Lifestyle

Bagikan rahasia soal corona, dr Cheng: Video dihapus, Youtube ketakutan!

Seorang dokter ahli asal China mengklaim mampu menyembuhkan pasien yang mereka tangani dengan vitamin C. Ia menyebut hasilnya sangat signifikan dan mengurangi munculnya gejala dari infeksi COVID-19. Namun sayangnya video penjabaran hasil riset yang diposting tiba-tiba menghilang dan di banned, dan dicabut youtube.

Dokter bernama Richard Cheng dari Shanghai beberapa waktu lalu mempublikasikan sebuah cerita ke youtube tentang pengalamannya mewawancarai langsung satu keluarga yang terdampak COVID-19, dan melakukan pencegahan dengan konsumsi vitamin C.

Baca juga: Dokter AS mulai syok lihat cara kerja corona bikin kritis pasien, hitungan menit

Lewat videonya Cheng membagikan cerita soal satu keluarga di Wuhan yang terdiri dari 6 orang. Salah satu anggota keluarga yaitu sang nenek tertular COVID-19. Karena punya penyakit bawaan, sang nenek mengalami kondisi yang cukup berat. Namun anehnya, setelah diperiksa tak satupun anggota keluarga yang tertular selain si nenek.

“Enam keluarga itu sangat dekat. Saya menginterview 2 anaknya yang setiap hari menjaga ibunya, mereka bilang tidak tahu kalau ibunya tertular covid-19,” ujar dr Cheng.

Yang mengejutkan, semua keluarga itu mengaku rajin mengonsumsi vitamin C sejak dulu, dan menambah dosisnya ketika wabah melanda Wuhan.

“Ketika itu saya menelusuri penemuan ini lebih lanjut dan menemui banyak pakar untuk mencari tahu. Keluarga yang saya wawancarai itu juga mengaku bersedia membantu riset saya,” ujarnya.

Penelusuran dr Cheng membawanya bertemu Dr. Enqian Mao Dokter Kepala di Departemen Emergency MERS di RS Ruijin salah satu RS terbesar di Shanghai yang berafiliasi dengan Joatong University College of Medicine. Dr Mao juga merupakan pakar di Shanghai Public Health Center tempat penanganan infeksi covid-19.

“Dr Mao punya tujuan yang sama dengan saya soal vitamin C. Kemudian saya ikut dalam meeting online yang dihadiri para dokter medis, persatuan RS, peneliti, juga pakar yang negaranya terdampak COVID-19, pada 17 Maret 2020 untuk membahas soal dosis tinggi vitamin C lewat infus pada pasien COVID-19,” ucapnya.

Lebih lanjut dr Cheng menjelaskan kala itu, Dr Mao hadir sebagai pemimpin konferensi tersebut untuk menceritakan pengalamannya melakukan treatment vitamin C pada pasien COVID-19.

“Dalam konferensi itu, dia (Dr Mao) dan timnya mencoba pada 50 kasus COVID-19 yang ia berikan dengan vitamin C dosis tertentu. 1000-2000 miligram vitamin C,” ujarnya.

Rata-rata pasiennya diberikan 1000 miligram vitamin C dengan jeda 8-10 jam sehari untuk kasus COVID-19 sedang, sedangkan untuk kasus berat diberikan dosis 2000 miligram.

Dari semua pasien yang ia berikan penanganan dengan vitamin C, keseluruhan mengalami kesembuhan dan tidak terjadi kematian. Dan dalam konferensi itu dr Mao dan tim juga memberikan hasil uji saintifikasi vitamin C pada kasus ini.

“Hasil akhirnya masih dianalisis namun, beberapa pasien recover lebih cepat kira 3-5 hari lebih cepat sembuh.”

Penemuan ini bagi dr Cheng sangatlah berarti. Ia beranggapan bahwa vitamin C merupakan suplemen yang paling dibutuhkan untuk menangkal COVID-19. Namun sayangnya video tersebut tiba-tiba dibanned Youtube tanpa alasan yang masuk akal.

“Padhal saya melakukan riset yang betul. Saya wawancarai semua sumbernya jelas, tidak fiktif. Saya praktisi dan peneliti senior, saya juga melatih para peneliti, jadi mustahil saya memberi laporan tanpa melakukan cheking sebelumnya.”

