Trending

AS takut berperang dengan China meski punya militer kuat, Jenderal top ini bongkar alasannya

Negara adidaya Amerika Serikat (AS) dikenal sebagai salah satu negara yang punya kekuatan militer papan atas di muka Bumi. Kendati demikian, ternyata AS ogah perang dengan negara yang juga memiliki pengaruh kuat, China dan Rusia.

Jenderal top AS pun mengungkap alasan mengapa negeri Paman Sam ogah perang dengan Tirai Bambu dan Beruang Merah. Jenderal John E. Hyten, wakil ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengatakan pada hari Senin bahwa negaranya tidak pernah bertujuan ingin berperang dengan China maupun Rusia.

“Tujuan kami adalah untuk tidak pernah berperang dengan China, untuk tidak pernah berperang dengan Rusia. Karena hari itu adalah hari yang mengerikan bagi planet ini, dan hari yang mengerikan bagi negara kita,” ujarnya dikutip dari Global Times, Rabu 15 September 2021.

Hyten menambahkan, jika terjadi perang dengan Rusia dan China, maka itu ditakutkan akan meruntuhkan ekonomi global serta membawa dampak buruk bagi semua orang.

“Peristiwa semacam itu akan menghancurkan dunia dan ekonomi global. Itu akan berdampak buruk bagi semua orang, dan kita harus memastikan bahwa kita tidak menempuh jalan itu,” ujarnya.

Bendera China, Rusia dan Amerika Serikat. Foto: Russia Matters
Bendera China, Rusia dan Amerika Serikat. Foto: Russia Matters

Sang Jenderal melanjutkan, kesepakatan sebelumnya antara Moskow dan NATO setelah jatuhnya Uni Soviet menyimpulkan Rusia bukan ancaman lagi. Namun, pada saat yang sama, dia menuduh bahwa Rusia memodernisasi seluruh persenjataan nuklirnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh pensiunan Laksamana AS dan mantan Kepala Komando Pasifik AS Harry Harris. “Sangat penting bahwa kita melakukan segala yang kita bisa untuk mencegah eskalasi dan perang terbuka dengan China,” kata dia.

Baru-baru ini, ada lebih banyak suara di AS yang menekankan bahwa AS tidak boleh memiliki konflik militer dengan China. Suara tersebut muncul akibat hubungan kedua negara yang kian panas belakangan ini. Dilaporkan, tentara garis depan makin dekat, dan AS benar-benar khawatir akan konfrontasi yang tidak disengaja dan serius antara kedua militer.

Risiko konfrontasi militer China-AS memang belakangan telah meningkat. Pasalnya, permusuhan strategis kedua negara terus meningkat, dan rasa saling percaya mereka turun hingga hampir nol. Ibaratnya, jika ada gesekan sedikit saja yang tidak disengaja terjadi saat ini, kedua pihak akan saling tuduh.

Jika insiden seperti tabrakan dalam penerbangan tahun 2001 di Laut China Selatan terjadi lagi hari ini, sulit bagi kedua belah pihak untuk mendinginkan insiden tersebut dan menyelesaikannya secara damai.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close