Trending

Hadi Pranoto: Para ahli ayo buktikan herbal Covid-19 bersama, tokcer atau tidak

Penemu herbal Covid-19, Hadi Pranoto mengajak para ahli bidang vaksin untuk membuktikan ayo buktikan herbal Covid-19, apakah tokcer atau tidak dalam melawan Covid-19. Hadi menyampaikan ajakan ini supaya membuktikan apakah herbal Covid-19 hasil riset timnya itu layak dikonsumsikan kepada pasien virus Corona 2019.

Sebelumnya Hadi sudah puluhan tahun meneliti dan meriset herbal Indonesia. Saat pandemi Covid-19 terjadi dan melanda dunia, tim riset Hadi mencoba mencari senyawa herbal mana yang cocok untuk melawan Covid-19 dan akhirnya tim riset Hadi menemukannya, dan malah sudah mengemas ramuan herbal untuk pasien Covid-19.

Baca juga: Mau kerja di luar negeri? Coba lowongan pegawai setempat dari Kemlu

Ayo buktikan herbal Covid-19

eneliti Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi Covid-19.
eneliti Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi Covid-19 , di Kota Bogor, Jawa Barat. Foto ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.

Dalam bincang Apa Kabar Indonesia Malam di tvOne, Hadi mengajak para ahli bersama-sama dengan timnya mendalami kemampuan herbal ramuannya tersebut.

“Kalau para ahli sepakat, ayo kita buktikan herbal ini punya kemampuan menetralisir Covid atau tidak. Ayo buktikan bersama. Kita bersama-sama ambil sampling terapi herbal ini,” ujarnya dikutip Selasa 4 Agustus 2020.

Hadi meyakini herbal asal Indonesia punya kemampuan untuk melawan berbagai penyakit, salah satunya Covid-19. Untuk itu dia mengajak para ahli bersama-sama membuktikan bisalah herbal ramuan timnya itu bisa membantu masyarakat melawan COvid-19.

“Indonesia punya periset muda banyak, dan kita punya penuh sumber daya alam, sumber herbal. Saya yakin senyawa herbal Indonesia itu terkuat di dunia,” ujarnya.

Dedikasi untuk bangsa

Hadi menegaskan dia dan timnya tidak pernah terbersit mengomersialkan herbal untuk Covid-19 yang sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat Makanan dengan nama produk Bio Nuswa.

Alih-alih berjualan, dia dan timnya siap mewakafkan ramuan herbal temuan timnya itu untuk kepentingan rakyat. Hadi mengatakan timnya berencana memproduksi 300 juta botol herbal Covid-19 dan semua dibagikan ke rakyat gratis.

“Saya dengan tim tidak ada niat menawarkan produk. Produk ini tidak dijual, saya bagikan, hasil riset ini saya dedikasikan untuk kebangsaan di mata dunia,” ujarnya.

Ajak lembaga riset buktikan herbal Covid-19

Hadi Pranoto Foto: Youtube
Hadi Pranoto Foto: Youtube

Hadi juga mengajak lembaga riset di Indonesia untuk bersama-sama mendalami apakah herbal Covid-19 ramuannya itu tokcer untuk melawan Covid-19.

“Kalau herbal ini bermanfaat bagus untuk penanganan Covid ayo kita perbanyak. Teman-teman nggak usah pusing soal produksi. Kami siap 300 juta botol,” katanya.

Riset puluhan tahun

Hadi mengakui timnya sudah riset herbal Indonesia puluhan tahun lalu. Saat Covid-19 mulai jadi masalah dunia, timnya kemudian mencari senyawa herbal Indonesia yang cocok untuk melawan virus Covid-19 tersebut.

Hadi mengklaim timnya menemukan ramuan herbal yang cocok untuk melawan virus Corona 2019 tersebut. Riset herbal Covid-19 ini sudah dilakukan di laboratorium mandiri di Jawa dan sudah 20 ribu botol diberikan ke pasien Covid-19.

Hadi mengungkapkan tak ada efek samping dari penggunaan herbal sebab dari bahan biologi alami.

Namun demikian, Hadi mengakui herbal racikannya itu belum melalui penelitian uji klinis seperti yang dipersoalkan IDI. Herbal buatannya itu dikembangkan di laboratorium independen milik timnya yang mana segala pembiayaan operasional menggunakan dana mandiri.

Hadi berdalih, mereka tak punya sumber daya untuk penelitian praklinis. Makanya dia meminta pemerintah atau lembaga terkait memfasilitasinya.

“Kalau uji klinis sendiri belum diakui lembaga terkait. Makanya lembaga hasil uji klinis tolong beri ruang kepada kami dan bimbingan ke kami. Kami ini periset independen,” kata Hadi di tvOne.

Selain itu, Hadi yang menegaskan bukan dokter ini mengeluh biaya besar penggunaan laboratorium untuk menjalani praklinis. Dia meminta kepada Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, Ali Ghufron Mukti, untuk memberi akses laboratorium.

“Semua masyarakat yang punya hasil penelitian biologi, mana laboratorium yang bisa dipakai gratis? Kan mahal sekali kalau bangun laboratorium, jadi mana yang gratis. Mohon beritaku ke kami, laboratorium mana yang bisa kami pakai uji klinis?” kata Hadi.

Herbal buatan Hadi Pranoto telah mendapatkan izin dari BPOM pada 14 April 2020, dengan nama produk Bio Nuswa. Produk yang dikategorikan sebagai obat tradisional ini punya nomor registrasi TR203636031 di BPOM. Bio Nuswa didaftarkan oleh PT Saraka Mandiri Semesta yang berbasis di Bogor, Jawa Barat. Bio Nuswa hadir dalam kemasan dus dan botol dengan masing-masing volume 100 ml dan 250 ml.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close