Video yang dipublikasikannya dalam waktu singkat mencapai 300 juta orang dalam waktu hanya seminggu. “Youtube seperti ketakukan dan remove video saya dan saya tak tahu kenapa.”

Vitamin C aman dikonsumsi

Dr Cheng menjelaskan, vitamin C merupakan alternatif suplemen yang sangat aman dan terjangkau di tengah pendemi seperti sekarang.

“Virus corona pandemik yang sangat menakutakan dan tak ada spesifik vaksin atau obat untuk mengatasi virus corona ini. Pengobatan terbaik adalah meningkatkan imun tubuh vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang dapat mengaktifkan imun tubuh yang dapat melawan virus dan bakteri.”

Selain itu Vitamin C membantu tubuh menghasilkan hidrogen peroksida yang memberikan reaksi kimia tertentu dalam tubuh.

Obat
Obat Photo: Pixabay

“Ini penting karena vitamin C membantu kita memproduksi hidrogen peroksida untuk membunuh virus itu, namun itu tidak berdampak pada sel tubuh kita karena tidak ada satupun sel menurun karen hidrogen peroksida.”

Selain itu vitamin C juga memproduksi hormon yang bisa menurunkan kadar stres, juga meningkatkan sel imun dan vitamin C juga punya prototipikal anti-oksidan

“Vitamin C sangat masuk akal dan mudah dijangkau, ada di mana-mana. kenapa tidak kita gunakan saja. Media besar seperti youtube seharusnya membantu mencari cara untuk mempublikasikannnya. Lalu kenapa youtube membanned informasi saya? apakah karena video saya membahayakan?”

Apa bahayanya jika seseorang mengonsimsi vitamin C dosis tinggi? Ujar dr Cheng.

“Tidak ada. Misalnya saja injeksi infus vitamin C dosis tinggi. National Institute Health di US, top medical goverment agency mempublikasikan pada Desember 2019 lalu, ia menyebut jelas bahwa dosis tinggi vitamin C hingga 1,5 gram per kilogram bobot tubuh sangat aman dan tanpa efek samping,” ujarnya.

Jadi misalnya, ia memerikan contoh, rata-rata bobot tubuh manusia 60-70 kilo dengan batas maksimum perhari konsumsi vitamin C adalah kira-kira 80 gram sehari.

“Tak mungkin kita konsumsi lebih dari itu, untuk terapi COVID-19 ini kami hanya konsumsi 1000-2000 miligram atau 1-2 gram sehari.”

Ia juga mengungkit soal teori yang menyebutkan bahwa vitamin C dapat memicu pembentukan batu ginjal.

“Vitamin C itu tak ada hubungannya dengan batu ginjal, dan tak ada hasil ilmiah yang mendungkung hal itu. Vitamin C tak akan melukai orang, itu sangat mujarab dan bisa didapat di mana saja,” tutupnya.

video dr Cheng ungkapkan kekecewaan

Topik

5 Komentar

  1. Itu ada yg janggal pd angka2nya, dr 10 ribu ‘gram’ kok jadi 2000 ‘miligram’ bagi yg berat,
    Ini benar tidak?

  2. Masuk diakal juga. Virus corona berasal dari Kelelawar, kelelawar suka makan buah sehingga dia bisa bertahan dari virus corona. Vit c banyak terdapat pd buah segar. Bisa jadi obat pembunuh virus corona adalah anti bodi kita sendiri. Proses pembentukan anti bodi memerlukan sistem pencernaan yg baik dan hal tsb biasanya dimiliki oleh anak2, remaja dan mungkin dewasa. Sementara bagi orgtua agk berkurang krn sistem pencernaan utk menghasilkan anti body terganggu krn faktor usia. Masuk diakal jg

  3. Logikanya 1000 mg menjadi 2000 mg bagi yg berat ataukah 1 -2 gram sehari ? Yang benar 1 gram itu berapa mg ?
    Di botol vit C yg saya beli per pil nya hanya 50 mg, dan kata apotekernya, boleh 4 tablet sehari untuk preventif…
    Sungguh membingungkan informasi nya….!!!
    Sepertinya beritanya juga memang sengaja dibikin kacau….?!?

  4. pantas you C – 1000 jadi langka dipasaran yaa….:).
    lebih gampang bikin infused water sendiri dari irisan buah lemon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close