Fit

Bahaya kolesterol naik saat pandemi, ternyata ini pemicunya

Kolesterol bisa memicu serangan jantung hingga stroke.

Selama hampir 10 bulan pandemi covid-19 kita melakukan segala aktivitas di rumah atau Work From Home (WFH). Hal itu dilakukan untuk meminimalisir paparan virus covid-19.

Meski efektif dan dianjurkan pemerintah, namun berdiam diri di rumah memiliki bahaya kesehatan lain yang tak kalah serius yaitu meningkatnya kadar kolesterol akibat kurang melakukan aktivitas fisik dan tidak memerhatikan pola makan saat pandemi.

Terkait hal itu Dr. dr. Samuel Oetoro, MS., SpGK, Spesialis Gizi Klinik Konsultan Obesitas & Metabolisme menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala sangatlah penting dilakukan.

Tes darah
Tes darah Photo: Pixabay

“Pemeriksaan berkala komponen lemak darah atau profil lipid penting dilakukan berkala hal itu untuk mendeteksi peningkatan kadar kolesterol yang bisa saja tidak disertai gejala,” ujarnya saat seminar daring pada Kamis 26 November 2020.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pemeriksaan berkala ini penting untuk mendeteksi peningkatan yang rentan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti serangan jantung koroner dan stroke.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, disebutkan bahwa 35 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dari batas normal.

Ilustrasi jantung. Foto: Ist.
Ilustrasi jantung. Foto: Ist.

Di sisi lain menurut BMC Public Healthy, 2019 Kondisi ini juga diperburuk dengan prevalensi kolesterol HDL yang
rendah.

Lebih lanjut, Imperial College London memaparkan bahwa Asia termasuk Indonesia, merupakan wilayah dengan penderita terburuk.

Penelitian ini menggunakan analisis data dari 102,6 juta orang dewasa dari 200 negara berbeda sejak 1980-2018. Kelebihan kolesterol ini diketahui berperan dalam 3,9 juta kasus kematian di seluruh dunia yang setengahnya terjadi hanya di wilayah Asia.

“Angka kejadian kolesterol rendah lebih jarang ditemui dibandingkan dengan angka kejadiannya tinggi. Seseorang dengan kadarnya tinggi rentan mengalami penyumbatan berbagai pembuluh arteri dan peningkatan risiko pembentukan batu empedu,” tutupnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close