukup mudah untuk dilakukan. Berikut ini langkah yang bisa dilakukan di rumah untuk membersihkan rongga hidung dengan air garam:

1. Campurkan air bersih, boleh air mineral maupun air keran yang sudah dipastikan bersih dan steril, dengan setengah sendok teh garam dan setengah sendok teh baking soda.

2. Masukkan campuran air tersebut pada botol yang bisa ditekan dan memiliki lubang di bagian atasnya seperti pada botol kecap, saus atau botol cuka.

3. Tundukan sedikit kepala. Siapkan ujung botol pada salah satu rongga hidung.

4. Tekan dengan kuat hingga air keluar dari rongga hidung yang lainnya. Ulangi sebanyak tiga kali pada setiap rongga hidung.

5. Jika dirasa sudah cukup bersihkan dan keringkan sisa air pada hidung dan mulut.

6. Ulangi cara ini selama beberapa hari. Kira-kira ulangi secara berkala setiap 2 hingga 3 hari sekali.

Selamat mencoba, Sobat Hops. Semoga dapat membantu mengembalikan penciuman yang hilang di masa isolasi mandiri ya. Salam sehat selalu…

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close