Trending

Kritik pedas Australia soal penanganan corona di Indonesia

Diumumkannya sejumlah kasus virus corona di Indonesia membuat Australia angkat suara meng-kritik. Dalam situs pemerintahnya, Ausralia memperingatkan warganya yang ingin berkunjung ke Indonesia, agar mempertimbangkan sejumlah hal.

Di antaranya adalah penanganan virus corona di Indonesia yang dinilai belum begitu baik. Dirilisnya pemberitahuan kritik ini diharap bermanfaat bagi warga Asutralia yang hendak berkunjung ke Indonesia.

Dalam pemaparannya, Australia menegaskan kalau ada keterbatasan penanganan serta risiko penularan virus yang kian meningkat dari waktu ke waktu di Indonesia.

Baca Juga: Rangga Sunda Empire ngaku kerahkan intelijen lacak biang kerok corona

“Pemerintah Indonesia telah mengkonfirmasi sejumlah kasus corona virus (COVID-19). Ada keterbatasan ketersediaan fasilitas pengujian dan pengendalian infeksi dan risiko penularan virus meningkat,” tulis situs tersebut Smartraveller disitat Hops, Selasa 10 Maret 2020.

Para calon pelancong turut diberi penjelasan terkait kritik Australia soal standar layanan kesehatan di Indonesia yang berbeda dengan negeri kangguru itu. Ini mereka anggap penting berkaitan dengan wabah virus corona.

Australia juga mengkritik dan menyoroti Bali, Indonesia, sebagai salah satu destinasi wisata favorit turis mancanegara termasuk warga mereka.

“Perawatan kritis untuk mengelola warga Australia yang sakit parah, termasuk di Bali, kemungkinan jauh di bawah standar yang tersedia di Australia. Pihak berwenang (Indonesia) telah memberlakukan pembatasan sementara untuk masuk dari China dan beberapa bagian Italia, Iran dan Korea Selatan karena COVID-19,” tulisnya lagi.

Sudah 19 orang

Di luar kritik Australia terhadap penanganan corona di Indonesia, Sementara itu Pemerintah sudah mengumumkan update korban virus corona di Indonesia. Kepastian disampaikan juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona Achmad Yurianto.

“Hari ini jumlah kasus yang terkontaminasi positif sebanyak 19,” kata Yurianto, Senin petang, 9 Maret 2020.

Yurianto lalu menjelaskan identitas pasien. Pasien ketujuh, kata dia, merupakan seorang wanita berusia 59 tahun. Dia baru saja kembali dari luar negeri. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata wanita itu positif terjangkit virus corona.

“Ini imported case. Setelah diperiksa dengan genome sequencing empat hari lalu, akhirnya hasilnya positif,” kata dia. “Kondisinya sakit ringan sedang, stabil,” katanya lagi.

Baca Juga: Corona bikin ekonomi RI terjun, Pengamat: Salah tergantung ke China

Sedangkan untuk pasien positif corona ke delapan, kondisinya lebih mendapatkan perawatan ekstra. Penangananya pun berbeda, karena diberikan perlengkapan infus dan oksigen.

Untuk pasien dengan kasus ke delapan, ada hubungannya dengan pasien positif corona ke tujuh. Pasien ke delapan dikatakan sudah sakit duluan, ditambah penyakit lain berupa diare dan diabetes.

Sementara itu pasien berikutnya diidentifikasi sebagai pasien positif corona ke sembilan. “Kasus ke sembilan, dia perempuan berusia 55 tahun,” katanya.

Untuk pasien ke-10 diidentifikasi berjenis kelamin laki-laki. Dia merupakan warga negara asing dengan usia 29 tahun.

Yurianto juga kemudian menjabarkan identitas pasien ke 11 sampai ke 19. Beberapa di antaranya, kata dia, adalah Warga Negara Asing.

Atas bertambahnya pasien positif corona menjadi 19 orang, masyarakat pun diminta tenang dan tak panik dengan kondisi yang ada. Sebab kasus di Indonesia dikatakan beda dengan kasus di Wuhan.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close