Trending

Aziz Yanuar ingatkan Polisi yang tutup kepala Munarman: Hati-hati…

Keluarga dan kuasa hukum Munarman yang diwakili Aziz Yanuar menyatakan menyesalkan proses penangkapan yang dilakukan aparat Densus 88. Menurut mereka, pihaknya sangat keberatan. Apalagi mata Munarman sampai ditutup termasuk matanya saat ditangkap.

Belum sampai di situ, Munarman juga nampak diseret-seret, dimaki, hingga tak boleh untuk sekadar menggunakan alas kaki. Dari sana kemudian mereka menyebut ini merupakan penegakkan hukum yang sebenarnya melanggar hukum.

Padahal, menurut Aziz Yanuar, selama ini Munarman dikenal sebagai sosok yang sangat kooperatif dan sangat menjunjung tinggi proses penegakan hukum.

“Kita dari tim kuasa hukum dan keluarga sangat menyesalkan dan juga sangat-sangat keberatan dengan proses itu, baik penangkapan maupun penahanannya,” kata dia di diskusi daring Crosscheck, dikutip Selasa 4 Mei 2021.

Mata Munarman ditutup saat ditangkap. Foto: Ist.
Mata Munarman ditutup saat ditangkap. Foto: Ist.

Aziz Yanuar menambahkan, sepatutnya aparat penegak hukum melakukan tindakan harus didasarkan pada ketentuan hukum. Bukan dengan arogansi karena memiliki kekuasaan dan kekuatan.

Aziz Yanuar heran mata Munarman ditutup

Maka itu, dia menyoroti pelanggaran ketentuan hukum, di mana salah satunya adalah dignity. Sementara yang dilakukan aparat Densus 88 saat penangkapan, seolah dianggap merendahkan hak dan martabat Munarman, serta bertentangan dengan penegakan hukum itu sendiri.

“Ini anak bangsa, ini bukan koruptor maling triliunan uang rakyat, dia juga bukan pembantai penegak hukum, bukan separatis, bukan bandar narkoba, makanya ini mesti diperhatikan,” kata dia.

Andaipun protapnya seperti itu, kata dia, lantas, apakah lebih tinggi dari undang-undang. Sebab jika atas alasan agar Munarman tak mengenali wajah-wajah penangkapnya, dia justru heran, karena penangkapan itu juga disiarkan ke publik, di mana semua orang bisa melihat dengan mata kepala sendiri siapa saja Polisi yang menggiring dan menyeretnya saat penangkapan.

“Lho, waktu penggerebekan yang dilakukan itu malah diliput, harusnya bukan cuma Munarman yang tak boleh lihat, tapi semua orang. Jangan mengeluarkan argumen yang menggelikan,” katanya.

Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar. Foto: Twitter.
Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar. Foto: Twitter.

Aziz Yanuar lantas memperingatkan kepada pihak-pihak aparat Densus yang menangkap dan menutup mata Munarman, kalau mereka bisa saja dipidana. Hal ini tak terlepas dari pedoman UU nomor 5 tahun 2018, di mana di dalamnya ada Pasal 25 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 3. Ini berkaitan dengan penetapan, perlakuan dan prinsip hak.

Dirinya mengaku tidak akan mempermasalahkan kepala Munarman ditutup jika ayat 3 dalam pasal tersebut dihapus.

“Kecuali kalau ayat itu dihapus, saya tak akan bicara ini, kita akan terima. Tetapi ini ada, itulah makanya kami ingatkan sebagai wujud kecintaan kita terhadap penegakan hukum. Apalagi hukum ini dibuat bersama DPR.”

“Hati-hati penyidik dan petugas yang melanggar dan menutup kepala itu bisa dipidana lho. Saya sebagai penegak hukum, hanya mengingatkan kalau itu salah. Sama seperti halnya Densus menegakkan hukum. Saya juga. Itu singkatnya,” kata dia lagi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close