Trending

Arteria: SBY yang harusnya disalahkan, kenapa dulu pesan pesawat warna biru?

Politisi PDIP Arteria Dahlan meminta semua pihak untuk tidak mempermasalahkan lagi pengecatan ulang pesawat presiden. Menurut Arteria seharusnya permasalahan terkait cat burung besi ini dibahas saat pemerintahan SBY yang justru memesan pesawat ini berwarna biru.

Kata dia, anggaran pengecatan pesawat kepresidenan sendiri dikatakan sudah disetujui oleh DPR pada tahun 2019 lalu. Di mana di dalamnya termasuk disetujui oleh Fraksi Partai Demokrat.

“Saya pikir terkait dengan pengecatan pesawat kepresidenan tidak perlu dipermasalahkan lagi. Karena justru kalau kita ingin permasalahkan itu, SBY yang harusnya dipermasalahkan, kenapa dulu pesan pesawat warna biru pada saat Pak SBY melakukan pengadaan pesawat,” kata Arteria dalam keterangannya, dikutip Kamis 5 Agustus 2021.

Pesawat kepresidenan RI berwarna biru. Foto: Antara
Pesawat kepresidenan RI berwarna biru. Foto: Ist

“Kenapa pesan pesawat warnanya biru? Padahal kan lebih indah dan sangat patut apabila warna pesawat itu warnanya merah putih dibandingkan dengan biru putih,” katanya lagi.

Arteria heran ke SBY

Partai Demokrat-nya SBY, ketika itu disebutkan Arteria, telah setuju tanpa syarat terkait pengubahan warna cat kepresidenan. Makanya kalau hari ini mereka mempermasalahkan, Arteria mengaku kaget dan terheran-heran. Dan PDIP juga kata dia, dibuat bertanya-tanya.

Sebab, dia menerangkan pengecatan pesawat itu sudah dianggarkan sejak 2019. Di mana penanggarannya dalam konteks sudah dapat persetujuan politik anggaran, antara DPR beserta Pemerintah.

Mantan Presiden SBY. Foto: Antara
Mantan Presiden SBY. Foto: Ist

“DPR ini ada fraksinya Pak SBY juga,” katanya.

Alumnus Universitas Trisakti itu menuturkan perubahan cat pesawat kepresidenan sudah direncanakan pada 2019 yang satu paket pengerjaannya dengan Heli Kepresidenan Super Puma.

“Aneh saja kalau sekarang ada anggota DPR atau parpol di DPR yang mengkritiknya. Lah, dahulu saat dibahas, kenapa tak ditolak, bahkan mereka tidak ada mempermasalahkan sedikit pun kala itu?” kata legislator daerah pemilihan Jawa Timur VI itu.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close