Trending

AS ngocol mepet kapal perang ke Taiwan, China auto panas: Perusak perdamaian!

Kapal perang Amerika Serikat (AS) berpeluru kendali, USS Barry kembali melakukan aksi provokatif dengan melintas di perairan Selat Taiwan pada Jumat (17/9) lalu. Hal ini sudah tentu membuat geram musuh bebuyutan AS, China.

Merespons tindakan provokatif Amerika Serikat tersebut, Tentara Pembebasan Rakyat China atau China’s People’s Liberation Army (PLA), mengerahkan pasukan untuk melacak dan memantau kapal perang AS di seluruh jalur tersebut.

Dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis pada 18 September, juru bicara komando Kolonel Senior Angkatan Darat Shi Yi mengungkapkan bahwa latihan AS dengan segala peralatan militernya sebagai provokasi yang sering. Hal itu juga membuktikan bahwa AS adalah perusak perdamaian.

“AS perusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta pencipta risiko keamanan di sepanjang Selat Taiwan,” ujar Shi Yi dikutip dari laman Republic World, Minggu 19 September 2021

Shi juga menekankan bahwa pasukan Komando Teater Timur PLA mempertahankan status pemantauan tingkat tinggi setiap saat dalam upaya untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya.

Kapal perang berpeluru kendali Amerika Serikat, USS Barry. Foto: USNI News
Kapal perang berpeluru kendali Amerika Serikat, USS Barry. Foto: USNI News

Usai kapal perang berpeluru kendali Amerika Serikat melintasi Selat Taiwan, Komando Teater Timur PLA mengatakan bahwa mereka telah mengirimkan angkatan laut dan udara untuk melakukan patroli bersama dan latihan tempur lainnya di perairan tersebut, serta di wilayah udara barat daya Taiwan.

Duta Besar China untuk ASEAN, Deng Xi mengatakan bahwa Beijing melacak dan memantau pergerakan USS Barry, seraya menambahkan bahwa AS adalah pihak yang sering membuat masalah.

Song Zhongping, seorang pakar militer China mengatakan kepada Global Times bahwa transit kapal perang AS melalui Selat Taiwan adalah tentang mengirim pesan provokatif dan mendorong pemisahan diri Taiwan dari China daratan. Song, juga mencatat bahwa militer AS tidak siap untuk perang dengan PLA.

Sementara itu situs resmi armada ke-7 AS merilis pernyataan dengan mengatakan bahwa USS Barry pada 17 September lalu hanya melakukan transit rutin di Selat Taiwan melalui perairan internasional dan sesuai dengan hukum internasional.

Bendera China. Foto: Wikimedia
Bendera China. Foto: Wikimedia

“Perusak rudal kelas Arleigh Burke USS Barry (DDG 52) melakukan transit rutin Selat Taiwan 17 September (waktu setempat Taiwan) melalui perairan internasional sesuai dengan hukum internasional. Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Militer Amerika Serikat terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional,” kata pernyataan resmi tersebut.

Taiwan alias Republic of China sendiri merupakan sebuah entitas yang rumit statusnya. Dia merupakan wilayah yang dianggap China sebagai bagian dari provinsinya. Hanya sedikit negara di dunia yang mengakui Taiwan sebagai sebuah negara.

Dalam sejarahnya, Republic of China merupakan orang-orang Nasionalis yang kalah perang ketika Komunis berhasil menguasai China daratan. Para Nasionalis ini lantas melarikan diri dan memindahkan pemerintahan konstitusional ke wilayah yang sekarang disebut Taiwan.

Bahkan di PBB, hanya China yang selama ini kita ketahui sebagai China (Republik Rakyat China) yang diakui sebagai negara berdaulat penuh dan memiliki kursi di sana, bukan Republic of China alias Taiwan. Namun, di dalam negeri Taiwan, mereka sudah seperti negara berdaulat sendiri dengan memiliki pemerintahan sendiri, mata uang, tentara dan lainnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close