Trending

Usia sidik jari cuma 5 jam, asal usul telapak tangan Danu di Alphard?

Nama Muhammad Ramdanu alias Danu belakangan disorot usai memberi pengakuan mengejutkan di salah satu channel Youtube. Danu bilang dia diminta oknum Polisi untuk bersihkan bak mandi sampai dengan masuk ke dalam Alphard atas instruksi Polisi.

Dari keterangannya itu, Danu kemudian dipanggil dan diperiksa oleh Polres Subang untuk mengetahui motif dan kebenaran keterangannya. Dan dari sana pula diketahui kalau Danu berbohong soal keterangannya, hingga ada telapak tangan dia di Alphard milik korban Tuti Suhartini.

Muslima Fest

Kepastian ini disampaikan oleh Indra Zainal, Kades Jalancagak, Subang, Jawa Barat. Indra yang merupakan masih saudara dengan Danu, bahkan ikut menemaninya saat diperiksa di Polres Jalancagak.

Asal usul telapak tangan Danu di Alphard?

Dari keterangan yang lain, Danu menyebut kalau Polisi melakukan pengambilan sampel sidik jari pada 19 Agustus 2021. Itu artinya pengambilan dilakukan sehari setelah penemuan jasad Tuti dan Amel pada 18 Agustus 2021.

Padahal, Polisi tak mungkin melakukan pengambilan sampel sidik jari dan bukti-bukti lain sehari setelah kejadian. Mengingat usia sidik jari hanya akan bertahan 5-6 jam saja.

Pelaku menyetir Alphard dengan kondisi miring. Foto: Ist.
Pelaku menyetir Alphard dengan kondisi miring. Foto: Ist.

Dari sana publik pasti bertanya-tanya, mana yang berbohong soal temuan sidik jari Danu di Alphard? Danu atau Polisi?

“Padahal Danu coba menganggap wajar kalau ada telapak tangannya di lokasi, karena dia diminta bantuan oleh Polisi pada 19 Agustus. Tetapi Polisi sendiri membantah kalau mereka menyuruh Danu melakukan itu (bersihkan bak mandi dan masuk ke Alphard),” kata Anjas di Thailand, salah satu Youtuber yang getol menganalisa kasus ini sejak awal, dikutip Hops.id, Kamis 21 Oktober 2021.

Indra saudara Danu sendiri bilang, kalau keterangan itu terbukti tak benar. Dia sampaikan itu di saluran Youtubenya, baru-baru ini. Lalu, soal telapak tangan Danu, seperti apa?

Adapun menurut Anjas, ada bukti lain soal Danu di lokasi, yakni ditemukannya puntung rokok dia di dalam rumah. Padahal menurut keterangan Danu, dia merokok pada tanggal 19 Agustus di luar rumah saat tengah diminta Polisi ke lokasi membantunya menyambung kabel dan lampu di TKP.

Mobil Alphard di Subang. Foto Youtube.
Mobil Alphard di Subang. Foto Youtube.

“Indra klarifikasi tak benar, berarti Danu bohong. Sebab Polisi sendiri sudah menyatakan kalau pengambilan sampel dan bukti-bukti sudah dilakukan pada tanggal 18 Agustus, seperti yang disampaikan Kapolres Subang, AKBP Sumarni,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close