Trending

Jejak Pangeran Wiraguna dan asal-usul nama Ragunan

Di Jakarta Selatan, tepatnya di daerah Kelurahan Pejaten Barat, di Kecamatan Pasar Minggu, terdapat situs makam Pangeran Wiraguna. Tak banyak yang tahu siapa Pangeran Wiraguna, padahal ini bagian dari asal-usul nama Ragunan.

Bagi yang sering melintasi Jl Pejaten Barat, Jakarta Selatan menuju ke kawasan Warung Buncit atau sebaliknya ke arah Kemang, akan melihat plang bertuliskan makam Pangeran Wiraguna, yang posisinya tak jauh dari Lampu Merah.

Mencekam mirip tsunami, detik-detik banjir rob 7 meter terjang pesisir Bali

Untuk menuju makam itu, kita harus memasuki gang kecil, bahkan tak terlihat seperti sebuah jalan karena tertutup oleh sebuah warung kecil. Setelah menelusuri masuk ke dalam kita akan tiba di sebuah komplek pemakaman. Di tengah makam itu ada se buah bangunan berwarna hijau. Itulah makam dari Pangeran Wiraguna.

Namunyang unik ketika masuk ke dalam rumah makam Pangeran Wiraguna, maka yang dijumpai bukanlah kuburan, tetapi sebuah tempat tidur kasur dengan kelambu yang ukurannya besar. Di bawah tempay tidur tersebut barulah terdapat makam yang bagian permukaan tanahnya tertutup batu.

Makam tersebut cukup bersih dan terawat. Di dalam rumah itu terdapat banyak tulisan-tulisan yang berisikan larangan untuk mempercayai siapa pun selain kuasa Tuhan. Ada juga spanduk dan tulisan imbauan yang bertuliskan kalau ziarah ke makam adalah untuk mengingat kematian dan meyakini Sang Maha Kuasa.

Petunjuk makan Pengaran Wiraguna di Pejaten, Jakarta Selatan. Foto: Belajarbersama

Lalu siapa Pangeran Wiraguna itu sebenarnya? Dari berbagai sumber, diketahui bahwa Pangeran Wiraguna itu tak lain adalah tuan tanah Belanda bernama asli Hendrik Lucaasz Cardeel, namun warga sekitar Ragunan lebih mengenal sosok Pangeran Wiraguna ini sebagai prajurit kerajaan Mataram.

Dikutip dari website dapobud.kemdikbud.go.id disebutkan, di abad ke-17, pria yang merupakan ahli bangunan ini menawarkan pembangunan Keraton Surasowan Banten yang terbakar kepada Sultan Ageng Tirtayasa.

Cardeel lalu meratakan dan kemudian membangun kembali keraton tersebut di atas puing-puing reruntuhan keraton. Cardeel kemudian membangun Istana Surasowan, termasuk bendungan dan istana peristirahatan di sebelah hulu Ci Banten, yang kemudian dikenal dengan sebutan bendungan dan Istana Tirtayasa. Atas jasanya, ahli bangunan berkewarganegaraan Belanda yang masuk islam ini diberi gelar oleh Sultan dengan nama Pangeran Wiraguna.

Petugas merekam video polah harimau sumatera untuk disiarkan secara langsung melalui media sosial di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu (17/5/2020).
Kebun binatang Ragunan. Foto: Antara

Dalam buku Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta karya Rachmat Ruchiat, disebutkan Cardeel mendapat gelar bangsawan tertinggi itu dari Sultan Banten Abunasar Abdul Qahar atau biasa disebut Sultan Haji.

Sementara di Partijijunianti (2012: 23) dalam buku Pasar Minggu Tempo Dulu diyakini sebagai Pangeran Wiragunan orang yang membangun sebuah kampung bernama Ragunan, yang merupakan nama kawasan dimana dia tinggal selama di Batavia. Kampung ini dirancang sebagai permukiman yang mandiri dan berfungsi sebagai penghasil kayu jati yang dijual ke kota pantai Jayakarta. Inilah sejarah asal-usul nama Ragunan.

Literatur lain menyebutkan, pada tahun 1695, Gubernur Jenderal Champhuys yang berkuasa di Batavia, menetapkan Pangeran Wiraguna sebagai asisten pribadi residen (pejabat) Batavia. Dengan kekayaannya, Pangeran Wiraguna kemudian menguasai tanah luas di selatan Batavia. Luas tanah yang dimilikinya membuat penduduk sekitar menamai daerah tersebut dengan Tanah Wiraguna, yang kemudian berubah menjadi tanah Ragunan atau wilayah Ragunan.

Menurut penulis sejarah Batavia, de Haan (1911), Cardeel dikenal dengan panggilan Mbah Kompi. Julukan yang diberikan oleh orang Betawi pada zaman dulu yang berarti seseorang yang dituakan atau dihormati. Cardeel dimakamkan di sekitar Ragunan dan makamnya dikeramatkan. (Dehan)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close