Trending

Badan Siber Sandi Negara diretas, diduga balas dendam Brazil ke Indonesia, perang IT berkecamuk?

Situs resmi milik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) diduga diretas oleh oknum dari Brazil. Situs BSSN ini jadi korban peretasan dengan metode deface.

Peretasan yang menimpa BSSN pada Rabu (20/10) disebut menggunakan metode Deface yang mengubah tampilan muka dari laman website www.pusmanas.bssn.go.id.

Muslima Fest
Situs BSSN diretas. Foto: Istimewa
Badan Siber Sandi Negara diretas, diduga balas dendam Brazil ke Indonesia. Foto: Istimewa

Tampilan situs milik lembaga negara ini diganti dengan gambar bertuliskan Hacked by theMx0nday. Lalu dibagian bawah tulisan itu muncul logo BSSN disertai tulisan, “NSA da indonesia pwnetada fds KKKKKKKKKKKK,” seperti tertulis dalam situs tersebut.

Berdasarkan cuitan tersebut, peretas yang menggunakan nama alias ‘theMx0nday’ sebagai identitasnya ini menyebut langkah peretasan yang dia lakukan adalah bentuk pembalasan atas apa yang dilakukan oleh peretas Indonesia yang meretas situs milik orang Brasil.

“Sonix sempat disini. Deface ini dilakukan untuk merespons peretasan dari Indonesia terhadap situs Brazil. Lihat betapa mudah mengacaukan negara kacau Anda,” tulis si peretas lagi.

Selain itu, peretasan ini juga diumumkan lewat akun @son1x777 di Twitter. Pada cuitannya yang diunggah Rabu (20/10), akun tersebut menuliskan “NSA da indonesia pwnetada fds KKKKKKKKKKKK,” serupa dengan tulisan yang tertera di situs BSSN.

Diduga balas dendam dari Brazil

Ilustrasi peretasan. Photo: Pixabay
Ilustrasi peretasan. Photo: Pixabay

Sementara pakar keamanan siber, Pratama Persadha mengungkapkan, serangan terhadap situs BSSN tersebut diduga merupakan bentuk balas dendam karena sebelumnya pelaku peretasan asal Indonesia juga meretas situs negara milik Brasil Unggahan tersebut bertuliskan “Hacked by theMx0nday” yang artinya diretas oleh theMx0nday.

“Dituliskan oleh pelaku deface bahwa aksi ini dilakukan untuk membalas pelaku yang diduga dari Indonesia yang telah meretas website negara Brazil,” ujar Pratama, dalam keterangannya dikutip Hops.id dari Kompas pada Senin, 25 Oktober 2021.

Pratama juga menjelaskan mengatakan, deface merupakan peretasan ke sebuah website dan mengubah tampilannya.

Perubahan tersebut bisa meliputi seluruh halaman atau di bagian tertentu saja. Contohnya, font website diganti, muncul iklan mengganggu, hingga perubahan konten halaman secara keseluruhan.

Lebih lanjut, kata Pratama, BSSN seharusnya sejak awal mempunyai rencana mitigasi atau business continuity planning (BCP) ketika terjadi serangan siber.

“Karena induk CSIRT (computer security incident response team) yang ada di Indonesia adalah BSSN,” ucap dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close