Hobi

Bisnis Astra karut marut akibat pandemi, jualan mobil hanya 17 ribu unit

Pandemi covid-19 berdampak pada carut marutnya bisnis PT Astra International tbk yang melanda di semua sektor. Salah satunya industri otomotif yang berada di bawah payungnya. Bahkan Astra mengungkap di masa pandemi khususnya pada Mei 2020, penjualan mobilnya hanya mencapai 17 ribu unit saja.

Namun pergerakan bisnis Astra sendiri dari penjualan mobil diakui mulai merangkak di bulan Juni 2020, dengan kenaikan yang cukup baik dibanding bulan sebelumnya. Bisnis unit kendaraan bermotor baik yang beroda dua maupun empat berkontribusi sekitar 45 persen sampai dengan 50 persen. Kalau ditambah dengan turunannya termasuk di jasa keuangan, tentunya lebih besar dari itu.

“Jadi yang terdampak kalau bisa saya sampaikan akibat pandemi ini bukan hanya kendaraan bermotor, tetapi juga bisnis-bisnis lainnya. Memang kalau kita melihat yang cepat terkena dampak dari COVID ini adalah kendaraan bermotor,” ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro seperti dikutip Antara Selasa 16 Juni 2020.

Fasilitas pabrik Daihatsu
Fasilitas pabrik Daihatsu kembali aktif produksi Foto: Daihatsu

Kondisi pandemi yang terjadi di Indonesia tentu sangat dirasakan Astra yang memayungi beberapa produsen otomotif di Indonesia. Salah satunya Toyota dan Daihatsu yang menjadi produsen otomotif raksasa di Indonesia.

Baca juga: Pesaing Toyota Alphard muncul lagi, harganya Cuma Rp460 juta

Angka penjualan ritel yang hanya mencapai 17 ribu unit tersebut, memang tak lepas dari lesunya penjualan akibat melemahnya daya beli konsumen di tengah pandemi. Banyaknya konsumen yang menahan membeli kendaraan dan lebih bertahan untuk kebutuhan yang lebih penting menjadi faktor utamanya.

Tak hanya itu, beberapa fasilitas pabrik seperti Daihatsu yang mengikuti peraturan PSBB untuk mengatur kembali line produksinya membuat kondisi industri otomotif turut terganggu. Daihatsu sendiri dalam sejarah mencatatkan angka pengiriman yang kurang baik di bulan Mei.

Berdasarkan catatannya, Daihatsu tidak melakukan pengiriman mobil sama sekali sepanjang Mei 2020. Hal ini merupakan konsekuensi yang dilakukan Daihatsu karena menutup seluruh jaringan dilernya sebagai langkah mengikuti anjuran pemerintah.

Selain penutupan jaringan dilernya di seluruh Indonesia, penutupan fasilitas pabrik yang dimiliki Daihatsu menjadi salah satu kendala pencapaian wholesale atau pengiriman mobil dari pabrik ke diler mencatatkan angka nol atau tidak melakukan pengiriman mobil sama sekali.

Fasilitas Pabrik Daihatsu mulai aktif
Daihatsu mulai aktifkan kembali fasilitas pabriknya foto: Daihatsu

Sampai dengan bulan Mei 2020, pasar otomotif yang merupakan salah satu penggerak industri nasional, masih terus mengalami penurunan. Daya beli masyarakat yang terus menurun dan penerapan PSBB di banyak tempat, menjadi alasan utama.

Daihatsu sebagai salah satu pemain utama otomotif Indonesia, juga mengalami penurunan volume penjualan. Pasar otomotif nasional selama Januari – Mei 2020 mencapai 260 ribu unit atau turun 40% dari tahun lalu, sementara penjualan retail Daihatsu menjadi 48.019 unit atau turun 39% dari tahun lalu, lebih kecil dari penurunan pasar sehingga market share Daihatsu mengalami kenaikan dari 18.0% YTD Mei 2019 menjadi 18.4% YTD Mei 2020.

Aktifitas pabrik Daihatsu Foto: Ist

Untuk whole sales, Daihatsu mengikuti arahan pemerintah dengan membatasi operasionalnya, sehingga produksi atau pencapaian whole sales di bulan Mei 2020: 0 unit. Pencapaian pasar mobil secara whole sales selama periode Januari – Mei 2020 sebesar 248 ribu unit atau turun 41% vs 2019.

Sementara, pencapaian whole sales Daihatsu periode Januari – Mei 2020 sebesar 49.443 unit atau turun 39% vs 2019, lebih baik dari penurunan pasar, sehingga market share Daihatsu secara whole sales mengalami kenaikan dari 19.2% di tahun 2019 menjadi 19.9% di tahun 2020.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close