Trending

Atlet wanita dipenggal Taliban, aktivis NU pertanyakan tanggapan Jusuf Kalla

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus kader Nahdatul Ulama (NU), Mohamad Guntur Romli menanggapi kabar yang beredar terkait atlet voli wanita asal Afghanistan yang kepalanya diduga dipenggal oleh kelompok penguasa Taliban.

Dia pun mempertanyakan soal komentar dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu yang menilai bahwa kelompok Taliban kini sudah berubah.

Muslima Fest

“Buat Pak JK ada komen? Apa masih keukeuh bilang Taliban sudah berubah?” tulis Guntur Romli dalam kicauan di jejaring media sosial Twitter miliknya, dikutip dari jaringan Hops.id (Suara) pada Senin, 25 Oktober 2021.

Cuitan itu kemudian mengundang perhatian warganet. Mereka pun saling sahut menyahut menandakan Jusuf Kalla dan Guntur Romli.

Jusuf Kalla (JK). Foto: Ist.
Jusuf Kalla (JK). Foto: Ist. | Atlet wanita dipenggal Taliban, aktivis NU pertanyakan tanggapan Jusuf Kalla

Seperti diberitakan sebelumnya, Taliban memenggal salah satu atet voli wanita berprestasi di Afghanistan bulan lalu dan memamerkan foto kepalanya di medis sosial baru-baru ini.

Menyadur Daily Mail Jumat (22/10/2021), pelatih Mahjabin Hakimi mengeklaim anak didiknya dibunuh secara misterius namun ada klaim lain yang menyatakan remaja itu bunuh diri.

Sebuah foto yang diduga jenazah Mahjabin menunjukkan cedera di lehernya, tapi tak bisa disimpulkan, apakah luka ini disebabkan oleh pisau atau jerat.

Pusat Jurnalisme Investigasi Payk di Afghanistan mengonfirmasi bahwa Mahjabin dipenggal oleh Taliban di Kabul.

Kematiannya baru dilaporkan setelah pelatih mengatakan Taliban mengancam keluarga korban agar tak membocorkan peristiwa ini.

Setelah gambar memuakkan itu muncul, ia memutuskan untuk berbicara. “Semua pemain tim bola voli dan atlet wanita lainnya berada dalam situasi yang buruk dan putus asa dan ketakutan,” katanya.

“Semua orang terpaksa melarikan diri dan tinggal di tempat yang tidak diketahui.”

Kelompok Taliban. Foto: Then24
Kelompok Taliban. Foto: Then24

Mahjabin bermain bola voli untuk klub Kabul sebelum Taliban merebut kekuasaan dari pemerintah yang didukung AS pada akhir Agustus.

Hanya dua pemain yang berhasil kabur dari Afghanistan sebelum negara itu jatuh ke tangan Taliban dan sisanya bersembunyi dalam ketakutan.

Federasi bola voli Italia hari ini mengumumkan bahwa semua liga akan mengheningkan cipta selama satu menit untuk Mahjabin sebelum pertandingan mereka akhir pekan ini.

Penghormatan itu diputuskan oleh ketua federasi Giuseppe Manfredi setelah berdiskusi dengan Komite Olimpiade Italia.

Taliban telah melarang semua olahraga wanita sejak mengambil alih kekuasaan dan memaksa banyak atlet terkenal negara itu bersembunyi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close