Trending

Asal usul Napoleon Bonaparte: Jenderal ganteng, pernah bintang utama sinetron

Irjen Napoleon Bonaparte sedang menjadi buah bibir lantaran aksinya menghajar M Kece, tersangka penistaan agama di Rutan Bareskrim. Belakangan banyak yang penasaran dengan Napoleon, gimana sih asal usul jenderal Napoleon Bonaparte itu. Salah satunya dia punya nama panggilan Buyung dan pernah lho jadi bintang sinetron.

Nama jenderal bintang dua itu menjadi perhatian lagi, walaupun sebelumnya dia disoroti publik lantaran terseret kasus dugaan suap red notice Djoko Tjandra. Penasaran dengan asal usul Napoleon Bonaparte?

Asal usul jenderal Napoloen Bonaparte

Nama Napoleon Bonaparte itu bukan asal lho. Orang tua jenderal bintang dua itu kagum dengan sosok pemimpin dari Prancis sehingga menamai anaknya itu dengan Napoleon Bonaparte.

Napoleon Bonaparte saat muda
Napoleon Bonaparte saat muda. Foto Instagram @napoleon_bonaparte_88

Dalam catatan jurnalis senior Dahlan Iskan, mengungkapkan perwira tinggi kepolisian itu lahir di Jakarta. Orang tuanya mewakili nusantara lho, ayahnya Mohamad Sari asalnya dari Empat Lawang, Sumatera Selatan, sedangkan ibu Napoleon berdarah Indo-Manado.

“Ayah Napoleon pengagum Jenderal Perancis, Napoleon Bonaparte,” tulis Dahlan.

Oiya, Napoleon ini adalah anak pertama dari 4 bersaudara ya. Di kampung ayahnya, Napoleon punya nama panggilan yaitu Buyung. Itu menurut pengakuan jurnalis Sumeks, yang ditulis oleh Dahlan Iskan.

Soal wajah, Dahlan mengakui Napoleon itu jenderal yang rupawan. “Napoleon orangnya ganteng,” tulis Dahlan.

Fakta kehidupan lain dari jenderal bintang dua adalah dulu Napoleon pernah lho jadi bintang sinetron Pedang Keadilan.

Waktu itu Napoleon sudah menjadi anggota Polri dengan pangkat Letnan Satu. Sinetron tersebut ada 13 seri.

“Napoleon jadi pemeran utama sinetron Pedang Keadilan (1994)” tulis Dahlan.

Kata sutradara sinetro tersebut, August Melasz mengatakan kepada Dahlan, dia menjadikan Napoleon pemeran utama sinetron itu karena Napoleon adalah anggota Polri kala itu yang paling pas dari yang ada.

Soal keluarga Napoleon, belum lama ini diungkap oleh bekas narapidana Syahganda Nainggolan.

Jadi Syahganda ini merupakan tetangga sel Napoleon kala dia jadi tahanan Rutan Bareskrim. Syahganda mengakui kagum dengan pikiran dan gagasan Napoleon.

“Ini orang menarik, gagah, karena dia keturunan Belanda dari neneknya, Bapaknya di Angkatan Laut, mertuanya kolonel di Angkatan Darat. Jadi dari segi karakter kuat. Ketika 17 Agustus atau 10 November, dia betul-betul menjadi patriot lah. Orang ini pantas jadi Kapolri,” katanya Syahganda.

Surat terbuka Irjen Napoleon Bonaparte

Usai hajar M Kece di Rutan, Irjen Napoleon Bonaparte pun memberi pernyataan lewat surat terbukanya kepada publik. Menurutnya, dia nekat menganiaya Kece di penjara Bareskrim, karena tak terima Islam dihina oleh Kece.

Kata Napoleon menyebut dirinya dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin.

“Siapapun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Alquran, Rasulullah SAW dan akidah Islamku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” kata Napoleon dalam suratnya, dikutip Senin 20 September 2021.

Napoleon Bonaparte. Foto: Ist.
Napoleon Bonaparte. Foto: Ist.

Napoleon juga menilai konten yang disebarkan Muhammad Kece di media sosial sangat berbahaya bagi keberagaman bangsa Indonesia. “Perbuatan Kace dan beberapa orang tertentu telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia,” ucapnya.

Napoleon juga menyayangkan sampai saat ini pemerintah belum menghapus semua konten dia di media yang menurutnya “telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu.”

Meski begitu, Napoleon bersedia bertanggung jawab atas apa yang diperbuat terhadap Muhammad Kace di tahanan. “Akhirnya, saya akan mempertanggung jawabkan semua tindakan saya terhadap Kace apapun risikonya,” tutup surat Napoleon.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close